Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Kabar tidak baik


__ADS_3

AUTHOR


"loh bang, Naura nya mana? bukan nya tadi Abang mau ambil Naura di rumah umma?"


tanya nurain saat melihat suami nya sudah kembali ke rumah.


"Naura gak mau ikut, kata nya dia masih mau di sana"


Gus hafidz mendaratkan tubuhnya di atas sofa


"tapi bang,,,"


"gak apa-apa sesekali, mungkin Naura sedang mau sama ammah nya"


tak ada lagi tanggapan dari nurain setelah mendengar jawaban dari suami nya, apalagi nurain juga melihat ekspresi dari wajah suami nya seperti sedang ada yang dipikirkan.


"nur,,,"


"ya bang"


"sini duduk di samping Abang"


nurain pun menurut dan langsung duduk di samping suami nya.


"hmmm,,, kamu kan ibu nya Naura, menurut nur apa sikap putri kita akhir-akhir ini berbeda?"


nurain mengerutkan kening nya mencoba memahami pertanyaan dari suami nya.


"begini,,, tadi umma bilang sama Abang kata nya hari ini sikap Naura tidak seceria biasanya, dia juga gak mau makan, lebih terlihat murung dan pendiam. terus tadi pas Abang Dateng buat jemput, Naura keukeuh gak mau ikut sama Abang. Abang tatap mata nya, Naura seperti sedang menyembunyikan perasaan sedih nya"


tak ada tanggapan dari nurain, dia masih menunggu ujung pembicaraan dari suami nya.


"Naura masih sangat kecil, dia belum mengerti tentang permasalahan atau urusan orang dewasa. Abang gak mau Naura sampai murung hanya karna kita orangtuanya yang seolah tidak mengerti kemauannya. bagaimana pun dari bayi yang mengurus Naura adalah,,,,"


"dokter Aisyah maksud Abang?"


nurain langsung melanjutkan perkataan suami nya yang seolah ragu untuk melanjutkan nya.


Gus hafidz hanya mengangguk mendengar perkataan istrinya.


"menurut Abang nur egois karna tidak memberikan izin pada dokter Aisyah untuk mengasuh Naura lagi? bukannya dulu Abang sendiri yang bilang sama nur kalau Naura masih sangat kecil mudah untuk nur bisa mendekatinya melebihi siapapun karna nur ibu nya. tapi kenapa sekarang Abang seolah menyalahkan nur sebagai penyebab berubahnya sikap Naura? bang Naura Masih kecil, wajar jika suasana hati nya atau tingkah nya mudah berubah. dan belum tentu sebabnya karna ingin dekat dengan dokter Aisyah kan? atau jangan-jangan itu hanya alasan Abang buat bisa dekat lagi dengan dokter Aisyah? kalau iya, kenapa Abang gak nikah aja sekalian waktu nur masih koma"


"NURAIN"


reflek Gus hafidz, untuk pertama kali nya dia meninggikan suara pada istri nya.


mendengar bentakan suami nya, nurain pun tak bisa lagi membendung butir bening itu untuk tak jatuh dari tempatnya.

__ADS_1


"Abang sekarang berubah,,, hiks"


"maafkan Abang, Abang gak bermaksud"


dengan tangisan nurain masuk ke dalam kamarnya, tanpa menghiraukan perkataan suami nya.


"astaghfirullah"


dengan kasar Gus hafidz mengusap wajah nya.


Gus hafidz pun langsung menyusul nurain ke dalam kamar untuk meluruskan prasangka istri nya.


"kamu kenapa sih, setiap Abang membahas Aisyah ujung-ujungnya selalu menyangka kalau Abang menaruh hati padanya? kalau Abang mencintai dia, untuk apa Abang memperjuangkan kamu! untuk apa Abang menghindarinya hanya demi menjaga perasaan kamu. ini kedua kali nya sikap kamu menunjukkan seolah tidak percaya sama Abang"


Gus hafidz terduduk sambil menunduk dengan air mata yang mulai mengalir dari mata nya.


entah mengapa, dia merasa sakit dengan perkataan nurain yang seolah menganggap cinta nya begitu mudah dan dangkal.


tok tok tok


terdengar suara dari balik pintu ruang tamu di ketuk.


"assalamualaikum Gus"


tok tok tok


tanya Gus hafidz saat pintu sudah di buka. sedangkan nurain hanya melihat dari balik dinding pemisah ruangan.


