Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Malam Pertama??


__ADS_3

"Alhamdulillah kamu memang selalu menjadi kebanggaan kami nak"


umma memeluk Gus hafidz saat acara wisuda sudah selesai


aku hanya tersenyum memperhatikan. sebenarnya aku juga ingin memeluk suami ku sebagai ucapan selamat atas prestasinya, tapi rasa malu masih menguasai hati dan akal ku.


"Syukron umma, do'akan hafidz agar ilmu nya bermanfaat. dan___ makasih juga buat istri ku yang sudah menemani hari istimewa Abang"


tanpa ku duga Gus hafidz memeluk ku dengan erat dihadapan keluarga dan teman-teman nya.


aku langsung malu dibuatnya, bahkan mungkin pipi ku pun kini seperti udang rebus saking merah nya.


CIEEE


sorakan kecil dari umma, Arif, dan teman-teman Gus hafidz tak bisa terelakkan lagi


"ah,, ane juga mau nikah muda biar ada yang bisa di peluk-pelul gitu"


kata seorang teman Gus hafidz yang memakai kacamata


"guling juga bisa dipeluk-peluk kali"


timpal teman nya yang lain, kemudian kami pun saling tertawa lepas bersama.


"Abang gak boleh peluk ka mut dosa tahu"


tiba-tiba Gus Lutfi berlari ke arah tengah antara aku dan Gus hafidz


"hehe bener banget nih Ade Abang. tapi itu kemaren pas Abang sama ka mut belum nikah. kalau Sekarang gak apa-apa peluk juga jadi pahala bukan dosa"


Gus hafidz berjongkok menyejajarkan tinggi Gus Lutfi


"berarti kalau Luthfi mau peluk Nisa harus nikah dulu ya?"


'nisa'


kami semua saling berpandangan dengan nama yang disebutkan Gus Lutfi barusan.


"itu lho neng temen Gus Lutfi di sekolah nya yang cantik kaya boneka" bisik BI Nani namun dapat di dengar oleh semua yang ada disitu


OOHH


semua kompak ber ohh saat mendengar apa yang dikatakan BI Nani.


"Ade Abang belum boleh suka-suka an yah masih kecil"


Gus hafidz mencubit hidung Gus luthfi


"bukan suka Abang, tapi Lutfi gemes banget sama Nisa abis muka nya kaya boneka. temen-temen juga sama kaya Luthfi pada pengen cubit atau peluk Nisa soal nya gemes kata nya. tapi kata umma kalo laki-laki dan perempuan gak boleh cubit-cubitan apalagi peluk-pelukan"


"hafidz"


tiba-tiba seseorang memanggil nama suami ku dari kejauhan.


"kamu masih ingat aku?"


seorang perempuan datang menghampiri kami yang sedang berkumpul. semua melihat ke arah nya, termasuk aku.

__ADS_1


alisnya sedikit tebal, mata nya bulat sempurna, dagu nya terbelah dua, hidung nya mancung dan kulit nya sangat putih dengan rambut yang hitam pekat terurai. sungguh kecantikan yang natural dan sangat menyenangkan mata bagi setiap yang melihat.


"maaf"


kata Gus hafidz dengan raut wajah sedikit bingung


"Yasmin,, perempuan yang kamu tolong waktu tangan nya terjepit dekat rumah sakit"


kata nya dengan senyum cantik yang mengembang.


sekilas ku alihkan pandanganku pada Gus hafidz suami ku. 'apakah dia akan terpesona oleh perempuan bernama Yasmin tersebut?' batinku.


"eumm,,,oh,, iya saya ingat. bagai mana tangan anda apakah sudah sembuh kembali"


kini Gus hafidz yang balik bertanya dengan raut wajah yang tidak aku mengerti.


"pasti nya, oh iya apa ini keluarga mu?"


"iya ini keluarga saya. itu adalah ibu saya, itu adik-adik saya, ini teman saya, ini bibi saya, ini keponakan saya"


"yah,, saya tahu. Arif kan"


"hai, Yasmin"


kata Arif yang sepertinya memang sudah kenal dengan Yasmin.


"jadi kalian sudah saling kenal?"


tanya Gus hafidz pada Arif dan Yasmin


"sudah bang, dia satu angkatan dengan Arif. nah, kemarin yang waktu Arif bilang ada temen yang nanyain Abang itu adalah Yasmin"


aku menganggukkan kepala tanda salam kenal ku pada nya. tapi entah kenapa dia yang tadi nya tersenyum manis, kini sedikit berubah ekspresi wajah nya saat Gus hafidz mengatakan bahwa aku adalah istri nya.


'apa dia menyukai Gus hafidz?' aku bertanya dalam hati. ah,, sudah lah aku jangan suudzon sama orang lain apalagi dia baru kenal dengan ku.


