
sesampai nya dikelas, aku langsung duduk menunggu bel masuk berbunyi.
"hei,,,hei,,,men temen tahu gak, ada gosip baru lho, gosip ter hot Poko nya sejagad raya,," tiba-tiba asma yang satu kelas saat ujian dengan ku berkata dengan sedikit berteriak kepada temanku yang lain yang ada dikelas ini.
sebenarnya asma juga jurusan keagamaan sama sepertiku hanya saja kami beda kelas dia dikelas B dan aku kelas A, orang nya memang senang sekali bergosip bahkan terkadang suka menyindir teman yang lainnya kalo ada masalah pribadi dengannya, maka nya aku tidak terlalu akrab dengannya. hanya saja untuk saat ujian seperti sekarang ini, nama kami diacak sesuai urutan nomor yang didapat, jadi mau tidak mau kami harus berbeda kelas, bercampur dengan yang lainnya yang masih satu jurusan.
"apa sih ma,, bikin penasaran aja" kata Syakira penasaran
"tau gak,, tadi pas aku jalan ke sini lewat rumah pengasuh,,terus aku liat ibu pengasuh turun dari mobil, sama siapa coba tebaaakk"
"siapa emang?" kini giliran Syifa yang menanggapi, yang merupakan teman satu kelas nya asma
"jeng,,,jeng,,,siapa ya,," lagi-lagi asma malah membuat seisi kelas yang penasaran dengan berita nya. sebenarnya aku, Maryam dan teman lain nya yang barusan berangkat bareng denganku sudah tahu apa yang mau disampaikan oleh asma. tapi kami lebih memilih untuk diam saja, biarlah asma yang menyebarkan tentang hal itu toh itu udah biasa baginya.
"ih,, dia mah,,, keburu bel masuk" kata Syifa lagi seperti tidak sabar apa yang akan disampaikan oleh asma secara detailnya.
"iya sabar,,nih aku sebutin yah,, tadi ibu pengasuh turun dari mobil sama calo nya Gus hafidz lhoo,,,"
"waaahhh,,, masa sih? jangan ngarang deh ma" kata Syakira pada asma
__ADS_1
"ihhh,, serius. orang ibu pengasuh nya sendiri yang bilang. kata nya gini 'gimana calon disini enak kan suasananya adem' gitu tau"
"masa ah? bukannya Gus hafidz suka nya sama nurain?" kata Nadia yang tiba-tiba ikut bicara, padahal dari tadi hanya sibuk dengan buku nya. dan aku yang mendengar itu, hanya diam karna enggan membahas sesuatu yang pada akhirnya akan menyudutkan ku.
"masa sih? kaya nya enggak deh, kalo sama nurain gak mungkin dong ibu pengasuh nyariin calon buat fus hafidz mana dibawa kesini segala lagi. dan tau nggak kalian calon nya itu masyaallah cantik nya pake banget, anggun lagi" kata asma lagi seolah ingin memanas-manasi aku dengan bicara seperti itu
"ya iya lah pasti nya itu, orang Gus hafidz nya aja ganteng, pinter, mana bentar lagi lulus S1, di Turki lagi. pasti nya ibu gak bakalan asal salah pilih calon buat anak nya" sambung Syifa kepada asma
"terus nurain gimana dong?" kata Nadia sambil melirik ke arah ku
"yaahhh,,, itu kan cuma gosip kita gak tau Gus hafidz nya yang suka apa nurain nya yang suka" kata asma lagi
"manggil ke rumah kan bukan berarti suka" kata asma kembali
"ko kaya nya, anti gak suka gitu ma sama nurain?" kini sakina yang angkat bicara
"bukan gak suka, kan disini kita lagi ngomongin calon Gus hafidz kenapa malah nyambung nya ke situ-situ. lagian nurain nya aja dari tadi diem kenapa jadi kalian yang kaya nya emosi gitu"
"kita bukan nya emosi, cuma setidak nya anti jaga perasaan nurain dong, bukan kaya yang menyudutkan gitu"
__ADS_1
"ko menyudutkan? sekarang kita tanya aja deh nurain nya langsung, bener gak kalo Gus hafidz suka sama dia? lagian kan nurain nya aja lagi masa hukuman karna maen surat-suratan sama santri putra berarti dia emang gak ada hubungan apa-apa kan sama Gus hafidz. iya kan nur?" tanya asma kepada ku, dan semua yang ada di kelas langsung melihat ke arahku seolah menunggu kepastian dari jawaban ku
"kalian ini kenapa sih, kalo mau ngegosip soal calon dari Gus hafidz ya gak usah bawa-bawa nurain juga. orang yang gak tahu apa-apa jadi dibawa-bawa, kalian gak kasian apa sama nurain udah buat malu dia?" kata Syakira kembali membela ku sebelum aku menjawab pertanyaan dari asma, karna jujur aja sebenernya malas banget aku dengar hal seperti itu pagi-pagi begini.
