
Jum'at siang aku dan asyila baru pulang dari madrasah setelah selesai mengerjakan soal ujian pesantren, sedangkan Maryam masih di dalam kelas karna masih ada soal ujian yang harus dia selesaikan.
"tumben biasanya dia yang paling awal dalam hal mengerjakan soal ujian" kata asyila saat kami berjalan menuju asrama
"mungkin sekarang lagi kekurangan Ilham dia" sambungku disertai tawa kecil
tadi nya aku dan asyila ingin menunggu Maryam agar kita bisa pulang ke asrama barengan, tapi Maryam malah memberikan isyarat agar kita ke asrama duluan tanpa harus menunggunya. sebenarnya aneh sih hari ini dia kaya gitu, karna biasa nya justru kalo pulang ke asrama sehabis dari madrasah Maryam yang selalu bersikukuh agar barengan, kecuali ada udzur atau halangan diantara kita. tapi ya sudah lah, akhirnya aku dan asyila ke asrama berdua saja.
"masyaallah panas banget hari ini, jadi berasa capek deh jalan dari madrasah ke asrama padahal kan gak jauh" aku duduk di teras depan kamar terlebih dulu sebelum masuk ke dalam kamar hanya untuk melepas lelah, begitu pun asyila juga ikut duduk disebelah ku
"nur sehabis makan siang nanti, kita belajar di perpustakaan yuk" kata asyila sambil asik mengibaskan buku di depan wajah nya karna kegerahan
"Ayuk aja"
"ajak Maryam juga tapi nya ya" kata asyila lagi
"pasti lah, masa enggak kan biasa nya kita emang bertiga" kata ku sambil iseng mengedipkan sebelah mata pada asyila
"dih,,, belajar genit dari siapa nur maen kedip-kedipan mata kaya gitu. Afwan ana masih normal" kata asyila yang menanggapi keisengan ku, dan aku hanya tertawa mendengar apa yang dikatakan asyila.
"ngomong-ngomong ko panas banget sih hari ini" kata asyila sambil terus mengibaskan buku pada wajah nya
"cuaca nya memang panas banget di tambah anti tadi pagi kan gak mandi jadi nya Doble-doble itu hihi" kata ku membuka aib asyila pagi ini
"dia mah,,, kalo ngomong jangan kencang-kencang"
"biarin,,, biar pada tahu kalo asyila jorok haha" aku langsung berdiri dan masuk ke dalam kamar asrama menghindari amukan asyila hehe
~
"assalamualaikum,, ada Maryam nya enggak yah" sapa ku menanyakan Maryam pada orang-orang yang ada dikamar Maryam
__ADS_1
"waalaikumsalam,, gak ada nur" kata Vina menjawab pertanyaan ku
"kira-kira tahu gak Vin Maryam kemana?" tanya ku lagi
"kurang tahu nur, ana belum liat dari tadi"
"kayak nya Maryam masih di kelas nur, soal nya pas tadi ana ke sini Maryam orang paling akhir yang masih ada di kelas" kata Hamidah menyambung jawaban Vina
"oohh,,, oke deh makasih ya dah buat info nya. assalamualaikum" kataku sambil berlalu meninggalkan kamar Maryam. asyila sudah menunggu ku beberapa langkah di depan. kemudian aku menyusulnya dengan memberi isyarat bahwa Maryam tidak ada di kamar nya.
"itu anak ngapain masih di kelas jam segini. masa iya masih ngerjain soal, kan waktu nya udah abis juga" kata asyila di sela-sela langkah kami menuju dapur.
"jadi gimana syil, kita makan duluan apa mau nunggu Maryam?" tanyaku sambil menghentikan langkah sebentar
"kalo makan duluan gak enak sama Maryam, tapi kalo nunggu aku udah laper banget dari tadi pas sholat duhur" dia asyila, memegang perutnya yang memang terdengar keroncongan
"apa kita susul aja kali ya ke kelas?" tanya asyila meminta pendapat ku
"udah lah kita makan duluan aja, kalo nyusul ke kelas lama lagi. kan dapur sama madrasah beda arah, nanti anti keburu pingsan karna kelaparan. ana gak tanggung jawab ya" kata ku meyakinkan asyila agar mau makan lebih dulu tanpa Maryam, bukan aku gak sabaran hanya saja aku gak tega liat asyila yang memang sedang nahan rasa lapar.
