
POV Alfan
{assalamualaikum de aisy, hari ini bisa ke rumah belajar? kakak mau menyerahkan buku-buku baru buat anak-anak}
satu pesan aku kirimkan untuk de Aisyah, berharap dengan segera dia membalas nya dan bersedia mampir ke rumah belajar anak-anak.
"fan, Lo ngapain dari tadi bulak balik kin tuh handphone? kaya gorengan aja tuh hp di bolak-balik haha"
tiba-tiba Rama masuk ke dalam ruangan ku dengan membawa sebuah map
"sialan Lo, bikin gue kaget aja"
"lagian Lo ngapain bengong, bukan nya kerja ! oh lupa Lo kan bos nya, jadi bebas yah haha"
"udah lah, to the point. Lo ngapain ke sini?"
"nih, map yang berisi salinan laporan dari kantor cabang udah gue rekap semua nya. tinggal Lo cek lagi"
"oke, makasih yah"
"tapi ngomong-ngomong, serius gue nanya. Lo sebenarnya kenapa sih? gue perhatiin setelah acara lamaran kemaren, muka Lo tuh,,,,apa yah. eummm,,, kaya yang banyak masalah gitu, kurang aura kebahagian. harus nya kan Lo tuh happy, sumringah gitu ya kan, nama juga abis ngelamar orang yang di cinta. ini malah___"
"emang yah, Lo tuh paling bisa mengoreksi orang lain. padahal Lo sendiri juga masih jomblo Ampe sekarang"
"hahaha, bagus dong. jomblo aja gue pinter ngebaca reaksi orang yang jatuh cinta sama yang patah hati. apalagi kalau gue udah gak jomblo, ya kan!"
"serah deh, brow. hemm,,, tapi iya sih gue lagi gak menentu. maksud nya hati gue, satu sisi gue bahagia karna udah bisa maju selangkah buat dapetin Aisyah. tapi satu sisi gue juga takut, kalau ternyata Aisyah gak bisa nerima gue sepenuh hati. karna gue ngerasa, dia tuh kaya yang gak bahagia gitu jadi calon istri gue. bahkan dari semalem gue chat dia, balasan dari dia nya, kaya apa yah? kurang antusias gitu chat Tan bareng gue. apa mungkin, dia emang gak nyaman kali yah di samping gue ram?"
mungkin dengan bercerita ke Rama, hati ku bisa sedikit lega, jujur aku baru pertama kali menjalin hubungan dengan perempuan, karna selama ini terlalu sibuk dengan sekolah dan cita-cita saat ini yang sedikit demi sedikit mulai ku dapatkan.
"hhmmm, jadi Lo berat sih fan. karna kan dari awal dia emang gak ada rasa kan sama Lo? jadi kalau menurut gue kasih dia waktu lebih banyak buat bisa membuka hati nya dengan sepenuhnya buat Lo. kalau emang dia jodoh Lo, pasti semua di mudahin tapi kalau ternyata bukan, mau gak mau Lo harus terima dengan lapang dada. yah,,, pokok nya gitulah, gue yakin Lo lebih ngerti dari gue"
"gue jadi nambah bingung deh denger omongan Lo"
"maksud Lo?"
"yah, secara Lo kan jomblo abadi ngasih saran sama gue yang udah punya calon gitu"
__ADS_1
"sialan Lo, jangan salah ya, sebentar lagi gue bakal nyusul atau mungkin gue yang duluan ke pelaminan"
kata nya penuh percaya diri.
"wah, serius Lo? ko gue gak tahu! parah nih gak cerita-cerita sama gue kalau Lo udah punya calon. Lo gak bohong kan?"
tanya ku penuh selidik
"serius lah gue punya calon,,, calon pacar maksudnya hahaha"
"sialan,, gue kira udah jadi"
seperti dulu, kami selalu bercerita dengan di bumbui canda dan tawa agar suasana selalu menyenangkan tanpa beban yang berat
~
"assalamualaikum Tante"
sapa ku pada mamah nya Aisyah saat pintu rumah Aisyah sudah dibuka
"waalaikumsalam wr wb. eh nak Alfan,,,, sini masuk"
"mau minum apa? biar Tante minta bibi buatin"
"enggak usah Tante, Alfan gak lama ko. cuma mau ketemu sama Aisyah, kebetulan di hubungi beberapa hari ini agak susah takut nya Aisyah sakit"
kata ku pada Tante, berharap mengetahui keadaan Aisyah yang beberapa hari ini sulit sekali di hubungi, bahkan aku sempat beberapa kali menghampiri nya ke rumah sakit dimana Aisyah praktek.
tapi Aisyah selalu gak ada, kalau bukan sudah pulang dia sedang pergi keluar. entah apa yang terjadi sama dia, karna semenjak aku melamar nya, sikap nya masih sama masih acuh.
