Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Aku menyukainya


__ADS_3

POV asyila


" kepada asyila putri ramdani, dimohon untuk segera ke ruang penerima panggilan"

__ADS_1


ku dengar suara panggilan speaker memanggil nama ku, aku pun langsung bergegas menghampiri asal suara.


"assalamualaikum, ustadzah ada panggilan buat ana?" tanya ku pada ustadzah ria yang sedang jaga ruang tlp hari ini

__ADS_1


"assalamualaikum,,,,,iya om,,,baik om,,,salam sayang yah buat mamah iren,,,tadi nya mau denger suara mamah, tapi gak apa-apa lah kasian biarin mamah istirahat,,,iya om,,, waalaikumsalam"


aku pun menutup tlp yang sudah diakhiri oleh pamanku. setelah selesai aku langsung bergegas kembali ke kamarku untuk besiap-siap kembali ke poskestren mengunjungi nurain. ah,, iya lupa aku harus membawa baju ganti buat nurain, aku pun langsung membuka lemarinya. seperti biasa, lemari nya selalu tertata rapi. kemudian ku alihkan pandangan pada satu album yang terpangpang rapi bersama buku lainnya, mungkin gak apa-apa kalo aku melihat-lihat isi album nya sebentar sambil menunggu Maryam memanggilku. dihalaman pertama ku lihat tulisan tangannya 'keluarga cemaraku' yang dilengkapi dengan banyak foto keluarga nya mulai dari foto nya sewaktu kecil,kakak, adik, nenek, dan kedua orangtuanya. dihalaman kedua ku lihat tulisan 'sahabat sesurga' ah,, ternyata ini foto-foto ku, nurain dan Maryam serta foto-foto teman yang lainnya. tapi kebanyakan adalah foto kami bertiga. aku tidak pernah menyangka akan memiliki sahabat seperti mereka yang begitu peduli dan sayang satu sama lain. Maryam dengan wajah kearaban nya, tidak hanya cantik, pintar tapi dia juga sangat perhatian dibandingkan kami berdua. nurain si gadis cantik mirip boneka Barbie hanya saja mata nya sedikit sipit hingga jika tertawa mata nya seolah sedang tertidur, memiliki rasa peduli yang besar pada sahabatnya, dan itulah yang membuat nya banyak disayangi, walaupun terkadang sikap nya sangat cuek. dan aku? yah,,, aku mungkin yang paling biasa diantara mereka, entah lah apa kelebihan ku tapi kata mereka senyumku manis dengan lesung pipi yang selalu menghiasi senyumku, dan aku juga orang nya periang serta yang paling dermawan diantara sahabat-sahabatku. tentu, karna diantara kami bertiga mungkin aku lah yang diberikan rezeki lebih oleh Allah, karena ayahku adalah seorang pengusaha yang memiliki tiga cabang perusahaan di Indonesia, itu sebabnya aku selalu diberi uang jajan lebih. maka nya tidak etis rasanya jika aku harus pelit pada yang lain. namun, meski begitu terkadang aku sedikit iri pada sahabat-sahabatku, terutama nurain. itu benar ! aku iri pada nya, tepat nya untuk saat ini. sejak aku mendengar kalo Gus hafidz menaruh perhatian pada nya. ada rasa kecewa yang tidak bisa aku ungkapkan terutama pada sahabat-sahabatku. jika kalian bertanya apakah aku menyukai Gus hafidz? jawabannya 'YA' aku sangat menyukai Gus hafidz sejak dua tahun lalu, saat itu Gus hafidz baru pertama kali pulang dari turki, aku sedang dirumah ibu pengasuh untuk bantu-bantu di rumah pengasuh. aku tengah berada didapur hendak menuangkan air panas namun tanpa sengaja hijabku tersangkut teko yang berisi air panas saat aku hendak berjongkok dan itu hampir mengenai tubuhku. namun tiba-tiba seseorang berlari menahan teko nya agar tidak terjatuh tapi justru mengenai kulit tangan nya. sejak saat itulah aku sangat menyukainya, dibalik sikapnya yang dingin ada hatinya yang begitu hangat.

__ADS_1


__ADS_2