"iya gak papa, Iam juga pasti ngerti ko. udah ayok jangan banyak mikir ana juga sama laper" aku menarik tangan asyila agar dia mau melanjutkan langkahnya menuju dapur, bukan madrasah.
"tapi abis ini kita susul Maryam ya, kalo seandainya dia masih di madrasah. soal nya feeling ku gak enak nih. gak biasanya kan dia begitu"
"iya ayok, kalo itu ana setuju"
kami pun kembali melangkah menuju dapur untuk makan siang bersama santri putri lainnya.
~
selesai makan, aku dan asyila tidak langsung kembali ke asrama seperti santri putri lainnya. tapi kami mengarahkan langkah kami menuju madrasah terlebih dahulu untuk mencari Maryam apakah masih di kelas atau tidak. dan ternyata di kelas sudah kosong. maka kami putuskan untuk kembali ke asrama.
__ADS_1
"kan,,, kata ana juga apa Maryam pasti udah ke asrama" kata ku pada asyila yang memang sebelumnya mengusulkan untuk langsung ke asrama saja, karna aku yakin Maryam sudah pulang dari madrasah.
"yang penting kan udah liat secara langsung, dari pada ke asrama dulu ternyata Iam nya masih di kelas. kan capek dua kali nur"
"iya juga sih syil"
"jadi gimana, kita ke asrama dulu aja lagi gitu?" tanya asyila yang seolah bingung harus nyari Maryam kemana
"ya iyalah, kemana lagi coba" aku sedikit tertawa mendengar ucapan asyila. lucu aja, nyari Maryam kemana lagi coba kalo bukan ke asrama, soalnya gak mungkin kalo keluar. secara kita dipondok yang segala aktivitas hanya boleh dilakukan didalam lingkungan pesantren dan juga ketat dengan aturan.
"Vin,,, Maryam udah ke kamar?" tanya ku saat melihat Vina hendak berjalan menuju arah ke kantin
"eumm,,, kaya nya masih belum pulang deh" jawab Vina lagi namun sedikit ragu
"masa sih?" tanya asyila memastikan
"iya,, kaya nya belum deh. soal nya ana dari tadi di kamar gak kemana-mana. baru sekarang keluar mau ke kantin"
"oke deh, makasih ya" kata asyila, dan Vina hanya menjawab dengan acungan jempol nya dan kembali melangkah masuk ke dalam kantin
"tuh kan gak ada nur,,, jadi Maryam ke mana coba gak biasa nya dia gitu" asyila mulai terlihat panik, pun aku juga sama sebenarnya. karna tidak biasanya Maryam menghilang kaya gini
"ya udah kita cari ke kamar mandi aja, siapa tahu dia disana" aku mengusulkan untuk mencari Maryam ke kamar mandi saya
"apa,, diperpustakaan mungkin?" kata asyila
"gini aja, ke kamar mandi dulu baru ke perpustakaan. gimana syil?"
"gini aja lah, nur anti ke kamar mandi ana ke perpustakaan biar cepet ketemu nya"
"oke deh kalo gitu" aku pun langsung pergi ke kamar mandi dan asyila berbalik arah menuju perpustakaan.
__ADS_1
di kamar mandi aku bertanya pada setiap santri putri yang ada di situ, tapi tak ada dari mereka yang melihat Maryam kecuali saat masih di madrasah tadi. ku coba mengetuk setiap pintu kamar mandi yang tertutup, masih tidak ada Maryam di antara mereka. aku pun memutuskan untuk ke perpustakaan menyusul asyila. siapa tahu asyila sudah bertemu dengan Maryam.
di tengah jalan sebelum sampai di perpustakaan aku berpapasan dengan Asyila, ternyata dia sendiri tidak bersama Maryam. kami pun duduk sebentar menghilangkan lelah karna sudah berjalan kesana sini hampir mengelilingi lingkungan pondok pesantren yang luas untuk mencari Maryam tapi masih tidak ketemu. sebenarnya anti dimana sih Iam,,,,