Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Bukan aku yang biasanya


__ADS_3

POV Gus hafidz


jam sembilan malam saya dan Arif baru sampai di apartemen. saya langsung duduk di atas kursi ruang tamu sekedar melepas lelah dari perjalanan, karna jarak toko buku dan apartemen saya cukup jauh. begitupun Arif juga ikut duduk disebelah saya, kemudian berdiri kembali dan berjalan menuju dapur.


"minum dulu bang" Arif menyodorkan segelas air putih kepada saya


"Syukron" saya pun langsung meminum air yang diberikan Arif. kemudian saya berdiri hendak menuju kamar saya


"Rif, Abang masuk kamar duluan ya? Arif jangan tidur terlalu malam"


"siap bang laksanakan"


saya pun langsung membuka baju saya, dan kemudian berjalan ke dalam kamar mandi sekedar membersihkan tubuh sebelum tidur. karna rasa nya tidak nyaman kalo habis dari luar dan langsung tidur tanpa mandi terlebih dahulu. selesai mandi, saya langsung melaksanakan sholat isya, dikamar saja. karna ini juga sudah malam jadi saya tidak pergi ke masjid. setelah sholat saya sempat kan untuk berdzikir dan tadarus Al-Qur'an, juga tak lupa berdo'a untuk kebaikan saya, keluarga saya, guru, teman dan pasti nya dia, Nurain.


"ya ALLAH,,, yaa muqollibal qullub tsabbit qolbii 'ala diinik. yaa maushorripal qullub shorrip quluubana 'ala tho'aatika. Allahumma Inni audzubika minal hammi wal huzni wal ajzi wal kasali wal bukhli wal jubni wal dholaid daini wa gholabatir rijali."


"yaa Allah, dzat yang maha segala nya dalam kebaikan. tolong hamba, tolong hati hamba yang lemah ini. tolong ampuni hamba yang penuh dosa ini. engkau yang maha menjaga hati manusia dari segala kegelisahan, engkau yang menjaga hati manusia dari segala kecemasan. dan engkau juga yang maha mengetahui isi setiap hati dari hamba-hamba mu termasuk aku. aku yang kini tengah lemah karna memikirkan seseorang yang jauh disana. perasaan bersalah kini menghantui ku, karna telah membuat nya bersedih. salah kah aku dengan perasaan ini yaa Allah? aku yang terlanjur mencintai nya namun juga terlanjur melakukan kesalahan kepada nya. hamba mohon tenangkan lah hati nya, dan bukakan lah hati nya untuk memberikan maaf nya terhadap ku. yaa Allah engkau yang memberikan rasa cinta ini terhadap ku, maka aku mohon jagalah dan pelihara lah perasaan ini agar selalu fitrah. jika kecemasan ku saat ini berlebihan, maka ampunilah aku dan tenangkan lah kembali hati ini seperti biasa nya. begitu pun dengan hati nya, berikan lah ketenangan dan kedamaian terhadap nya, walaupun sekarang dia sedang menghadapi ujian mu maka aku mohon agar engkau selalu menjaga hati nya untuk selalu tenang dan sabar dalam menjalani nya. sungguh aku mencintai nya, hingga aku tak ingin melihat nya bersedih, tak ingin mendengar nya menangis. maka aku serahkan penjagaannya yang jauh dari mata ini, kepada mu. karna engkau sebaik-baiknya penjaga atas hamba mu"

__ADS_1


malam ini saya terhanyut dalam doa kepada sang pengabul doa, pemberi segala kebaikan. agar Dia menjaga orang-orang yang saya sayangi, saya cintai.


'nur,,semoga anti di sana baik-baik saja. saya hanya bisa mendo'akan kebaikan untuk mu dari sini.


nur,, seandainya anti tahu betapa saya sangat rindu melihat mu tersenyum, melihat mu cemberut dan mendengar celoteh mu bersama teman-temanmu. sungguh itu adalah salah satu bagian terindah yang Allah ciptakan melalui mu untuk saya.


nur,, bila saat nya tiba untuk saya mengakui dan mengatakan isi hati saya terhadap mu, apakah anti akan bahagia mendengar nya? apakah anti akan menyambut ana dengan senyuman? atau justru sebaliknya?


nur,, jika hari ini nama saya tidak ada dalam do'a mu, maka saya berharap esok hari Allah sampaikan do'a saya tentang mu kepada mu, agar anti tahu betapa rasa ini murni untuk mu'


saya memandang ke arah langit-langit kamar saya sambil tiduran terlentang memikirkan seseorang yang jauh di sana. rasa nya ingin memejamkan mata ini namun tidak bisa karna perasaan bersalah yang masih menghantui.


