Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Tangis mu, Tangis ku


__ADS_3

POV Maryam


pagi ini aku berniat menghampiri nurain dan asyila bersamaan agar berangkat bareng-bareng menuju madrasah, tapi saat diambang pintu ku lihat nurain sedang berjalan, sendiri tanpa asyila. aku pun memutuskan untuk memanggil dan menyusulnya, kami berjalan menuju kelas tanpa kata.


aku tahu saat ini nurain pasti sangat sedih karna tadi malam dia baru saja dipanggil oleh bagian keamanan, tadi nya aku tidak akan menanyakan kesalahan apa yang membuat nama nya dipanggil, tapi saat ku lihat mata nya yang bengkak, aku semakin hawatir maka aku putuskan untuk menanyakan nya langsung, tapi tak ada jawaban dia hanya mengatakan ingin belajar karna semalam tidak sempat belajar. aku mengangguk, mengerti perasaan dia.


selang beberapa menit teman-teman kelasku mulai berdatangan termasuk asyila, aku menatap asyila dengan raut wajah yang meminta jawaban tentang nurain mungkin asyila tahu, tapi dia hanya menggelengkan kepala dan duduk dibangku nya tanpa menghampiriku ataupun nurain. yah,, semenjak kejadian asyila melamun, dia seolah menghindar dari ku dan nurain. entah lah kenapa dia seperti itu. aku sempat bertanya pada nya apakah punya masalah lagi dengan keluarganya, namun dia hanya menjawab tidak ada masalah, aku memilih untuk tidak bertanya lagi mungkin asyila belum siap untuk cerita, jadi ku berikan waktu untuk asyila dengan dirinya sendiri. tapi jika untuk nurain, aku tidak bisa karna ini pertama kali nya aku melihat dia murung dan menangis hingga mata nya bengkak.


"nur, belajar diperpustakaan yuk?" ajak ku saat kami selesai melaksanakan sholat duhur berjamaah dimusholla.


"kayak nya ana mau belajar disini aja Iam"


"ana temenin yah"


"eummm,,, kalo boleh, ana mau sendiri dulu boleh? maaf bukan ana gak mau ditemenin anti, tapi untuk saat ini ana mau belajar sendiri dulu" nurain menolak untuk ku temani, aku mengerti keadaan nya saat ini, jadi aku pun mengikuti kemauannya. aku menuju kamar, kemudian ku lipat kembali mukena yang barusan aku pakai. ku ganti dengan hijab hijau tosca ku yang tergantung di pintu lemari.

__ADS_1


"Iam, anti mau belajar diperpustakaan?" tanya Hamidah yang sudah siap dengan buku-buku ditangan nya


"sepertinya gitu" jawabku sedikit ragu


"kalau mau ayo bareng sama aku dan Kania" ajak Hamidah padaku


"eumm,,, boleh lah. bentar ana nyiapin buku nya dulu"


"ya udah ana tunggu diluar ya sama Kania" kata nya sambil berjalan keluar kamar, aku mengangguk sebagai jawaban ku.


"Hamidah, Kania,, kaya nya ana gak jadi ikut belajar diperpustakaan deh" kata ku menghentikan langkahku dan langkah mereka


"kenapa?" tanya Kania


"gak papa, cuma kaya nya ana belajar dimusholla aja. sekalian ana lupa ada perlu sama nurain" jawabku jujur

__ADS_1


"yaahhh,, padahal udah seneng belajar bareng anti biar kalo ada yang kurang paham bisa nanya-nanya ke anti iam. tapi ya udah lah gak papa, besok-besok aja kita belajar bareng nya" Kata Kania dengan sedikit kecewa karna aku gak jadi belajar bareng dengan nya dan Hamidah


"iya maaf banget ya dah, can" kata ku dengan perasaan bersalah


"iya gak papa, kalo gitu kita duluan yah Iam, assalamualaikum"


Hamidah dan Kania pun berlalu menuju perpustakaan, aku balik arah menuju mushollah untuk belajar sekaligus menghibur nurain.


"syil, mau ikut ana gak belajar bareng nurain dimusholla?" tanyaku pada asyila yang kebetulan sedang berjalan dengan membawa buku ditangganya bersama hanifah


"eumm,, Afwan Iam kaya nya ana gak bisa, ana mau belajar di kamar nya sakinah udah janjian juga tadi mau belajar disana, iyakan nif? " asyila mengikut lengan Hanifah yang berada disebelah nya


"i-iya iam" jawab nya sedikit terbata-bata


"oh,, ya udah gak papa, kalo gitu ana duluan yah" aku pun langsung berlalu meninggalkan asyila bersama Hanifah. sebenarnya ada rasa kesal karena asyila seolah acuh pada nurain, dia seperti menghindar dan tidak peduli pada keadaan nurain. padahal jika ada masalah nurain orang pertama yang selalu peduli terhadapnya begitupun sebaliknya asyila pada nurain. tapi kali ini aku seolah melihat asyila berbeda, dia seperti menghindar dari ku dan berusaha untuk tak peduli pada nurain. kenapa syil? ada apa dengan anti?

__ADS_1


saat sampai depan pintu musholla, aku berhenti dan melihat ke arah nurain yang tengah duduk diatas sejadah masih dengan mengenakan mukena nya. aku tidak berani mendekati nya karna ku lihat dia tengah khusyu dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibaca nya, sekilas dia terdiam sejenak lalu kemudian dia menangis dengan tangisan yang begitu menyayat hati seolah itu adalah gambaran hati nya saat ini. aku hanya terduduk diam dibelakang nya dengan air mata yang ikut terjatuh melihat sahabat ku menangis sendirian.


__ADS_2