
POP Gus hafidz
"hari ini kamu mau belanja apa sayang?"
tanya saya pada nurain saat sedang asik bercermin di depan cermin dengan baju hitam, hijab dan cadar hitam nya. kemudian dia mengoleskan sedikit lipstik di bibir nya.
kalau saya perhatikan kini dia jadi lebih pandai berdandan. walaupun tanpa makeup di sudah cantik, namun biarlah saya juga senang jika dia senang merawat diri asalkan itu hanya untuk saya.
"apa yah, ada deh pokok nya"
kata nya dengan nada yang manja
"Abang perhatikan akhir-akhir ini kamu selalu menggoda Abang"
saya memeluk nya dari belakang
"masa? perasaan biasa aja"
"bukti nya sekarang kamu malah berdandan cantik di depan Abang. apa dong kalau nama nya kalau bukan mau menggoda Abang?"
saya menciumi rambut nya yang panjang dan wangi
"Abang, kata nya mau ketemu Miss__miss siapa kemarin nama nya, lupa. nanti kesiangan loh, gak jadi lagi pulang nya"
"emang sekarang jam berapa?"
tanya saya masih asik memainkan rambut nya yang masih tergerai
"jam delapan"
"apa? innalilahi, tapi itu jam dinding nya jam tujuh sayang"
saya menunjuk jam dinding yang ada tepat di depan kami
"Abang liat nya teliti gak?"
saya memperhatikan jam dinding itu dengan teliti
"ya Allah, pantes jam nya mati ya? kenapa kamu gak bilang"
"kemarin kan udah bilang sama Abang pas mau keluar buat beli batu jam dinding, tapi Abang cuma angguk-angguk aja. kirain nur Abang denger"
"gitu ya? hehe maaf deh kalau gitu Abang yang salah"
"ya udah biar nanti nur sekalian beli pas belanja"
"oke sayang, kamu udah siap kan?"
nurain hanya mengangguk, dan kami pun langsung melangkah keluar bersama meninggalkan apartemen kami sementara
~
"sayang gak papa kan belanja sendirian?"
tanya saya saat kami sudah sampai di parkiran salah satu pusat belanja yang ada di Istanbul
"enggak papa, insyaallah nur bisa"
"kalau ada apa-apa hubungi Abang yah. karna kamu belum benar-benar paham bahasa Turki, Abang hawatir"
"insyaallah enggak papa bang, lagian selama belanja kaya nya nur gak bakalan banyak interaksi sama orang. kalau soal tanya-tanya harga atau barang, kan udah di ajarin sama Abang. insyaallah nur udah paham"
"baiklah, Abang usahain urusan nya cepat selesai dan langsung nyusul kamu ke sini biar bisa nemenin belanja. tapi kalau kamu duluan yang selesai, tunggu Abang sampe jemput yah, jangan naik taksi. Abang gak izinin"
"siap Abang sayang"
"seneng banget denger kamu bilang sayang. kalau bisa tiap detik bilang gitu sama Abang"
"Abang,,, kata nya gak mau telat. ini malah menggombal terus"
"astaghfirullah, iya Abang lupa. abis kalau dekat istri Abang, dunia Abang rasa nya teralihkan hehe"
nurain hanya mencubit pipi saya dengan gemas setelah mendengar gombalan saya.
"ihh sakit tau. ya udah Abang pergi dulu ya. kamu belanja nya hati-hati. assalamualaikum sayang"
"waalaikumsalam wr wb"
nurain melambaikan tangan nya saat mobil yang saya kendarai mulai melaju. saya masih menatap nya melalui kaca spion.
hmm,, rasa nya gak bisa jauh dari istri yang teramat saya cintai walau hanya sebentar. semoga Allah senantiasa melindungi dia. amin
~
"iya Miss, sebenarnya saya ingin melanjutkan pekerjaan saya disini. hanya saja saya mempunyai amanat pondok pesantren yang tidak bisa saya tinggalkan. jadi mungkin saya meminta surat izin kepindahan saya ke Indonesia dari Miss reyan"
kata saya pada Miss reyan saat kami sudah bertemu di sebuah cafe.
__ADS_1
"hmm,, sebenarnya saya agak berat mengijinkan kamu untuk pindah tugas ke Indonesia. karna jujur, saya sangat menyukai karya-karya mu. dan tadi nya saya berniat untuk meminta mu bekerja di kantor pusat. tapi apa boleh buat jika urusan nya dengan amanat tentang keagamaan, saya tidak bisa menolak. asal kan kamu masih bersedia bekerja sama dengan saya, saya tidak keberatan jika kamu harus pindah tugas"
"terimakasih Miss, karna anda begitu percaya pada saya. dan insyaallah saya pun tidak akan mengecewakan anda"
Drrrttt Drrrttt
saya alihkan pokus saya sebentar pada benda pipih yang ada dalam saku jas saya
{assalamualaikum wr wb. Abang nur udah selesai belanja nya, kira-kira Abang masih lama?}
sebuah pesan masuk, dan ternyata itu dari istri saya
{waalaikumsalam wr wb. sebentar lagi sayang, kamu Jang pulang duluan tunggu Abang yah}
satu balasan pesan dengan segera ku kirimkan agar dia tidak menunggu lama. yah, keluarga adalah yang utama bagi saya, dalam hal apapun. karna keluarga apalagi pasangan kita adalah yang akan selalu di samping kita dan mendukung kita.
