Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
mendadak sakit


__ADS_3

pagi ini seperti biasa aku dan santri putri lainnya mengantri dikamar mandi menunggu giliran untuk mandi.


"hey ko pagi-pagi udah ngelamun aja" sakinah teman sekamar ku tiba-tiba menepuk pundak ku hingga aku tersadar


"ah enggak, cuma lagi asik aja mandangin air" kata ku mengelak


"kenapa air nya? dingin yah? sedingin sikap Gus hafidz hihi" lanjutnya mulai meledekku


"apaan sih ko jadi nyambung ke situ" jawabku santai


"eh, tapi serius lho ini nanya, emang anti sama Gus hafidz begini?" katanya sambil memainkan telunjuk kanan dan kirinya


"itu apaan?" aku pura-pura tak mengerti


"yaaa itu masa gak ngerti?" kulihat sakinah mulai kesal dengan setiap jawabanku yang seolah tidak menganggapnya serius


"udah ah jangan ngebahas sesuatu yang unfaedah hoke" aku tersenyum dan menggandeng pundak nya

__ADS_1


"iya kan ini lagi nyari faidah nya right or not gitu!! eh tapi ngomong-ngomong ini yang didalem siapa sih ko lama banget mandi nya?"


"iya yah udah hampir sejam kaya nya" sambungku


"spada, misi man fiiddahil?" sakinah menggedor-gedor pintu salah satu kamar mandi yang barusan kita bicarakan


"ana, bentar lagi ko" jawab yang didalem, tapi aku dengar suara nya seperti parau kaya yang abis nangis atau mungkin sedang sakit


"ana teh siapa Ceu?" lanjut sakinah dengan nada guyonan, namun tak lama pintu terbuka dan tenyata yang dikamar mandi adalah asyila, aku langsung tertuju pada mata nya yang merah seperti yang habis menangis lama "asyila? kirain siapa yang didalem, ngapain aja Ceu lama banget Ampe sejam nunggu!" cerocos sakinah, dan asyila malah berlalu tanpa menghiraukan perkataan sakinah kepada nya "ihhhh kenapa dia? kaya nya abis nangis tuh nur" lanjut nya sambil melihatku


"iya nangis sama anti kaya nya" kataku sambil masuk ke dalam kamar mandi duluan, tapi aku juga sependapat dengan sakinah kaya nya asyila memang lagi punya masalah, ya sudah lah biar nanti aku tanyain.


"Iam, fah, kemarin malam ana dipanggil ustadzah dini kata nya beliau minta catatan pertanggungjawaban kita sebagai qismu taklim segera diselesaikan sebelum h-3 biar bisa di mutholaah dulu" kata ku pada mereka saat kami sedang berjalan menuju sekolah


"iya siap, tinggal dikit lagi ko ya kan fah?" jawab Maryam


"yoyoy" sambung Ulfah dengan nada yang datar

__ADS_1


"apaan tuh yoyoy?" kataku dan Maryam serempak


"iya maksud nya hee" sontak aku dan Maryam tertawa melihat expressi Ulfa yang gak biasa


"wah ada kemajuan, kirain Ulfah gak suka becanda" kataku sambil merangkul pundaknya Ulfah


"ketularan Neneng Nely kaya nya ini mah" sambung Maryam


"siapa lagi tuh?" kataku dan Ulfah karna merasa tidak kenal dengan nama yang disebutkan Maryam tadi


"sakinah, kan dia kalo lagi hobinya bercanda kaya Neneng Nely yang di tv itu hihihi"


"waaahhh bilangin nih sama sakinah dikatain sama Maryam" kami pun tertawa bersama sampai gak terasa ternyata kita sudah sampai didepan kelas.


satu pelajaran berlalu, saat aku sadar bahwa ada sesuatu yang kurang dikelas ini, tapi apa ya aku melihat sekeliling kelas, dan iya aku tidak melihat asyila dikelas ini. padahal tadi pagi aku lihat asyila sudah bersiap-siap hendak berangkat ke sekolah


"asyila kemana ya ada yang tau?" tanyaku pada teman-teman dikelas

__ADS_1


"ohh,, asyila diruang UKS badan nya panas, tadi sih udah kesini" jawab Selly salah satu teman kelasku. aku semakin yaki kalo ada sesuatu yang asyila sembunyikan.


setelah bel istirahat aku dan Maryam langsung ke UKS untuk melihat keadaan asyila.


__ADS_2