Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Mimpi atau Nyata?


__ADS_3

POV Gus hafidz


"Abi,,,"


sebuah suara yang mungil memanggil saya dari arah pintu masuk kamar saya. dia berlari dan saya pun dengan bahagia langsung menangkap nya ke dalam pelukan.


"aduuh,, putri Abi makin berat aja kalau di gendong. pasti makan nya pinter yah"


"iya, Naura suka kalau mama Aisyah yang masakin rasa nya enak"


kata nya dengan suara yang masih cadel khas anak-anak


"mama Aisyah? terus kalau Abi yang masak Naura suka gak?"


"suka dong, karna masakan Abi juga gak kalah enak. walaupun masak nya itu-itu aja hehe"


"hehe,, iya nanti sama Abi masakin makanan yang baru sesuai kesukaan Naura yah"


"makasih Abi,,, muach"


dia pun mencium pipi saya dengan bibir mungil nya.


tidak terasa, tiga tahun sudah saya dan Naura hidup tanpa nurain. sungguh hati sangat merindukan nya. berat rasa nya menjalani semua ini tanpa kehadiran nya, tapi saya selalu yakin bahwa kasih sayang Allah tak pernah putus. keajaiban nya akan membawa saya dan putri saya menuju kebahagiaan.


"hari ini, Naura jalan-jalan sama Abi yah. kita pergi ke mall beli boneka, beli baju baru buat Abi dan Naura. juga buat umi"


"horeeee,,,, Abi mau ajak Naura jalan-jalan"


kata nya dengan girang


"masyaallah, kaya nya cucu ammah lagi seneng banget nih hari ini"


ata umma saat saya menggendong naura ke ruang makan untuk sarapan bersama-sama


"hari ini Abi mau ngajak Naura jalan-jalan ammah"


kata naura dengan begitu girang


"asik, ateu ikutan ah"


giliran Farah yang ikut nimbrung


"enggak ah, naula mau sama Abi aja jalan-jalan nya"


"yah,,, ateu patah hati hiks"


semua yang ada di ruang makan tertawa mendengar ocehan Farah dan Naura yang sama-sama tidak mau mengalah.


"Abang kaya nya lagi bahagia banget yah hari ini?"


tanya Farah di sela-sela kami sedang sarapan bersama


"hari ini Abang dapet kabar dari Ayah kalau nurain sudah ada perkembangan yang lebih baik, motorik nya sudah mulai memberikan respon walaupun baru sedikit"


"Alhamdulillah yaa Allah, setidak nya kita kembali mempunyai harapan untuk kesembuhan putri umma"


dengan mata yang berkaca-kaca umma mengucap syukur atas apa yang saya sampaikan tentang nurain.


"Alhamdulillah yaa Allah"

__ADS_1


Aisyah dan Farah pun tak kalah bahagia mendengar berita baik itu.


"jadi kapan kamu mau ke Surabaya nak?"


"insyaallah besok umma hafidz akan ke Surabaya dengan membawa Naura. hafidz yakin nurain sangat merindukan putrinya"


"kenapa harus besok nak? Babah masih di Maroko kan. pasti Babah juga ingin ikut melihat keadaan nurain"


"umma, Farah, Babah dan Aisyah untuk sementara tunggu dulu kabar dari hafidz di sini. mudah-mudahan ayah sudah mengizinkan untuk hafidz membawa nurain kembali ke sini"


"tapi umma juga rindu dengan nurain"


"iya hafidz tahu itu, tapi besok biar hafidz dan Naura dulu yang ke sana. hafidz ingin bicara dari hati ke hati bersama ayah, dan umma di sini bantu hafidz dengan do'a yah"


saya mencoba memberi pengertian pada umma untuk bisa sedikit menahan rasa rindu nya pada nurain.


"baik lah kalau begitu. umma berdo'a mudah-mudahan kedatangan mu dan Naura bisa menjadi wasilah untuk kesadaran dan kesembuhan nurain"


AMIN


~


semua persiapan yang harus saya bawa sudah saya siapkan dengan sangat rapi. mulai dari keperluan Naura, keperluan saya dan terakhir baju yang kemarin saya beli dengan Naura.


'kamu tunggu kami ya sayang, insyaallah hari ini kita akan bertemu dan kembali berkumpul dengan putri mungil kita. sebentar lagi kamu akan melihat betapa cantik dan lucu nya buah hati kita'


sekali lagi saya mencium foto istri yang selama ini saya rindukan.


"gimana fidz udah siap semua?"


