Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
ledekkan yang terus berlanjut


__ADS_3

setelah sampai dikamar asramaku, aku tidak langsung melepas mukena yang dipakai. aku malah asik bersender didepan lemari ku. ah,,, sungguh hari ini seperti tak ada semangat untuk melakukan kegiatan apapun, dikelas aku juga malah sibuk melamun alhasil selama pelajaran berlangsung aku tidak mendapatkan ilmu apapun, astaghfirullah ampuni hamba yaa Allah!!! untung sekarang hari Sabtu jadi tak ada kegiatan setelah pulang dari sekolah, aku berniat tidur sebentar setelah itu melihat keadaan asyila. bismillah,,,,


"assalamualaikum,ka nur dipanggil Gus hafidz ke rumah ibu" baru saja mata ini tertutup suara panggilan dari Euis salah satu adik kelas yang sekamar denganku mengatakan bahwa Gus hafidz memanggil ku, jujur rasa nya malas sekali menghadap beliau pasti kalo ketemu muka nya selalu begitu. datar, dingin and the kucem. tapi apa bisa aku menolak??.


aku pun segera melepas mukena yang masih menempel diwajahku, ku ganti dengan hijab abu ku yang tergantung dipintu lemariku. setelah selesai aku langsung berjalan menuju rumah pengasuh.


"mau kemana anti?" tanya Maryam saat aku lewat depan kamar nya


"biasa" aku mengangkat tanganku dan menunjuk rumah pengasuh yang tak jauh dari asrama


"ohhh,,, mau nyari tahu kebenaran yang tadi ana katakan?" Maryam mulai ikut meledek ku seperti yang lainnya. tapi aku enggan meladeni ledekannya dan berlalu meninggalkan nya. setelah sampai depan pintu dapur rumah pengasuh, aku langsung membuka pintu tersebut dengan mengucap salam, BI Nani menjawab salam ku sambil terus melakukan pekerjaannya.


"bibi lagi nyuci sayur?" tanyaku basa-basi

__ADS_1


"enggak neng, lagi nyuci makanan kesukaan Gus hafidz" jawabnya cengengesan


"oh" aku menanggapinya dengan datar, bukan tidak sopan hanya saja aku tahu maksud BI Nani bicara seperti itu. beliau sama saja dengan teman-temanku yang lain menganggap kalo aku dan Gus hafidz ada sesuatu padahal beliau juga tahu kalo aku dipanggil Gus hafidz ke rumah ini hanya untuk melatih Gus Luthfi belajar pidato bahasa Arab.


"Gus Luthfi nya mana BI ko gak keliatan?"


"Gus Luthfi apa Gus hafidz?" bi Nani malah semakin senang meledek ku


"dua-dua nya aja deh BI, kan aku dipanggil kesini sama Gus hafidz buat ngelatih Gus luthfi belajar pidato bahasa Arab" aku menekan kata "pidato" agar bi Nani berhenti meledek ku.


"gak mau masuk ke situ ah, gak berani malu"


"kenapa malu, orang Gus hafidz yang nyuruh ko tadi ke BI Nani katanya nanti kalo neng nurain kesini disuruh nunggu diruang tamu aja"

__ADS_1


"tapi didalam ada siapa aja BI?"


"ada bapa, ibu, Ning Salma, Gus Alvin, Abah, nyai pokoknya lengkap deh"


"semua ada disini bi" mataku membulat saat bi nani menyebutkan semua keluarga Gus hafidz ada disini


"enggak, dirumah Abah semua nya hihihi"


"ih bibi apaan sih, serius donk jawabnya. aku udah deg-degan tau"


"lah,, emang bener ko semua nya ada tapi di Tasik dirumah Abah kakeknya Gus hafidz" kata bibi sambil terus melakukan pekerjaan memasak nya dan aku terus membuntuti langkah BI Nani


"tapi kan aku nanya nya didalam rumah ini BI bukan rumah Abah" kataku tegas

__ADS_1


"ya tinggal neng tebak aja sisa nya disini tinggal siapa, lagian udah sana cepet masuk gak usah pake deg-degan segala cuma ada Gus hafidz sama Gus luthfi ko, deg-degan nya dipending dulu buat nanti kalo neng dilamar Gus hafidz hehe"


"BiBI" nada ku mulai kesal, karna BI Nani tidak berhenti untuk meledekku


__ADS_2