Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Teman Aisyah


__ADS_3

POP Gus Hafidz


melihat istri saya selalu tersenyum dan bersikap manja membuat saya ikut bahagia, dan kadang saya merasa aneh dengan sikap nya yang selalu melakukan atau meminta yang tidak biasa nya.


seperti kemarin pagi, dia tiba-tiba ingin melakukan fotoshoot di alam terbuka, tapi mau nya di halaman rumah Abah yang dulu. mau gak mau dong di turuti dan alhasil kami jadi pusat perhatian para santri yang lalu lalang silih berganti.


sikap nya menjadi sangat manja, namun tambah dewasa dan bijak. entah lah apa itu karna perubahan hormon saat hamil, atau memang karna usia nya yang semakin bertambah.


apapun itu, saya akan selalu support istri saya dalam segala hal yang baik. insyaallah.


"sayang, kamu gak papa yah pergi nya bareng Farah dulu di Anter sama ustadz Ilham. nanti setelah Abang selesai rapat dengan para ustadz dan ustadzah insyaallah Abang nyusul"


kata saya pada nurain saat kami sedang berada di dalam kamar


"iya bang gak papa, kan pergi nya sama Ning Farah sama umma juga"


kata nya sambil merapikan hijab hitam nya yang sudah hampir sempurna di pakai nya


"jadi umma juga ikut?"


"iya umma ikut. kan sekalian mau beli hadiah buat hitbahan nya dokter Aisyah lusa"


oh iya, saya hampir lupa kalau lusa adalah pertunangannya Aisyah dengan seorang laki-laki bernama Alfan.


saya memang tidak mengenal nya, tapi entah kenapa hati saya merasa jika Alfan bukan lelaki yang tepat untuk Aisyah. apalagi saat saya melihat mata nya Aisyah, tak ada pancaran kebahagian di mata nya.


tapi, saya tak ada hak untuk bicara ataupun mengeluarkan pendapat jika hanya berdasarkan kata hati saya. di tambah saya juga tidak begitu mengenal Alfan dengan baik. siapa tahu ternyata dugaan hati saya salah, wallahu'alam.


"Abang,,Abang,,Abang,,"


"eh,, iya sayang kenapa?"


"Abang melamun?"


"eh,,eum,,,apa,,,Abang enggak melamun, hanya__"


"hanya sedang memikirkan dokter Aisyah?"


"ko kamu tahu?"


tanya saya yang tidak menyangka jika nurain bisa tahu isi pikiran saya saat ini.

__ADS_1


"Abang, nur mau tanya tapi Abang jawab jujur yah"


"tanya apa sayang? serius banget kaya nya!"


"Abang suka yah sama dokter Aisyah?"


DEG


hati saya sangat terkejut saat nurain menanyakan sesuatu yang tidak pernah terbesit sedikit pun dalam benak saya.


kenapa tiba-tiba nurain bisa berpikir seperti itu? apa selama ini ada sikap saya yang menunjukan bahwa saya suka dengan Aisyah?


"kamu kenapa bertanya seperti itu sayang? kamu kan tahu Abang hanya suka dan cinta sama kamu"


jawab saya mencoba memberi keyakinan pada hati nya. tapi nurain hanya diam sambil menunduk.


entah kenapa saya jadi merasa bersalah pada nya, karna membuat nya berpikir bahwa saya memiliki perasaan lebih pada Aisyah.


"sini, lihat mata Abang. apa yang membuat istri Abang berpikir kalau Abang menyukai perempuan lain Hem?"


aku memegang erat tangan nya sambil menatap mata nya penuh kasih sayang


masyaallah, ternyata ini bermula dari sikap saya yang seolah kurang suka jika Aisyah bertunangan. apa sikap saya terlalu berlebihan? sampai-sampai istri saya berpikir sejauh itu?