"sudah umma, tinggal di masukkan ke dalam bagasi mobil"


"ya sudah kita berangkat sekarang"


"mama aisy gak ikut BI?"


tanya Naura saat dalam perjalanan.


"enggak sayang, mama aisy ada pekerjaan dulu jadi gak bisa ikut nganterin kita"


"yah,,, padahal sebelum pelgi naula mau cium mama aisy dulu"


kata nya dengan suara yang masih cadel, dan itu berhasil membuat saya ingin mencium dan menggigitnya nya karna saking gemasnya.


'kamu pasti akan sangat bahagia mendengar suaranya sayang'


"gak papa nanti cium ateu aja yah sebelum pergi"


kata Farah dengan menirukan nada suara Naura


"eummm,,, mau enja yah"


putri ku Naura, menyimpang telunjuk di dagu nya seolah sedang berfikir keras atas permintaan ateu nya sambil sesekali melirik nakal pada ateu nya itu.


"wah,,wah,, ada yang ngajakin ateu nya berperang nih. awas yah,, siap-siap serangan menghampiri,,, ciaaat"


"hahaha,,, ampun ateu,,,,ampun,,,, hahaha"


tawa putri ku begitu riang saat Farah menggelitik tubuh mungil nya dan mencium nya tanpa henti.

__ADS_1


"kamu baik-baik yah di sana, jaga cucu ammah yang cantik dan Sholehah ini"


kata umma sambil mencium Naura saat kami sudah tiba di bandara.


"iya umma. umma disini baik-baik yah. maaf hafidz gak bisa nunggu Babah pulang dulu"


"iya gak papa nak, nanti setelah Babah pulang insyaallah umma nyusul kalian"


"baik-baik di sana yah ponakan ateu yang cantik"


kata Farah sambil menciumi Naura kemudian menyerahkan nya pada saya.


setelah selesai pamitan, tanpa menunggu lama saya dan Naura pun berjalan menuju pesawat yang akan membawa kami ke Surabaya, ke tempat dimana orang yang sangat kami rindukan selama beberapa tahun ini.


kurang dari dua jam, kami akan sampai di rumah ayah mertua atau Abah nya Naura.


Alhamdulillah selama perjalanan Naura sangat anteung, dia tidak menangis apalagi rewel.


justru dia banyak bercerita dan melihat sesuatu yang menurut nya baru bagi penglihatan nya.


kami sampai di sebuah rumah sederhana namun memiliki halaman yang cukup luas dan sangat asri karna di hiasi dengan berbagai macam tanaman dan pohon-pohon kecil.


kami di sambut oleh ayah saat sudah sampai di depan pintu. beliau melihat saya dan Naura secara bergantian dengan mata yang berkaca-kaca. tanpa menunggu lama, saya langsung menghampiri dan menyalami ayah yang langsung memeluk saya dan Naura.


"ayah senang bisa melihat kalian di sini"


kata beliau sambil meneteskan Air mata kerinduan.


"masyaallah ini cucu Abah, sangat cantik"


kini beliau menggendong Naura sambil menciumi nya dengan penuh kasih sayang.


"ini Abah Tsani kan?"


tanya Naura dengan polos. ayah melihat saya dengan kening yang mengernyit karena tidak paham maksud dari cucu nya.


"Abah Tsani itu maksudnya Abah yang kedua yah. karna menurut nya Abah yang di Bandung itu Abah Wahid atau Abah ke satu dalam bahasa Arab"


ayah hanya tertawa mendengar penjelasan saya mengenai panggilan yang di sematkan oleh Naura pada beliau.


"ya sudah sekarang kita masuk, ada yang sudah menunggu kalian di dalam"


kami pun masuk ke dalam dengan Naura yang di gendong ayah dan saya mendorong koper yang berisi perlengkapan kami.


"ayah, hafidz ingin melihat nurain boleh?"


saya tidak sabar ingin melihat keadaan istri yang sudah lama tak bisa ditemui.


"tentu boleh nak"


ayah pun membawa kami ke sebuah kama yang tak jauh dari ruang tengah rumah ini.


saya berdiri sebentar di depan pintu kamar itu, sekedar mempersiapkan hati ini sebelum melihat seseorang yang selama ini di rindukan.


"buka lah nak, ayah tahu kamu sangat merindukan nurain"


dengan bismillah saya pun membuka pintu itu, dan,,,,


"nur__nurain"

__ADS_1


seorang perempuan yang selama ini saya rindukan dengan segenap hati ini, sedang terduduk menghadap jendela. dia melihat ke arah saya dengan senyum yang dihiasi air mata.


subhanallah, walhamdulillah, apa ini nyata??


__ADS_2