
satu jam setengah sudah, namun para ustadzah masih belum selesai melakukan razia di setiap kamar kami. enggak biasanya ada razia sehari sebelum ujian kelas XII, biasa nya kami malah diberikan waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian. tidak ada kegiatan atau pun lainnya yang mengganggu waktu kami khususnya kelas XII. tapi ini malah ada razia dadakan, kira-kira kenapa ya? ada apa?
"aduh gimana ini, aku takut dilemariku ada apa-apa. kalo ketahuan ustadzah bisa dihukum aku" kata salah satu santri yang berada di dekatku
"insyaallah enggak, kalo kita memang tidak merasa melanggar peraturan" kata salah satu temannya
"tapi dis, kayaknya buat sekarang aku bakalan dihukum deh" kata santri yang satu nya lagi, karna ku lihat sekilas mereka sedang mengobrol bisik-bisik bertiga.
"ko gitu? emang anti nyimpen apa dilemari rina?" tanya temannya yang pertama
namun sebelum santri putri yang bernama Rina itu menjawab, tiba-tiba para ustadzah sudah keluar dan meminta kami masuk ke kamar kami masing-masing.
__ADS_1
"mohon maaf jika razia Akbar dadakan ini mengganggu waktu tidur kalian, apalagi kelas XII. tapi kami harap kalian mengerti. dan untuk kalian yang merasa memiliki salah atau merasa sudah melanggar peraturan pondok, ustadzah harap kalian segera mengakui nya sebelum nama kalian kami panggil ke mahkamah amni" kata ustadzah Farida mengingatkan
"satu lagi, sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh. dan mungkin ini waktu nya buat kalian para pelanggar ketahuan melanggar. jadi buat kalian yang MERASA melanggar peraturan pondok khususnya dikamar ini silahkan dengan kejujuran nya segera mengakui kesalahannya sebelum dipanggil langsung melalui speaker agar tidak malu karna didengar oleh seluruh santri putra maupun putri paham?" kata ustadzah mila dengan nada sedikit tinggi.
"faham ustadzah" jawab kami serentak
memang seperti itu ustadzah mila dikenal dengan sikapnya yang galak dan ketus kalo bicara, mungkin itu karna dia menjadi bagian keamanan agar kami para 'ado atau anggota takut dan segan terhadapnya atau memang mungkin itu sudah sifatnya, entahlah aku juga tak tahu. tapi ko ya, saat dia bicara lirikannya kaya seolah sinis padaku atau mungkin itu hanya perasaanku. ya sudah lah lebih baik aku abaikan, toh aku tidak merasa melanggar, insyaallah....
"ya sudah, karna waktu semakin larut kami mohon undur diri. silahkan kalian lanjutkan istirahat kalian. sekali lagi kami mohon maaf sudah mengganggu waktu kalian, billahitaufiq walhidayah wassalamu'alaikum wr wb"
"waalaikumsalam wr wb"
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah beres, lega rasanya" ucap salah satu adik kelasku yang bernama nindi
"lama banget razia nya, aku sampe katiduran diluar tadi saking lamanya. ah,, ini mah entar pas jamaah bukannya khusyu sholat malah khusyu ketiduran" balas Irma yang diajak ngobrol oleh nindi
"jangan diniatin jelek dulu gak baik" kata nindi lagi
"assalamualaikum wr wb" aku mengucapkan salam pembuka agar anak-anak dikamar ini tidak mengobrol lagi, setelah ku lihat mereka sudah merapikan baju dan buku yang bertebaran diatas kasur masing-masing.
"waalaikumsalam wr wb" jawab mereka yang kini mengalihkan perhatiannya pada ku
"untuk malam ini, ukhti harap tidak ada yang membereskan lemari atau apapun, cukup dibereskan secara asal dulu aja. semua harus tidur semua harus istirahat biar subuh nya gak ada yang kesiangan, mengerti?"
__ADS_1
"iya ukhti mengerti" jawab mereka serempak
yah,, meski aku sudah bukan bagian kepengurusan karna sudah lengser dan digantikan oleh adik-adik kelasku tapi statusku sebagai ketua kamar belum digantikan sampai aku lulus dari pondok ini. jadi aku masih memiliki tanggungjawab atas Santri putri yang satu kamar denganku.