Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
ada apa dengan kakak ku


__ADS_3

POP Agam


melihat sikap kakak ku akhir-akhir ini sedikit aneh. mulai dia yang memaksa ingin pindah kuliah ke Indonesia, penampilan nya yang sudah mulai berubah, bahkan dia sering pergi ketempat kajian-kajian islami dengan sendirinya.


bukan aku tidak suka dengan perubahan nya. hanya saja ini terlalu mendadak, dan aku merasa ada yang disembunyikan oleh kakak saat ini.


"kakak dari mana?"


tanya ku saat melihat kakak ku berjalan dengan cepat menuju kamar nya


"kakak habis dari luar capek mau istirahat"


kakakku pun kembali melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam kamar nya tanpa melihat ke arah ku saat bicara.


aku semakin merasa ada yang di sembunyikan oleh kakak ku saat ini. tapi apa? aku malah jadi bingung dengan sesuatu yang ku duga-duga sendiri.


"ka?"


aku mencoba mengajaknya bicara dengan mengetuk pintu kamar nya


"apalagi de? kakak mau istirahat capek"


kata nya Tanpa membuka pintu kamar nya.


{gam, hari ini jadi kan ketemu di cafe Heiller?}


sebuah pesan WA masuk dari bagus teman ku waktu di pondok pesantren


{insyaallah jadi, ini baru mau otw}


dengan segera aku pun langsung membalas pesan dari nya


tanpa menunggu kakak keluar, aku pun langsung berangkat menuju cafe yang sudah di janjikan.


"masyaallah gam, kemana aja ente. susah banget buat dihubungi semenjak lulus dari pondok?"


tanya bagus saat aku baru nyampe dan bagus sudah lebih dulu sampai di cafe


"iya, maaf Gus sibuk banget. gimana kabar nya nih? kuliah nya lancar?"


"Alhamdulillah baik semua nya. gimana kabar ente gam? di Turki betah?"


"haha, kalau betah gak bakalan balik sini kali"


"haha,, bener juga yah. tapi ana seneng banget, setelah sekian lama akhirnya kita bisa ketemu sambil nongkrong lagi kaya dulu"


"iya, bener,,bener,,"


kami pun larut dalam obrolan dan canda Tawa seperti dulu saat di pondok.


tidak banyak yang berubah dari kami, selain kesibukan masing-masing tentunya.


"eh gam, ana mau ngomong tapi ente jangan kesinggung yah"


"ngomong mah ngomong aja gak usah banyak basa-basi, bukan anta banget"


"ini tentang nurain"


aku terdiam sejenak, sebenarnya bukan gak mau mendengar nama nya. hanya saja hati ini masih dalam proses untuk melupakan nya.


"ente gak papa kan?"


kata bagus memastikan perasaan saya


"enggak lah, emang kenapa sama nurain"


"Ade ana kan mondok di sana, terus tadi sebelum ana ke sini, ana abis jenguk Ade ana dulu. terus dia bilang kalau tadi sore pondok di buat heboh, gara-gara ada perempuan cantik yang Dateng ke rumah ayah kiai buat nagih janji Gus hafidz buat nikahan dia. gila gak tuh"


mendengar apa yang di katakan oleh bagus, itu membuat aku sangat terkejut, karna aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan nurain mengetahui hal itu

__ADS_1


"ente bayangin, kalau itu bener Gus hafidz janji buat nikahin perempuan lain. gak kebayang deh ana gimana perasaan nurain, apalagi dalam keadaan hamil besar sekarang"


"APA?"


"ente gak tahu kalau nurain lagi hamil besar? haduh, kemana aja. di grup rame loh pada ngucapin selamat sama dia, karna dari angkatan kita, dia yang pertama bakalan jadi seorang ibu. hebat yah, tokcer juga Gus hafidz hehe"


yah, aku memang gak tahu kalau nurain sedang hamil. Karna selama ini aku memang memilih untuk keluar dari grup sementara.


aku tidak menyangka jika dia akan menjadi seorang ibu secepat itu.


padahal dulu, aku pernah bermimpi bahwa dia akan menjadi ibu dari anak-anakku. hmm, tapi mimpi hanyalah mimpi tidak untuk jadi nyata bagiku sekarang.


~


"sayang, kak Yasmin mana? ko belum turun?"


tanya mamah, papah dan aku sudah kumpul di meja makan untuk sarapan pagi


"enggak tahu mah, tadi sih pagi-pagi banget udah pergi. kata nya mau ikut pengajian subuh di masjid center"


"ko mamah ngerasa aneh akhir-akhir sama kakak kamu. mulai dari penampilan nya yang berubah, sering pergi ke pengajian terus__"


"udah lah mah, kan bagus Yasmin jadi mau memakai hijab, gak pake baju yang kekurangan bahan kaya kemarin-kemarin. dan yang paling penting dia mau kembali tinggal bareng kita, dan melanjutkan kuliah nya di sini"


kata papah memotong perkataan mamah yang belum selesai


"ih, bukan gitu pah. cuman kemarin pas mamah masuk ke kamar nya, mamah gak sengaja lihat buku yang membahas tentang poligami gitu. mamah gak ngerti deh sama perubahan kakak kamu yang menurut mamah begitu mendadak"


'poligami? kenapa kakak membaca buku-buku tentang poligami yah? apa jangan-jangan,,,ah,, tapi gak mungkin kakak sampai kaya gitu'


"kamu kenapa sayang? ngelamun apa?"


tanya mamah yang membuat ku kembali tersadar lamunan


"enggak mah, enggak lagi ngelamun juga"


"ya udah, sekarang makan yah sayang. abis ini kamu mau survey ke kampus mana lagi?"