"ko anti terus yang jawab sih sya, aku nanya nya sama nurain bukan anti, atau anti coba nutup-nutupin kalo emang nurain nya aja yang kecen-tilan gitu" kata asma tanpa ragu dengan nada yang sinis terhadap ku, entah lah dia kenapa seperti tidak suka terhadap ku. tapi mendengar semua kata-kata nya membuat ku ingin pergi dari kelas ini, aku malu dipermalukan seperti ini didepan teman-teman ku.
"asma diem, kalo ngomong di jaga ya, anti gak tahu jadi jangan sok tahu" dia Maryam, bicara dengan nada tinggi sambil menahan amarah kepada asma
"tau deh, kalo temen ngebela gitu pasti nya. lagian yah, nurain dari tadi diem berarti dia merasa. kalo enggak mana mungkin cuma diem tanpa bicara apa-apa"
"iya ih, ko malah kalian yang panas sih" kini Syifa yang seolah berpihak pada asma "mendiang kita denger langsung penjelasan dari nurain, biar semua pada jelas. coba nur anti ngomong, ana juga mau tahu kebenarannya kaya apa sih, kata nya anti punya hubungan sama Gus hafidz, terus anti dihukum sekarang karna balas-balasan surat sama santri putra, jadi yang bener anti punya hubungan sama siapa? biar kita disini gak pada suudzon sama anti"
"atau,,, jangan-jangan hobi nya nurain emang DDTPS (diam-diam tebar pesona sana-sini)"
"si asma nih, kalo ngomong gak bisa banget dijaga ana sumpel juga tuh mulut nya" ku lihat Maryam semakin kesal pada ucapan asma yang semakin membuatku tersudut
"udah semua nya diam dulu, sekarang kita tunggu jawaban dari nurain nya aja" kata Nadia kembali menatap ku
"udah lah nur gak usah di jawab, gak guna. mendingan kita keluar aja jangan dengerin mereka" Maryam menghampiri dan memegang tangan mengajakku meninggalkan kelas
__ADS_1
"gak papa Iam ana disini aja, lagian bentar lagi bel masuk ujian ana gak bisa ninggalin kelas" aku melepaskan tangan Maryam "buat kalian yang mau tahu kebenarannya nya soal ana dan Gus hafidz, yaitu ana sama beliau gak ada hubungan apa-apa jadi gak usah bawa-bawa ana lagi ke dalam masalah yang berhubungan sama beliau. kemudian soal ana dihukum itu enggak ada sangkut pautnya dengan kalian dan juga bukan urusan kalian, jadi ana minta kalian gak usah ngebahas sesuatu yang bukan urusan kalian, rasa nya gak etis aja ngebahas sesuatu hal yang bukan urusan kalian, apalagi yang dibahas bukan sesuatu yang penting. dan buat asma, ana juga tahu diri kalau ana gak akan mungkin selepel sama Gus hafidz, jadi anti gak usah hawatir kalo ana bakalan bersanding sama Gus hafidz" aku dengan susah payah menahan emosi ku, namun tidak dengan air mataku, aku seolah mempermalukan diriku atas kejadian ini. kenapa harus aku? kenapa harus di saat aku akan meninggalkan pondok ini?,,, kenapa?,,