
POV Gus hafidz
saya termenung di ujung ranjang tempat tidur setelah saya mendengar kabar tentang nurain dari umma. lega karna saya bisa tahu keadaan dia, sedih karena ternyata dia sedang mempunyai masalah di pondok dan itu disebabkan oleh saya.
adzan magrib berkumandang, saya langsung melangkah menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. setelah itu bersiap untuk pergi ke mesjid dekat apartemen. saya biasa sholat di mesjid itu jika kebetulan tidak sedang kemana-mana. Arif sudah menunggu dekat pintu keluar saat saya keluar dari kamar.
"Abang,,, baik-baik aja kan?" tanya Arif dengan pandangan yang terlihat hawatir terhadap saya
"baik,, Abang baik-baik aja ko"
dia pun tidak bertanya lagi, dan kami berjalan menuju masjid bersama.
hari ini yang menjadi imam adalah syeh Baris, beliau merupakan imam Istiqomah di masjid ini. namun terkadang beliau meminta saya untuk menggantikannya menjadi imam jika beliau sedang berhalangan atau ada udzur sehingga tidak bisa menjadi imam dalam sholat. sebenarnya saya sungkan, karna ilmu saya belum seberapa di bandingkan beliau. namun, dengan segala ke tawadhu an nya beliau selalu berkata 'ilmu itu harus diamalkan walau pun sedikit, tak ada yang banyak atau pun sedikit dalam ilmu, tapi yang jadi pembeda itu diamalkan atau tidak nya ilmu itu. saya ataupun kamu sama saja, sama-sama masih belajar'.
setelah selesai sholat dan berdzikir sebentar, saya dan yang lainnya bersalaman kepada syeh Baris.
"nasılsın hafız? Günü tekrar gördüm, Hafidz'in bu camide tekrar cemaatle namaz kılmasını istiyorum. (gimana kabar nya hafidz? baru hari saya lihat lagi nak hafidz sholat berjamaah lagi di mesjid ini)." kata beliau saat kami sama-sama melangkah ke arah pintu keluar masjid
"Elhamdülillah, iyi. Evet, dün kampüste çok zaman geçirdim çünkü katılmam gereken birçok aktivite vardı.(Alhamdulillah baik. iya kemarin-kemarin saya banyak menghabiskan waktu di kampus karna banyak kegiatan yang harus saya ikuti)" jawab saya sambil menunduk sopan, begitu pun Arif yang hanya mendengar percakapan kami
"Alhamdulillah kalau memang di sibukkan dengan hal-hal positif saya senang mendengar nya. lain kali mampir ke rumah saya, kebetulan anak saya ingin bertemu dengan nak hafidz, ingin belajar talaqqi kata nya"
"waahh,,, rasa nya belum pantas kalo sama saya belajarnya. karna saya juga masih harus banyak belajar lagi pada syeh Baris" jawab saya merendah dan sopan
"jangan seperti itu, sudah saya bilang kita dama-sama belajar tidak ada yang paling bisa atau pun paling unggul. lagian anak saya gak mau belajar talaqqi kepada saya kata nya gak asik, kaku. mau nya sama yang muda-mudah biar tidak membosankan"
kami pun tertawa renyah mendengar pengakuan syeh Baris tentang anak nya.
"insyaallah ya syeh, nanti saya luangkan waktu untuk berkunjung ke rumah antum"
__ADS_1
"baiklah, saya tunggu waktu itu. semoga Allah memperkenankan. kalo begitu saya permisi duluan, asslamulaiakum"
"waalaikumsalam wr wb"
beliau pun berjalan mendahului saya dengan di ikuti oleh ke dua murid nya dari belakang. sedang saya dan Arif pun kembali berjalan hendak ke apartemen kembali.
"bang,,, hari ini jadi kan antar ana ke toko buku?" tanya Arif saat saya hendak masuk ke dalam kamar saya.
"iya insyaallah pasti jadi, sekarang Arif siap-siap dulu. Abang juga sama mau ganti baju dulu"
~
di toko buku Arif sibuk memilih buku yang hendak dibeli nya, sedang kan saya hanya duduk di kursi yang telah disediakan di dalam toko sambil memainkan handphone.
