Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
bukan pesta piyama


__ADS_3

"assalamualaikum" tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan masuk kedalam kamarku


"waalaikumsalam wr wb" jawabku sambil melepas mukena yang masih menempel diwajahku "asyila" kata sambil memeluk asyila saat dia menghampiriku


"Afwan ya ana baru jenguk anti"


"iya gpp ko, Alhamdulillah anti udah sehat sekarang" aku tersenyum bahagia melihat sahabatku yang mulai kembali ceria "Maryam mana?" tanyaku sambil melihat ke arah pintu


"oh, tadi sih bareng ke sini nya tapi pas didepan rumah pengasuh BI Nani manggil suruh ke rumah ibu dulu katanya"


"ko anti gak ikut?"


"enggak ah, kan yang dipanggil Maryam aja"


"anti nginep sini kan temenin ana juga biar kita bisa bobo bertiga kan seru"


"iya ana nginep sini juga"


"emang dibolehin gitu?"


"dibolehin dong kalo yang ijin ke ustdzah nya asyila" kata nya membanggakan diri

__ADS_1


"iya deh iya siapa sih yang gak tau sama asyila situkang rayu hehe,"


"bentar ya ana ngambil kasur dulu dikantor" kaya nya sambil berdiri dan berlalu menuju kantor poskestren. disini memang menyediakan banyak kasur yang disimpen khusus dikantor peralatan poskestren untuk jaga-jaga kalo kekurangan tempat tidur atau kalo kebetulan kasur yang sudah dipakai sedang dicuci.


"assalamualaikum misi misi nur" asyila kembali dengan membawa dua lipatan kasur busa kecil


"waalaikumsalam, sini biar ana bantu" aku bangkit namun langsung di cegah oleh asyila


"jangan,,,anti istirahat aja kan lagi sakit"


"assalamualaikum bestie" Maryam masuk dan langsung memeluk kita berdua yang sedang duduk diatas ranjang


"waalaikumsalam wr wb" jawabku dan asyila sambil membalas pelukan Maryam


"apaan sih, lebay banget" kata asyila sambil mengusap pipinya yang dicubit Maryam


"haha gak lebay gak rame" jawab Maryam sambil meletakan kantong kresek yang sedari tadi dipegang nya


"cieee ada yang lagi banyak duit nih sampe bawa sekantong makanan"


"iya dong nur, aku kan anak sultan haha"

__ADS_1


"masyaallah sultan mana nih, ko ana gak tahu"


"jangankan anti syil, ana aja gak tahu hahaha"


"huhhh dasar GJ"


kami pun tertawa bersama dengan guyonan-guyonan yang kami lontarkan. sungguh ini adalah salah satu suasana paling indah dipondok ini, aku bisa ngobrol dan bercanda santai dengan kedua sahabatku tanpa ada air mata hanya candaan yang membuat kami tertawa. walopun diantara kami ada yang sakit, yaitu aku. tapi dengan seperti ini seolah sakitku tidak berasa apalagi melihat keceriaan asyila kembali yang kemarin-kemarin sempat hilang, membuatku dan Maryam juga ikut murung dan bersedih. tapi kini kami disini, tidur dan cerita bersama tanpa ada yang lain.


"oia, Iam anti gak bawa buku laporan? biar bisa dikerjain bareng disini kan besok harus udah dikasih ke ustadzah" aku jadi teringat tujuanku hari ini ke perpustakaan adalah untuk menyelesaikan catatan laporan kepengurusan


"udah ana kasih ko buku nya ke ustadzah tadi pas sekalian kesini"


"emang nya udah beres semua catatan nya"


"udah dong, kan tadi abis pulang dari sini aku kerjain bareng Ulfah dibantu asyila juga, jadi anti gak usah mikirin itu yang penting sekarang fokus istirahat biar cepet sembuh"


"masyaallah, kalian perhatian banget sih gak percuma ana punya dua sahabat, dua-duanya bisa diandelin gak pada mubazir jadinya hihi"


"waaahhhh maksudnya apa nih"


"kaya nya dia minta dikeroyok Iam"

__ADS_1


"ayo siapa takut" merekapun menghampiriku dan langsung menyerang dengan jurus andalan mereka yakni menggelitik ku sampe mereka puas, "hahahaha ampuunnn geli geli"


__ADS_2