Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Hukuman Awal


__ADS_3

setelah selesai memberikan nasihat kepada kami, ibu pamit untuk lebih dulu meninggalkan tempat. beliau masuk ke dalam, dan menyerahkan kembali kepada para ustadzah mengenai hukuman apa yang akan kami terima.


"assalamualaikum wr wb" salam yang terucap dari ustadzah Faridah sebagai roisah pembimbing bagian keamanan


"waalaikumsalam wr wb" jawab kami serempak


"sebagaimana yang telah ibu pengasuh amanat kan kepada kami mengenai hukuman yang akan kalian terima, sebelumnya ustadzah harap kalian tidak mengulangi pelanggaran lagi. ustadzah juga harap apa yang tadi disampaikan oleh beliau, nasehat yang teramat berharga untuk kita, jangan kalian sia-sia kan karna ini untuk kebaikan kalian sendiri. dan untuk yang memiliki hubungan dengan lawan jenis khususnya dengan santri putra disini, mohon segera akhiri, sudahi, mengerti?" tanya ustadzah Faridah


"mengerti ustadzah" jawab kami kembali

__ADS_1


"mengerti nya jangan hanya dimulut, laksanakan. inget ya sepandai-pandainya bangkai ditutupi bau nya akan tetap tercium. jadi diakhiri nya jangan pura-pura karna kalian masih dipondok atau hanya didepan kami saja, tapi dibelakang kalian masih ada hubungan. terus yang bawa hp dan kabur dari pondok jangan diulangi, kalau kalian benar-benar sayang dengan diri kalian, inget sama orangtua kalian yang menaruh harapan besar pada kalian, jangan sampai kalian mengecewakan mereka. faham?" kini ustadzah Mila yang berbicara, meski sedikit ketus tapi bagi ku kata-katanya mengandung nasehat yang baik bagi kami.


"baik lah karna waktu semakin malam, khusunya kelas XII agar ada waktu untuk bisa belajar. ustadzah akan membacakan hukuman bagi kalian semua. untuk ukhti ukhti Dewi, asri, Salamah, Nadia, Nanda, Wulan, Dina, Adiba, Syakira, dan ukhti Selly hafalan dua juz dalam dua pekan, mengikuti terusan dari hafalan kalian masing-masing, membersihkan Hamam putri selama dua pekan, memakai hijab orange bagi yang tahabub, memakai hijab hijau bagi yang bawa hp, camera dan keluar dari pondok tanpa ijin atau kabur, membuat pidato sebanyak 2 halaman perhari kemudian dibacakan ditengah lapangan santri putra dan putri, dan bagi yang bawa hp atau camera mohon maaf sebagaimana aturan pondok ini maka barang tersebut akan kami jual dan hasilnya kami sumbangkan pada yatim piatu atau pun fakir miskin. adapun yang memiliki hubungan dengan santri putra harus memutuskan hubungan nya secara langsung didepan Santi putra dan putri. adapun hukuman untuk ukhti Yessi, ibu pengasuh akan memanggil orangtua anti besok agar menghadap beliau dan hukumannya besok akan ditentukan oleh beliau langsung. kemudian untuk ukhti nurain,,, karna masih belum mau mengaku dari siapa surat itu berasal, ibu pengasuh mau bicara sama anti secara langsung tapi nanti setelah ini. gimana kalian semua ikhlas menerima hukuman ini?"


"insyaallah kami ikhlas ustadzah"


"faham ustadzah"


"untuk sekarang mungkin sampai disini, sekali lagi ustadzah dengan sangat mohon sama kalian agar ini menjadi yang terakhir dan peringatan untuk kalian agar tidak mengulangi pelanggaran di pondok ini, kalian disini fokus hanya untuk tholabul 'ilmi, sekian dari ustadzah mohon bila ada kata yang menyinggung kalian. wassalamu'alaikum wr wb"

__ADS_1


"waalaikumsalam wr wb" jawab kami serentak


"sebelum kalian ke kamar masing-masing, sebagai hukuman awal kalian semua berdiri. angkat rok kalian sampai lutut" ustadzah Mila memberi aba-aba, kami pun menuruti nya.


"ustadzah Faridah, silahkan antum awalan" ustadzah Farida pun maju dengan membawa rotan yang cukup panjang dan tebal


"Afwan ya ukhti" kata ustadzah Farida meminta maaf sebelum memukulkan rotan itu pada kaki kami secara bergilir yang dimulai dari Selly.


"au,,, astaghfirullah,,,au,," kami semua menunduk saat mendengar bagaimana Selly menahan sakit tak kala rotan itu sudah mendarat tepat dibetis kaki nya, ku lihat sekilas Selly mulai menangis tanpa suara, mata nya terpejam namun air mata nya terus mengalir, aku tahu dia sedang menahan sakit nya pukulan rotan dari ustadzah Faridah, dan ini belum berakhir masih ada empat ustadzah lagi. ah,,,sungguh ini membuat ku takut, belum pernah aku merasakan pukulan dari seseorang apalagi karna hukuman. bahkan orangtuaku pun belum pernah mengangkat tangan nya saat aku melakukan kesalahan. ibu,,,,ayah,,, nur takut.

__ADS_1


__ADS_2