"anu Gus, Ning Naura kejang-kejang. Gus hafidz di suruh Bu nyai buat segera ke rumah"


"innalilahi"


Gus hafidz pun langsung melangkah keluar menuju rumah umma nya, begitu pun nurain dengan segera mengambil hijab dan cadar nya dan langsung mengikuti suami nya dari belakang.


~~


"kamu yakin mau ikut kakak besok ke Dubai?"


tanya Alfan pada Aisyah yang nampak nya tidak begitu yakin dengan keputusannya untuk ikut bersama nya.


"kenapa kakak tanya begitu? apa kakak gak mau aisy ikut?"


"bukan gitu sayang, justru kakak seneng kalau aisy ikut. hanya saja kakak gak mau kamu ikut tapi kamu sendiri belum nyaman dengan perasaan kamu"


Aisyah hanya membuang nafas mendengar perkataan suami nya. memang benar apa yang di katakan oleh Alfan, jika perasaan nya belum nyaman, Aisyah takut jika nanti di sana justru malah mengganggu pekerjaan suami nya. apalagi pekerjaan ini begitu penting untuk menentukan nasib perusahaan Alfan yang kini mulai bangkit kembali.


"jadi gimana, mau ikut atau enggak sayang?"

__ADS_1


tanya Alfan sekali lagi


"heumm,,, ikut aja kaya nya ka"


"terus praktik kamu di pesantren nya hafidz gimana?"


"nanti aisy minta tolong teman aisy buat gantiin sementara"


"siapa? Nilam?"


"bukan, nama nya anti. sebenarnya dia adik semester aisy dulu nya. dia praktek di rumah sakit umum di jakarta, tapi karena dia menikah dan kebetulan suami nya orang bandung, jadi dia pun ikut suami nya ke sini. dan sekarang dia lagi mengurus kepindahan praktek nya di sini. jadi sebelum kembali pada rutinitas nya, aisy bisa minta tolong buat gantiin aisy di pondok untuk sementara"


"ya sudah kakak setuju saja dengan kamu"


tak berapa lama handphone milik Aisyah bergetar, Pertanda sebuah panggilan masuk di handphone nya.


"Farah"


guman Aisyah


"angkat saja, siapa tahu penting"


Aisyah pun langsung memencet tombol hijau, dan panggilan pun tersambung.


"assalamualaikum ka aisy"


"waalaikumsalam wr wb, iya far kenapa ko suaranya panik gitu?"


tanya Aisyah yang mendengar suara diseberang sana seperti sedang panik


"ka aisy maaf malam-malam Farah ganggu, ini Naura tadi demam tinggi dan sekarang tubuh nya malah kejang-kejang, Farah bingung harus ngapain buat pertolongan pertama, ini Farah cuma sama ummah, babah lagi pergi pengajian terus bang hafidz lagi dipanggil di rumah nya. Farah bingung banget ka"


terdengar suara Farah yang hampir mau menangis melihat ponakan semata wayang nya masih kejang-kejang di pangkuan ummah nya.


"innalilahi wainnailaihi rooji'un. coba kamu tidurkan Naura di ranjang atau tempat yang luas dan aman agar tidak terbentur atau apalah, pokonya harus aman. terus posisi tidur nya usahakan agar menyamping biar tidak tersendat. terus itu mukanya atau bibir nya biru gak?"


tanya Aisyah yang tak kalah panik, sedangkan Alfan hanya duduk disamping Aisyah dengan wajah yang tak kalah panik dengan aisyah karena dia yakin setelah mendengar percakapan Aisyah dan farah telah terjadi sesuatu pada Naura.


"enggak ka"


"kamu terus disamping Naura ya, biarkan dulu kejang nya berhenti, biasa nya kejang nya berlangsung selama 1-2 menit, setelah itu kamu bawa Naura ke rumah sakit terdekat biar langsung di periksa sama dokter. ka aisy nanti nyusul ke sana"


"iya ka, makasih ka buat bantuannya. Farah tutup ya assalamualaikum"


"waalaikumsalam wr wb"


rasanya seluruh tubuh Aisyah lemas mendengar Naura sakit sampai kejang-kejang. walau dia bukan anak kandungnya namun aisyah terlanjur menyayangi nya seperti anak kandung sendiri.

__ADS_1


__ADS_2