Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Bertemu Nilam


__ADS_3

POP Gus Hafidz


setelah mendengar apa yang bibi katakan, saya langsung men-cek handphone saya.


'pantas, di silent'


empat belas panggilan tak terjawab, juga ada lima pesan yang belum saya baca


pesan dari Farah:


{assalamualaikum, bang Farah sama umma dan teh nur belanja nya masih lama. jadi Abang santai aja ya rapat nya, jangan buru-buru 😁}


pesan dari Miss reyan:


{assalamualaikum hafidz itu file yang harus kamu pelajari mengenai proyek kita yang baru di Sukabumi}


pesan dari Arif:


{assalamualaikum bang gimana kabar nya sehat? mudah-mudahan selalu sehat ya semua yang di sana. kalau Abang ada waktu senggang, Arif mau vc an sama Abang, ada yang mau Arif tanyakan tentang pelajaran yang tidak Arif mengerti 🙏}


pesan dari nomor tidak di kenal:


{assalamualaikum, hafidz ini teman nya Aisyah. maaf sebelum nya jika aku sedikit lancang, hanya saja ada yang ingin aku bicarakan dengan mu penting}


{aku udah coba hubungi kami beberapa kali, tapi tidak ada jawaban. jadi aku coba menghubungi mu via telpon rumah, dan kata nya kamu sedang rapat. dengan sangat mohon, kalau bisa aku ingin ketemu langsung dengan kamu🙏}


sejenak saya berpikir, bingung harus menjawab apa. di satu sisi saya takut membuat nurain salah paham, namun di sisi lain saya juga takut jika apa yang akan di sampaikan oleh teman nya Aisyah adalah sesuatu yang sangat penting.


{apa tidak bisa di sampaikan via telpon?}


satu balasan pesan dari saya untuk nya.


{seperti nya kurang nyaman jika harus bicara via telpon}


tak butuh waktu lama satu balasan dari teman Aisyah masuk


{baiklah, saya akan menemui kamu}


akhirnya saya pun memutuskan untuk menemui nya secara langsung, mudah-mudahan ini memang yang terbaik.

__ADS_1


{sebelum nya aku ucapkan terimakasih hafidz, untuk tempat nya aku kirimkan sekarang lewat serlok}


tanpa menunggu lama, teman nya Aisyah mengirimkan lokasi yang telah dia tentukan.


"assalamualaikum, de belanja nya masih lama?"


tanya saya pada Farah via telpon di sela-sela saya menyetir mobil


"waalaikumsalam, lumayan sih bang. kenapa? Abang udah mau jalan yah?"


tanya Farah di sebrang sana


"iya, tapi Abang ada keperluan dulu sebentar. baru setelah selesai langsung ke situ"


"oke deh bang, Abang selesain aja dulu urusan Abang. lagian kita di sini masih asik pilih-pilih baju buat ponakan Farah tersayang hehe"


"iya de, tapi Abang nitip nurain yah jangan sampe kecapekan"


"iya, siap bang"


setelah menutup sambungan telpon nya, tak lama kemudian saya pun sampai di sebuah cafe yang telah di tentukan oleh teman nya Aisyah.


ketika masuk, seorang perempuan dengan hijab denim melambai ke arah saya. pakaian nya tidak terlalu syar'i seperti Aisyah, dia hanya mengenakan celana dari bahan dan kemeja longgar yang senada dengan warna hijab nya, tapi itu cukup sopan dan tidak risih di pandang mata.


saya hanya mengangguk dengan sopan, tanpa memperkenalkan diri karna menurut saya dia sudah tahu ketika pertamakali dia mengirim pesan kepada saya.


"mau pesan minuman atau makanan?"


lanjut nya


"minuman saja"


"baik lah"


kemudian dia pun memanggil salah satu waiters dan memesan satu minuman untuk saya.


"sebelum nya aku minta maaf karna sudah membuat kamu datang ke sini. ada hal yang ingin aku tanyakan sekaligus aku sampai kan tentang Aisyah. hafidz aku tahu seberapa dekat nya Aisyah dengan kamu, aku juga tahu bagaimana perjalanan hidup kalian. aku tahu bagaimana bahagia nya Aisyah saat dia bercerita tentang kamu, aku juga tahu bagaimana sedih dan hancurnya Aisyah saat tahu bahwa kamu lebih memilih perempuan lain, aku tahu semua nya, karna aku yang selalu ada di sisi nya saat dia bahagia dan terluka. tapi hafidz untuk kali ini, aku tidak bisa melihat Aisyah menyiksa diri nya sendiri karna pertunangan nya"


wanita itu yang bernama nilam, mulai meneteskan air mata nya seolah dia pun merasakan kesedihan sahabat nya.