"nur, istri Abang yang paling Abang sayangi. tidak ada sedikit pun dalam hati menyimpan nama perempuan lain, bahkan terbesit saja tidak. Abang bukan tidak menyukai Aisyah di hitbah oleh lelaki lain, hanya saja Abang takut jika laki-laki itu tidak baik buat Aisyah"


"bagaimana Abang bisa tahu jika lelaki itu tidak baik untuk dokter Aisyah? padahal Abang sendiri baru bertemu sekali waktu kita tidak sengaja bertemu di mall"


"yah, Abang memang baru bertemu sekali. tapi wajar kan jika Abang merasa hawatir dan takut. ini hanya perasaan seorang saudara atau mungkin bisa di sebut perasaan seorang kakak pada adik nya. karna rasa sayang Abang pada Aisyah sama seperti rasa sayang Abang pada Farah, tidak lebih. bagaimana pun Abang dan Aisyah tumbuh bersama, dari kecil kami selalu bermain bersama, bahkan hingga dewasa pun kami masih dekat. jadi Abang udah anggap Aisyah keluarga Abang sendiri"


jawab saya berusaha menjelaskan nya dengan pelan-pelan agar nurain tidak menyalah artikan perkataan ku.


apalagi saat ini dia sedang hamil besar, saya tidak mau membebani nya dengan pikiran yang akan membuat nya sedih.


"assalamualaikum,,, teh nur udah siap? Farah sama umma udah siap"


terdengar suara Farah dari luar memanggil nurain tanpa membuka pintu kamar.


"iya Ning, sebentar lagi nur keluar"


saya yang menjawab nya dengan suara sedikit keras agar terdengar oleh Farah yang berada di balik pintu

__ADS_1


"ya udah bang, Farah sama umma nunggu di depan"


kata Farah yang mungkin sudah berjalan meninggalkan pintu kamar kami yang tertutup


"ya udah nur, mau berangkat dulu. udah ditunggu umma dan Ning Farah"


"tapi sayang, kamu percaya kan sama Abang? kamu jangan berpikir yang enggak-enggak yah"


nurain hanya menganggukkan kepala nya tanpa melihat ke arah saya, kemudian dia mencium tangan saya dan langsung berjalan meninggalkan saya sendiri.


maafin Abang nur,,,


~


"assalamualaikum, Gus para ustadz dan ustadzah sudah berkumpul di aula semua nya"


kata ustadz Alman yang sengaja ke rumah untuk menyusul saya


"waalaikumsalam, iya mari kita ke sana sekarang"


jawab saya sambil berjalan beriringan dengan beliau.


"jadi, saya ingin melakukan studytoor dan ziarah di waktu yang berbeda bukan di samakan seperti tahun-tahun sebelum nya. kenapa demikian? pertama agar kita tidak terlalu menyita waktu di perjalanan apalagi cuaca sekarang tidak bisa di prediksi. jika kita memaksakan untuk di satukan perjalanannya, saya hawatir jika anak-anak terlalu lelah dan berakibat pada kesehatan mereka, apalagi setelah itu mereka akan di hadap kan dengan ujian. jadi menurut saya, bagaimana kalau studytoor di laksanakan seminggu sebelum ujian dan ziarah seminggu setelah ujian? dengan begitu pikiran anak-anak juga akan lebih fresh setelah menghadapi ujian yang cukup menguras enegi dan pemikiran"


"iya Gus, menurut kami itu lebih bagus. dan saya juga ingin memberikan saran, bagaimana kalau studytoor sekarang adalan game atau kompetisi untuk anak-anak, agar selama perjalanan tidak terlalu jenuh jika hanya mendengarkan guide yang memberikan penjelasan tentang sejarah"


"boleh, saya sangat setuju. baiklah berarti tugas kita sekarang adalah satu memikirkan game atau kompetisi apa yang cocok bagi para santri, kedua para ustadz dan ustadzah harus memberikan arahan pada para santri dari sekarang, agar mereka semua ikut berpartisipasi dalam acara pondok kita"


hampir satu jam saya dan para asatidz melakukan rapat untuk perencanaan studytoor para santri yang setiap tahun nya biasa kami laksanakan.


semoga tahun ini, semua nya berjalan lancar, amin.


"Gus hafidz mau kemana?"


tanya bi Nani saat saya melewati ruang tengah untuk mengambil kunci mobil yang ada di dekat televisi


"mau nyusul nurain ke mall BI, kenapa gitu?"


"enggak, tadi ada temennya neng aisyah menelpon ke telpon rumah nanyain Gus hafidz. kata nya minta tolong buat telpon balik kalau rapat nya udah selesai. ada hal penting yang mau di sampaikan"


teman nya Aisyah? siapa?

__ADS_1


__ADS_2