"lho,,, Rif masih belum tidur?" tanya saya saat melihat Arif masih duduk di atas kursi tadi dengan buku ditangannya


"belum bang,,hee" jawab nya cengengesan


"udah sholat isya?" tanya saya lagi. karna saya perhatikan pakaian nya masih sama dengan yang tadi dipakai nya keluar bersama saya.

__ADS_1


"belum juga bang,,, hehehe"


"masyaallah,,, sholat dulu gih, walaupun ada keterangan tentang boleh nya mengakhirkan sholat isya karna suatu hal, tapi alangkah lebih baik nya jika didahulukan, bukan begitu?"


"iya bang,, Afwan. keasikan baca buku soal nya"


"ya udah sholat dulu gih"


Arif pun mengangguk dan langsung bergegas menuju kamar satu nya yang kini dia tempati selama tinggal dengan saya. apartemen saya memang cukup besar dengan pasilitas yang cukup memadai. satu dapur, satu ruang tamu, satu ruang tv, tiga kamar dan disetiap kamar dilengkapi dengan kamar mandi masing-masing. juga yang paling penting adalah balkon apartemen saya yang menghadap pada pemandangan kota yang indah, apalagi jika malam hari nuansa nya begitu mempesona.


selesai membuat susu putih, saya membawa nya gelas ditangan saya untuk duduk di balkon, melihat panorama bulan dan indah nya kota yang terang dengan lampu-lampu yang menyala. saya meneguk susu tadi sedikit demi sedikit dengan terus memandang lurus pada luas nya hamparan bumi Allah. tak terasa empat puluh lima menit sudah saya duduk disini dan saya lihat Arif juga tidak keluar lagi dari kamar nya. mungkin dia sudah tertidur lelap, maka saya pun memutuskan untuk tidur karna mata ini setidak nya mulai merasa lelah.


~


keesokan pagi nya, saya terbangun dengan perasaan yang masih sama. apalagi semalam saya kembali memimpikan nurain. saya lihat dia masih termenung sambil memandang lurus ke arah danau yang luas, entah di mana danau itu berada. tapi yang jelas saat saya menghampiri nya, dia hanya menatap lurus kepada saya tak ada kata yang keluar dari bibir nya. bahkan saat saya menanyakan sedang apa dia di sini, dia hanya menatap saya sebentar dan kemudian kembali menatap danau di depan nya. sungguh perasaan ini menyiksa saya. ada apa dengan nurain? apa dia benar-benar marah dan benci terhadap saya. astaghfirullah,,,


selesai sholat subuh, saya mengambil handphone saya yang terletak di atas meja dekat tempat tidur. saya berniat menghubungi nurain melalui telephon rumah dan meminta maaf kepada nya secara langsung. mungkin dengan begitu hati saya akan lega dan tidak gelisah lagi.

__ADS_1


tapi,,, apa tidak apa-apa jika saya bicara pada nurain? apa umma akan mengijinkan? ah iya,, hari ini di rumah pasti tidak ada siapa-siapa karna umma dan yang lainnya pasti lagi di Sumedang, dan di rumah hanya ada BI nani. saya kembali mengambil handphone saya, yang barusan saya letakan diatas kasur. kalau nurain tidak mau bicara kepada saya bagaimana? atau ternyata dia masih disekolah karna hari ini masih jadwal nya ujian bukan? ah,,, lagi-lagi saya ragu dan menyimpan handphone nya kembali. tapi apa salah nya kalau saya coba hubungi dulu siapa tahu perasaan saya salah, tapi kalau benar gimana?. masyaallah,,, ini kenapa jadi begini, saya seolah bukan diri saya yang sebenarnya. untuk menelepon dan bicara saja rasa nya mulut ini begitu sulit, begitu kaku. astaghfirullah,,,


__ADS_2