__ADS_1


"aku tahu, Aisyah tidak mencintai ka Alfan, aku tahu dia masih belum bisa membuka hati nya untuk lelaki mana pun. karna di hati nya masih ada kamu. dia selalu bilang pada ku, bahwa dia sudah bisa ikhlas melepaskan mu, dia ikhlas dengan takdir nya yang tidak berjodoh dengan cinta nya. tapi tidak dari sorot mata nya. bahkan menjelang pertunangan nya, bukan keceriaan yang ku lihat, tak ada sedikitpun kebahagiaan yang terpancar dari wajah nya. justru hanya ada kesedihan dan bahkan sikap nya yang seolah menyiksa diri nya. dia semakin sibuk dengan pekerjaan yang seharusnya tidak dia lakukan, dia sering meninggalkan makan dengan alasan puasa, bibirnya selalu mengucap dzikir, tapi aku tahu hati nya hampa, hati nya kosong fidz. dia seolah tidak memiliki semangat hidup. dia hidup tapi seolah mati. bagiku, saat ini Aisyah hanyalah boneka untuk diri nya sendiri. aku belum pernah melihat dia sesakit ini. tubuh nya memang sehat, tapi batin nya, hatinya, sangat terluka. jadi aku mohon pada mu, bujuk Aisyah agar dia tidak memaksakan pertunangan ini, karna aku takut jika dia memaksakan diri, nantinya hanya akan ada luka diantara mereka. dan aku juga mohon agar kamu mau___menikahi dia"


rasanya hati ini terenyuh saat mendengarkan bagaimana kehidupan Aisyah sekarang di belakang ku. tapi,,,


"saya__saya tidak mungkin menikahi Aisyah"


"kenapa? bukan kah agama kita memperbolehkan ada nya poligami?"


"iya tapi__"


"tapi apa fidz? tapi kamu tidak mencintai nya?"


"poligami tidak semudah itu. ada syarat-syarat tertentu yang memperbolehkannya ada nya poligami"


"apa Aisyah tidak cukup memenuhi syarat? dia tersiksa dengan perasaan nya, bahkan seperti hampir putus asa. apa itu tidak cukup untuk syarat berpoligami?"


saya terdiam, memikirkan semua masalah ini. saya bingung harus bagaimana, karna saya juga tidak mau melihat Aisyah tersiksa dengan hidup nya. tapi__saya juga tidak mungkin menyakiti nurain yang sebentar lagi menjadi ibu dari anak ku.


"apa kalian senang ikut campur dalam kehidupan ku?"


"AISYAH??"


saya dan Nilam sama-sama terkejut saat melihat Aisyah sudah ada di samping kami


"apa belum cukup dengan semua yang aku alami, membuat kalian mengerti dengan semua keputusan ku ambil? Nilam, aku pikir kamu sahabat ku. ternyata aku salah, kamu tidak mengerti aku, kamu membuat ku begitu hina di hadapan hafidz"


"bukan gitu isy, aku__"


sebelum Nilam melanjutkan kata-katanya. Aisyah mengangkat telapak tangan nya untuk menghentikan Nilam.


"dan kamu fidz, jika memang tidak ada rasa dalam hati mu untuk ku. jangan pernah kamu menunjukan kepedulian mu terhadap ku, seolah aku ini berarti untuk mu. dan aku ucapkan terimakasih buat kalian, yang sudah berhasil membuat hidup ku malu dan hancur"


Aisyah pun keluar meninggal saya Nilam. namun dengan segera Nilam menyusul nya, begitu pun saya yang ikut menyusul mereka dari belakang.


Aisyah, malah berlari dengan tangis nya saat saya dan Nilam mencoba menyusul nya.


AISYAAAAHHH


Nilam berteriak saat melihat sebuah mobil yang melaju cepat hendak menabrak Aisyah.

__ADS_1


dengan cepat saya langsung berlari menyusul Aisyah, dan,,,,,


bersambung


__ADS_2