"oh, ya udah tapi jangan pulang malam-malam yah nak"


"iya mah, insyaallah"


~


"eh, gak bukan nya itu asyila"


bagus menunjuk seorang perempuan yang menggunakan gamis biru muda dengan hijab yang senada


"iya, kaya nya itu asyila"


"kita samperin yuk, itung-itung reunian. siapa tahu dia ke sini bareng nurain atau Maryam, kan seru jadi kita bisa nostalgia"


"gak usah lah, takutnya dia lagi gak mau di ganggu"


"enggak mungkin, asyila orang nya asik. udah yuk kita samperin"


tanpa menunggu persetujuanku, bagus menarik tangan ku agar mau mengikuti langkah nya menghampiri asyila yang sedang sibuk memilah-milih buku yang berjajar


"assalamualaikum asyila"


sapa bagus saat kami sudah di dekat asyila


"waalaikumsalam wr wb,, bagus? Agam? kirain siapa tahu nya kalian"


"iya syil, kebetulan kita ketemu di sini. lagi apa?"


tanya bagus pada asyila


"lagi nyari buku aja"

__ADS_1


"kalian?"


"sama, kita juga lagi nyari buku sambil temu kangen. ngomong-ngomong sendirian ke sini? enggak sama nurain atau Maryam? biasa nya kan kalian selalu bertiga"


"enggak lah, sekarang kan mereka udah punya kehidupan masing-masing. jadi agak susah kalau pergi mau ngajak mereka"


"bener juga sih. eh,, ngomong-ngomong lagi sibuk gak nih? kalau enggak kita ngobrol-ngobrol dulu yuk sambil ngopi apa gitu"


"boleh, kebetulan emang lagi gak sibuk sih"


kami pun langsung mencari tempat makan yang dekat dengan toko buku tersebut.


"gimana nih, kuliah ngambil jurusan apa syil?"


kata bagus saat kami sedang menunggu pesanan kami datang


"Alhamdulillah belum kuliah. aku masih mondok dulu buat memperdalam ilmu agama, baru setelah itu kuliah insyaallah"


"subhanallah, pantas kalau aku perhatikan penampilan kamu memang berubah, jadi lebih anggun dengan hijab yang lebih panjang dari dulu. tapi itu bagus, aku support kamu buat jadi lebih baik"


memang benar, penampilan asyila Sekarang jauh berbeda dari sebelumnya. dia jadi lebih kalem, lebih anggun dengan pakaian nya, dan juga jadi lebih berkarisma.


aku pun di buat pangling saat tadi kembali melihat nya.


"ngomong-ngomong dari tadi aku perhatikan Agam diam aja. kenapa? ada yang di pikirkan?"


tanya asyila yang menyadari diam nya aku, dan hanya menyimak perbincangan diantara bagus dan dia


"kaya nya si Agam tersepona liat penampilan baru kamu syil"


"ah, bagus berlebihan"


"tapi memang sih, aku kagum dan salut dengan perubahan kamu syil. dan aku do'akan agar kamu Istiqomah dalam kebaikan"


"amin yaa Allah amin, Syukron ya buat do'a dan dukungan kalian"


kata asyila sambil menangkupkan kedua telapak tangan di dada nya.


setelah beberapa menit kami mengobrol, asyila harus pamit lebih dulu, karna ada sesuatu hal yang harus diurusnya.


sedang kan aku dan bagus masih asik stay di sini, sekedar ngobrol sambil ngopi-ngopi.


'ka Yasmin? sedang apa dia di sini?'


tanya ku dalam hati, saat aku hendak ke toilet tidak sengaja aku melihat ka yasmin dengan seseorang yang mungkin itu adalah teman nya.


"apa si hafidz ada menghubungi kamu Yas?"


aku mencoba menguping pembicaraan antara ka Yasmin dengan teman nya di balik dinding yang tak jauh dari tempat duduk mereka.


"enggak ada, jangan kan menghubungi ku, aku WA dia aja gak di balas. aku jadi takut kalau kejadian kemarin malah akan membuat hafidz benci sama aku nad"


"emm, mungkin aja sih. tapi setidaknya orangtua nya pasti minta agar anak nya menepati janji nya ya kan? apalagi kan poligami di agama kita tidak di larang. nah nanti, kalau dia udah nikahin kamu, baru deh kamu minta maaf"


"tapi aku jadi merasa bersalah saat melihat istri nya yang lagi hamil nad, aku takut dia jadi kepikiran dan berpengaruh pada bayi yang di kandung nya"


"aduh, Yasmin kamu itu lebay banget sih. enggak mungkin sampe segitu nya lah"


"kamu yakin?"


"udah lah gak usah di pikirin, yang penting kita tunggu sampe besok, kalau si hafidz belum juga ada ngontek, kamu datangi lagi dia ke rumah nya buat dia tepati janji nya"


ya Allah ternyata perempuan yang di ceritakan bagus waktu itu adalah kak Yasmin.


dia dengan sengaja datang ke pondok hanya untuk membuat kesalahpahaman antara Gus hafidz dan nurain.


masyaallah kak, kenapa sampai segitu nya sih? sampai kakak menghalalkan segala cara hanya demi bisa bersama Gus hafidz!


astaghfirullah,,,

__ADS_1


"masa sih?


__ADS_2