"oh,,, kirain kenapa. Alhamdulillah Aisyah sehat wal'afiyat nak Alfan. cuma memang akhir-akhir ini Aisyah sedikit sibuk, karna harus membantu mengurus anak nya hafidz"
"mengurus anak nya hafidz?"
tanya ku heran, 'hafidz?' nama yang tidak asing di telinga. apa aku pernah ketemu dengan dia?
"iya nak Alfan, memang nya Aisyah gak bilang sama nak Alfan kalau jadwal praktek nya sudah selesai Aisyah selalu menyempatkan ke pondok pesantren buat bantuin ngurus anak nya hafidz"
__ADS_1
aku hanya diam dengan banyak pertanyaan yang timbul dalam hati ku
"nak hafidz itu, anak dari sahabat nya om. Aisyah dan hafidz sudah dekat sejak mereka kecil, bahkan hingga sekarang mungkin"
jelas mamah nya Aisyah seolah mengerti apa yang ada dalam hati ku, yang ingin mengetahui lebih jelas siapa hafidz itu.
"tapi, maaf Tante kalau Alfan lancang. memang nya kenapa harus Aisyah yang mengurus anak nya dan bukan ibu nya atau istri nya hafidz sendiri?"
"iya nak hafidz benar, harus nya memang begitu. tapi karna istri nya koma mengalami kecelakaan saat masih hamil, maka nya Aisyah yang menggantikan nya. sebenarnya Tante sudah melarang, tapi Aisyah bilang dia merasa bersalah karna kecelakaan itu di sebabkan oleh nya"
"maksud nya bagaimana Tante, Alfan masih belum terlalu faham"
"heemmm,,, sepertinya Aisyah belum banyak bercerita ke nak Alfan. bukan Tante tidak mau bercerita lebih banyak, tapi alangkah baik nya nak Alfan tanya kan pada Aisyah langsung, biar dia sendiri yang mengatakannya pada nak Alfan"
yah, aku mengerti jika Tante Rahmi tidak mau menceritakan nya lebih banyak. karna walau pun beliau adalah ibu nya Aisyah, tapi bagaimana pun Aisyah yang lebih berhak untuk menceritakan semua nya.
setelah selesai berbincang-bincang cukup banyak, aku pamit dari rumah Aisyah. dan tanpa menunggu lama aku pun langsung ke pondok pesantren yang di maksud. mudah saja menemukan alamat nya, karna pondok pesantren itu memang masyhur di kota ini.
setelah sampai, aku meminta izin pada satpam untuk masuk ke dalam pondok. setelah menyampaikan maksud dan tujuan ku, serta memperlihatkan kartu identitas ku, satpam pun memperbolehkan aku masuk ke dalam.
ternyata selain keamanan nya yang cukup apik, pondok ini juga begitu besar dan asri. bahkan saat aku masuk, di suguhkan dengan pemandangan yang begitu menyejukkan mata, yakni dimana para santri dan santriwati lalu lalang kesana kemari dengan pakaian yang begitu sopan dan tertutup.
pantas, jika Aisyah berpakaian sangat tertutup bahkan akhlaknya pun jauh berbeda dengan kebanyakan perempuan diluar sana. karna lingkungan pergaulan di sini sangat terjaga dalam tuntunan dan aturan agama.
dulu aku ingin sekali pergi belajar di sebuah pondok, tapi mamah tidak mengijinkan ku dengan alasan tidak bisa jauh dari anak. alhasil aku hanya belajar mengaji secara privat dan untuk lebih mendalami pemahaman tentang agama, aku pun selalu mengikuti kajian-kajian yang di adakan di dalam kampus atau pun diluar kampus.
"mau ketemu siapa nak?"
tanya seorang perempuan paruh baya saat aku sudah berada di depan pintu rumah nya hafidz.
"ha_hafidz Bu"
jawab ku sedikit terbata, tadi nya ingin menyebut nama Aisyah tapi,,,
"siapa bi?"
tiba-tiba suara seseorang perempuan yang sangat aku kenal keluar menghampiri dengan menggendong seorang bayi.
__ADS_1
sejenak, dia terpana melihat ku. mungkin Aisyah tidak menyangka kalau aku datang ke sini, atau mungkin dia kecewa melihat kedatangan ku yang tiba-tiba.
entah lah apa yang ada dipikiran nya, tapi yang jelas sorot mata nya seolah tidak nyaman atas kehadiran ku.