"bang,, gak papa nih Abang nunggu?" tiba-tiba Arif sudah ada di depan saya
"gak papa, santai aja"
"ya udah Abang nunggu di situ aja ya, sekalian ngopi" saya menunjuk sebuah cafe yang terletak di sebrang toko ini
"oke lah bang, nanti kalo Arif selesai Arif langsung ke situ nyamperin Abang"
"siap"
saya pun keluar toko buku dan melangkah menuju cafe yang tadi saya maksud. sebenarnya cafe ini belum lama berdiri mungkin sekitar satu tahunan, dan ini baru pertama kali nya saya mampir ke cafe ini. walau pun saya sering ke toko buku tadi, tapi setelah selesai saya selalu langsung pulang karna saya bukan tipe orang yang senang nongkrong di cafe.
saya masuk ke dalam cafe dengan mengucap bismillah, karna itu yang paling utama. segala sesuatu harus dimulai dengan menyebut nama Allah. ternyata tempat nya lumayan nyaman, dengan nuansa yang estetik dan di iringi lagu-lagu yang syahdu. Namun yang jadi pusat perhatian saya adalah di ujung cafe ini terdapat pagar buatan yang mana di dalam nya terdapat lemari dengan buku-buku yang lumayan cukup banyak berjajar secara rapi, tak lupa juga ada meja tanpa kursi mungkin di peruntukkan bagi mereka yang ingin duduk lesehan. unik, menarik, itu kesan pertama saya pada cafe ini. karna jujur saya baru pertama kali melihat cafe yang menyediakan seperti perpustakaan mungil didalam nya.
"permisi, ini pertama kali nya saya ke sini. jadi saya belum tahu menu yang di sediakan di sini" tanya saya pada seorang waiters
__ADS_1
"baik tuan, anda ingin memesan minuman atau makanan?" tanya nya balik kepada saya
"minuman saja"
"baik tuan ini untuk menu minuman nya" dia memberikan saya sebuah buku menu, kemudian saya pun memesan satu minuman yang menjadi menu unggulan di cafe ini.
"kalau begitu silahkan anda duduk, nanti saya antar kan minuman yang anda pesan"
"terimakasih,,, tapi sebelumnya mohon maaf saya ingin bertanya, di sudut itu terdapat banyak buku yang terpampang rapi dilemari, apakah itu hanya sebuah hiasan atau,,,"
"Anda bisa meminjam dan membaca nya kalau mau. bos kami sengaja menyediakan itu untuk para tamu yang ingin menikmati minuman atau pun cemilan sambil membaca santai disini" jelas waiters tadi, seolah paham apa yang ingin saya tanyakan selanjutnya.
"oke terimakasih untuk informasinya"
"sama-sama tuan"
saya pun menuju lemari buku tersebut, dan langsung melihat-lihat ada buku apa saja disitu. tenyata lumayan banyak mulai dari novel, pengetahuan, filsafat sampai buku tentang hikayat dan ilmu-ilmu agama lainnya.
tiga puluh menit berlalu, Arif baru selesai dari membeli buku nya yang kemudian menghampiri saya yang masih asik duduk di cafe sambil membaca buku. sebelum pulang saya mengajak makan Arif sekalian di cafe ini, agar di apartemen nanti tidak ada kata 'kelaparan' karna belum makan. sekalian saya juga ingin mencicipi menu makanan di cafe ini.
"lumayan enak juga bang makanannya" kata Arif saat sudah memasukan satu suapan makanan yang dipesannya tadi
"Abang sering ke sini ya?" tanya nya lagi
"enggak,, justru ini pertama kali nya Abang ke sini" jawab saya apa ada nya
"waahh,, hebat baru pertama kali ke sini tapi Arif perhatikan Abang betah duduk-duduk di cafe ini"
"lumayan,,, karna cafe ini unik dengan menyediakan lumayan banyak buku yang bisa dibaca sambil minum-minum dan duduk santai"
__ADS_1
"waahhh,,, iya bener bang, Arif baru sadar kalo ada buku-buku dilemari, mungkin saking lapar nya sampe enggak ngeuh ke situ,,, hee" jawabnya terkekeuh saat mendengar perkataan saya tentang ada nya buku-buku yang bisa dibaca disini. begitulah Arif kalau sudah lapar, seolah lupa dengan keadaan sekitar. tidak jauh berbeda sebenarnya dengan saya hehe