"seperti nya itu dari istri anda?"
tanya Miss reyan saat saya sudah menyimpan kembali benda pipih itu ke dalam saku jas saya
"iya Miss, itu dari istri saya"
jawab saya dengan senyum simpul
"pantas, karna seorang laki-laki jika sudah menemukan pasangan hidup yang di cintai nya, wajah nya akan selalu terlihat berseri"
"ah,, Miss bisa saja. tapi mungkin apa yang anda katakan barusan benar adanya. karna kami bersama dalam ikatan pernikahan, hati saya selalu bahagia. insyaallah"
"syukurlah, saya senang mendengar nya. semoga kalian selalu bahagia dan di anugerahi putra putri yang Sholeh dan Sholehah"
"amin yaa Allah amin. terimakasih Miss atas do'a nya"
"ngomong-ngomong kapan kalian akan kembali ke Indonesia?"
"insyaallah besok Miss"
"wah ternyata cepat sekali. saya kira dua atau tiga hari lagi. padahal saya ingin bertemu dengan istri anda sebelum kalian kembali ke Indonesia. ya sudah lah mungkin belum waktu nya untuk saya bertemu dengan istri anda. tapi insyaallah kalau nanti saya sedang kebetulan ke Indonesia saya akan berkunjung ke pondok anda"
"tentu Miss, dengan senang hati saya akan menyambut kedatangan anda. kapan pun itu jangan sungkan untuk menghubungi saya"
"baiklah sepertinya anda harus segera menemui istri anda dan juga urusan kita sudah selesai. mungkin baik nya saya permisi dulu mister hafidz, semoga kerjasama kita selalu terjalin dengan baik. dan saya juga do'a kan semoga besok perjalanan anda menyenangkan dan selamat sampai tujuan. salam untuk istri anda"
"sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak untuk semua kebaikan nya Miss, dan insyaallah pasti nanti saya sampaikan salam anda pada istri saya"
"kalau begitu saya permisi dulu mister hafidz, assalamualaikum"
"waalaikumsalam wr wb"
menatap lurus kepergian beliau, menyisakan rasa kagum saya terhadap nya. seorang perempuan muslimah yang ditinggal pergi oleh suami nya hanya karna dia merubah penampilan nya, dari yang tadi nya terbuka menjadi sangat tertutup layak nya seorang muslimah seutuhnya.
tapi itu tidak menjadikannya goyah, saat suami nya memilih perempuan lain dan meninggalkan nya. justru beliau menjadikan semua itu kekuatan untuk nya mencapai cita-cita nya. hingga beliau sukses dalam usaha dan mendidik kelima anak nya.
~
"sayang maaf yah nunggu lama"
saya berlari menghampiri istri saya yang sedang duduk menunggu di depan sebuah mall
"enggak papa ko bang nur ngerti"
kata nya sambil tersenyum di balik cadar nya
"ya udah sekarang kita pulang ya sayang"
kamu pun masuk ke dalam mobil dan langsung melaju menuju apartemen kami
"sayang tadi belanja apa saja? kaya nya banyak banget tumben"
tanya saya sambil meminum air putih yang di suguhkan oleh nurain istri saya
"eeumm,, ada deh. pokok nya rahasia wanita, dan itu artinya Abang sebagai lelaki gak boleh tahu"
"segitu nya, Abang kan suami kamu jadi boleh dong intip-intip dikit"
"enggak, pokok nya gak boleh. lagian nanti Abang juga tahu sendiri ko"
kata nya dengan nada manja sambil memeluk tas belanjaan nya seolah takut di buka isinya oleh saya
"haha,, kamu tuh lucu banget sih kalau lagi cemberut gitu. jadi pengen gigit bibir kamu"
saya mendekatkan wajah saya dengan wajah nya, namun...
