
hari Minggu,,,
pagi-pagi sekali kami melakukan olah raga dengan senam dan berlari kecil keluar pondok pesantren setelah melakukan sholat subuh berjamaah, yang dipimpin oleh ustadzah Tia dan ustadzah gina sebagai pembimbing bagian kesehatan. sedang kan ustadzah lainnya mengikuti dari belakang sambil mengawasi santri putri takut-takut ada yang sakit mendadak. biasanya kami berlari menuju carpriday atau bisa disebut dengan pasar Minggu, jaraknya lumayan tidak terlalu jauh hanya 1 kilo meter dari pondok kami. dan biasanya disini kami beristirahat sejenak, juga diijinkan untuk jajan atau membeli apapun yang dianggap butuh oleh masing-masing asal jangan berlebihan. aku menghampiri asyila, saat ku lihat dia sedang duduk santai sambil menikmati air putih yang baru dibelinya.
"syil, boleh ana duduk?" tanyaku saat sudah didepannya
"boleh" dia tersenyum dan kembali meminum air nya.
"semalam, gimana deg-degan gak pas ada razia dadakan?" tanyaku lagi mencoba mencairkan suasana, karna aku perhatikan sejak kejadian kemarin asyila seolah menghindari ku
"enggak" jawab nya lagi dengan singkat
"syil, anti kena,,,"
"ana kesana dulu ya nur, kebetulan tadi janji mau nemenin Widia ke situ" dia berdiri dan meninggalkan ku sendiri. padahal kan aku mau menanyakan kenapa dia kamarin tapi dia malah seperti mencoba menghindar dariku. apa dia belum mau cerita ke aku soal masalahnya? tapi dia gak biasanya gitu.
__ADS_1
"nur,,,anti disini, ana nyariin" Maryam berlari dan menghampiriku yang sedang menatap kepergian asyila
"jajan bubur yuk" ajak Selly yang kebetulan sedang bersama Maryam
"Ayuk" aku dan Maryam mengiyakan ajakan Selly, kami pun langsung menghampiri gerobak bubur yang tak jauh dari kami
"mas, pesen bubur nya tiga ya" kata Selly pada penjual bubur yang memang sudah biasa nangkring disini
"siap neng" jawab nya dengan ramah
"kalo ana sih biasa aja, insyaallah lemari ana bersih dari hal-hal yang berbau pelanggaran" kata Maryam
"iya tau deh anak Sholehah yang taat aturan" kata Selly lagi
"kenapa sel, takut ada surat dari Raka yang masih disimpen dilemari ya" kataku asal
__ADS_1
"sssshhhhhtttt,,, anti nih, nanti kedengeran sama ustadzah lagi" dia Selly, menempelkan telunjuknya pada bibir nya.
"emang Selly sama Raka udah jadian?" tanya Maryam sedikit kaget
"ini lagi, malah diperjelas. please donk jangan ngebahas ini disini" Selly menangkupkan kedua tangannya seolah memohon kepada kami berdua
"hehe,, ternyata bisa takut juga nih the queen of bigos" kataku meledek
"ihh,,, kalian berdua nih. jawab dulu dong pertanyaan ana yang tadi bener apa bener?" Maryam sepertinya benar-benar penasaran.
"masa teman satu kamar nya gak tahu, kemana aja neng"
"jadi bener Sell?" tanya nya masih belum yakin dengan perkataan ku, dia Selly hanya mengangguk sambil menunduk malu
"masyaallah, gak bertepuk sebelah tangan dong kalo gitu" Maryam memeluk Selly seolah memberi selamat atas sebuah keberhasilan, padahal menurutku kita masih kecil, masih banyak harapan dan cita yang ingin digapai, apa faidah nya pacaran? jika belum ada kepastian kedepannya akan melangkah kemana. mungkin aku sedikit kuno, dengan pemikiran seperti itu. tapi ini hanya pendapatku, karna dari itu sampai saat ini aku belum pernah dengan yang nama nya pacaran, walaupun ada beberapa teman lelakiku yang mengatakan suka padaku, tapi aku tidak pernah membalas perasaan mereka. apa aku pernah menyukai seseorang? jawabannya pasti pernah, tapi ku kubur perasaan itu dengan pelan agar tidak menjadi dalam.
__ADS_1