~


setelah selesai makan-makan bersama keluarga, Babah dan umma memutuskan untuk menginap di hotel.


aku dan Gus hafidz sudah membujuk umma dan Babah agar mau menginap di apartemen saja, namun mereka menolak dengan alasan ingin mencari suasana yang baru. akhirnya kami pun mengalah dan kembali ke apartemen tanpa keluarga.


"sayang, Abang harus ke ruang kerja dulu ada pekerjaan yang harus Abang selesai kan malam ini juga. kalau kamu ngantuk tidur duluan aja gak papa"


kata Gus hafidz saat kami sudah sampai di apartemen.


"apa Abang mau makan lagi?"


"ternyata ini alasan nya, kenapa setiap laki-laki setelah menikah berat badannya berubah drastis"


kata nya sambil mencolek dagu ku. aku hanya mengernyitkan alisku karna tidak mengerti apa maksud dari perkataan Gus hafidz.


"Abang masih kenyang sayang, jadi kamu gak perlu repot nyiapin makan buat Abang. lebih baik kamu ganti baju habis itu istirahat"


aku pun masuk ke dalam kamar sedangkan Gus hafidz masuk ke ruang kerja nya.


setelah selesai mandi, aku hanya mengenakan handuk dan belum langsung mengganti baju.

__ADS_1


sebenarnya di tanganku sudah ada baju yang diberikan oleh ateu ku saat sebagai kado hadiah dari pernikahan ku.


LINGERIE itulah hadiah baju yang di berikan oleh ateu ku. entah apa yang ada di pikirannya. tapi yang jelas aku sangat tidak mungkin memakai pakaian itu di depan Gus hafidz kan??


DERRTT DERRRT


{Assalamualaikum nur kata nya lagi di Turki ya?}


panjang umur, orang yang aku omongkan dalam hati kebetulan mengirim pesan WA kepada ku


{iya teu aku lagi di Turki}


balasan dari ku


{waahh,, seneng banget bisa ke Turki. ateu kapan yah? ajak-ajak atuh layan kali}


{insyaallah, doain aja kita semua bisa ke sini suatu hari nanti}


{ngomong-ngomong kado dari ateu udah di pake belum? kalau belum sekarang waktu yang pas sekalian bulan madu mengpeng masih di Turki}


aku hanya membacanya dan tidak membalas nya.


{nur ponakan ateu yang cantik, menyenangkan hati suami itu dapat pahala banyak loh, anti juga pasti tahu itu. kalau anti pake baju itu, selain dapat pahala dari suami kamu juga dapat pahala karna sudah menghargai pemberian ateu mu ini, jadi Doble kan??😁}


hmmm,,, bener yah, paling bisa nih orang kalau soal bujuk membujuk.


'apa aku pake aja kali yah?'


setelah berpikir lama sambil membolak-balikkan baju itu, akhirnya aku putuskan untuk memakai nya.


ko malu sendiri yah, saat ku lihat diriku di cermin dengan pakaian ini. rasanya ini bukan aku. apa setiap perempuan yang sudah menikah harus memakai ini juga? agak risih dan aneh jadi nya.


Ceklek


Tiba-tiba pintu kamar terbuka saat aku sedang bercermin masih memperhatikan pakaian yang kini melekat di tubuhku.


sebuah lingerie tipis warna merah menyala dengan hiasan renda dan pita tepat di bagian depan dada ku.


aku hanya diam mematung saat Gus hafidz masuk ke dalam kamar dengan terus memandang ku dari kepala hingga kaki.


buru-buru aku mengambil handuk untuk menutupi tubuh ku yang hampir terlihat seluruh nya karna saking tipis nya lingerie yang ku pakai.


"apa semua ini untuk Abang?"


Gus hafidz menyentuh dagu ku dan mengangkat wajah ku agar melihat ke arah nya.


aku tidak menjawab nya, hanya diam tanpa kata.


"kenapa harus ditutup pakai handuk? kamu cantik sekali dengan pakaian itu di dalam kamar ini, dan Abang suka itu"


tangan nya kemudian membuka handuk yang ke pegang.


"tunggu ya, Abang mau bersih-bersih sebentar agar tubuh Abang setidak nya wangi seperti kamu"


aku hanya mengangguk, dan menunggu Gus hafidz di atas ranjang dengan perasaan yang tidak bisa ku jelaskan.


sepuluh menit kemudian Gus hafidz sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian pusar hingga lutut nya.

__ADS_1


aku di buat malu karna harus melihat nya telanjang dada. tapi sebagai wanita yang normal aku pun di buat kagum dengan tubuh nya yang cukup atletis dengan otot yang tidak terlalu besar namun mampu membuat hati setiap wanita terpesona jika melihat nya. apalagi rambut nya yang basah membuat tubuh nya semakin terlihat maskulin.


apakah aku boleh mengatakan love you sekarang? setelah melihat tubuh nya yang kekar? hehe hanya becanda pemirsa. karna sebenar nya aku sudah mencintai nya entah sejak kapan, tapi yang jelas perasaan itu sekarang semakin tumbuh untuk nya 😁😁


__ADS_2