"iya waalaikumsalam wr wb"
suara ponsel membuat saya menghentikan niat saya untuk menggoda nurain
"di apartemen qih,,,besok insyaallah,,, oh begitu,,, insyaallah saya pasti ke situ,,,iya lah saya pasti sholat berjamaah asar di masjid,,,iya,,baik,, waalaikumsalam wr wb"
__ADS_1
"Abang, setelah sholat asar Abang mau langsung ke rumah syeh Hanan. kamu gak papa kan Abang tinggal sebentar"
"iya gak papa ko bang"
"ya sudah Abang mau mandi dulu, sebentar lagi waktu asar"
saya pun langsung masuk ke dalam kamar mandi
~
setelah dari rumah syeh Hanan, saya, beliau dan teman saya yang lain nya melaksanakan sholat magrib berjamaah di masjid.
karna ini merupakan malam terakhir saya di sini, syeh Hanan yang merupakan salah satu guru talaqi saya, sengaja mengundang saya dan teman-teman saya untuk berkumpul sekedar berbincang dan makan bersama sebagai bentuk perpisahan sebelum saya kembali ke Indonesia.
"assalamualaikum sa__"
salam saya terhenti saat masuk dengan menatap heran karna di sambut dengan taburan mawar merah yang berserakan di atas lantai.
"sayang"
(selamat datang suami ku terunnccchh)
saya tertawa kecil melihat tulisan di sertai anak panah menunjuk ke arah ruang tengah yang di tempel di dinding ruang tamu
'ada apa ini?' tanya saya dalam hati sambil mengikuti arah anak panah tadi
masuk ke dalam kamar, saya di sambut dengan sinar lilin yang bersinar di atas meja lemari kamar
masih dengan anak panah yang menempel di salah satu dinding kamar, kini menunjuk ke arah balkon depan kamar. saya pun berjalan mengikuti anak panah itu. dan,,
"selamat malam sayang"
nurain melingkarkan tangan nya di leher saya dengan penampilan yang membuat mata ini tak bisa berkedip.
bagaimana tidak, malam ini dia memakai baju tidur atasan tanpa lengan dan bawahan celana di atas lutut namun celana nya sangat minim hampir menyerupai d*l*m*n wanita.
tanpa saya duga, nurain mendorong tubuh saya hingga menempel di dinding. dan dengan agresif nya dia mencium mesra bibir saya tanpa jeda.
saya merasa heran dengan tingkah nya yang begitu agresif malam ini. padahal selama dua Minggu ini kami menjadi pasangan, nurain hanya pasrah jika saya menyentuh nya lebih dulu. tapi malam ini, dia berhasil membuat saya terheran namun membangkitkan gairah saya.
saya masih membiarkan apa yang di lakukan nurain terhadap saya, hingga dia melepaskan bibirnya dari bibir saya dan berpindah menuju leher dan telinga saya. tapi,,,
'AWW
saya mengerang kesakitan saat telinga ini digigit cukup kencang oleh nurain
"kenapa bang? sakit yah? maaf"
katanya sambil memegang telinga saya
"yah Abang berdarah. nur ambil P3K dulu ya"
nurain pun berlari masuk kedalam untuk mencari kotak P3K
"maaf ya bang, nur kekencangan gigit nya tadi"
"enggak papa ko sayang, Abang malah suka"
"suka apaan, yang ada sakit orang sampe berdarah gitu"
nurain memasang wajah bersedih dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"hei, jangan sedih gitu dong. Abang gak papa ko, beneran"
"sekali lagi maaf yah bang, nur udah buat Abang terluka jadi nya"
"gak papa sayang. tapi ngomong-ngomong kamu ini kenapa sih. ko tiba-tiba jadi agresif, terus buat-buat tulisan kaya gitu. dapat ide dari siapa istri Abang ini"
"nur cuma ngasih kejutan buat Abang biar Abang seneng dan gak kecewa lagi sama nur"
"kecewa kenapa? Abang gak pernah kecewa ko sama kamu"
"bohong. nur tahu Abang kecewa kan karna nur gak romantis, nur kalau__ kalau lagi gini sama Abang"
nurain memainkan kedua telunjuk jari nya
"maka nya nur searching di google gimana caranya biar suami senang dan puas. nah salah satu cara nya si istri harus bisa agresif sama suami. lalu nur juga cari gimana cara biar bisa agresif. kata nya kita harus bisa membangkitkan gairah suami, salah satu nya dengan menggigit daun telinga nya saat mau ber*****"
mendengar apa yang yang dikatakan nurain membuat saya tidak bisa menahan tawa saya di hadapan nya.
"tuh kan Abang malah ngetawain"
"sini-sini biar Abang peluk dulu istri Abang yang Sholehah ini"
saya pun memeluk nurain untuk meredakan marah dan malu nya terhadap saya.
"layan kali gigit nya jangan hanya pakai gigi tapi juga pakai hati biar tidak berdarah ya sayang"
__ADS_1
bisik saya tepat di telinga nya, nurain mencoba mendorong tubuh saya namun saya semakin erat memeluk nya.
hmmm,, sungguh kamu polos juga lucu istriku. dan itu salah satu yang selalu membuat hati ini tertawa bahagia hingga menambah rasa sayang ini pada mu.