Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Ku coba menahan hati ini


__ADS_3

POP asyila


"ko tau nurain dipanggil ibu? bukannya pas BI Nani manggil anti udah gak ada disitu?" tanyaku sedikit penasaran kenapa Kania bisa tahu. karna setauku tadi hanya ada aku, Maryam, Asiyah dan Alifa


"iyalah semua santri putri udah pada tahu kali kalo nurain lagi dipanggil ibu, secara kan sekarang pembahasan soal nurain dan Gus hafidz lagi panas-panasnya jadi pasti gerak gerik nurain banyak yang merhatiin"


"emang nya selebritis sampe diperhatikan segitu nya" jawabku asal. aku gak nyangka kalo santri putri begitu antusias membahas tentang nurain dan Gus hafidz


"anggep aja selebtren, selebriti pesantren hehe. secara kan dia digosipinnya sama anak yang punya pesantren jadi pasti banyak mata dan telinga santri putri yang peka banget nyari informasi sana sini soal kelanjutan dari hubungan antara Gus hafidz dan nurain. anti kan sabatnya syil, masa sih gak tau soal mereka?"


tanya nya seolah menyelidiki kebenaran tentang nurain melalui diriku

__ADS_1


"enggak, ana gak tau apa-apa soal itu. lagian itu tuh hanya gosip gak ada yang namanya hubungan spesial antara Gus hafidz dan nurain" aku meyakinkan Kania agar tidak membahas tentang hal itu lagi, karna hanya akan membuat ku kembali sedih.


"anti yakin gak ada yang disembunyikan? kalo memang gak ada apa-apa terus kenapa santri putri masih aja ngebahas tentang hubungan mereka sampe saat ini, padahal kan Gus hafidz udah gak disini"


aku hanya diam, tanpa mempedulikan pertanyaan Kania lagi


"malah sampe ada yang bilang katanya Gus hafidz sempat nulis surat sebelum berangkat ke turki buat nurain yang dititipin lewat Gus Luthfi. anti juga gak tau soal itu?" tanya nya penuh selidik


"anti mau makan baso nya apa enggak? kalo enggak sini buat ana aja" kataku mengalihkan pembicaraan


"assalamualaikum man teman" sapanya mendangku dan beralih memandang Kania bergantian dengan senyuman manisnya

__ADS_1


"waalaikumsalam, waaahhh yang abis dipanggil camer ceria banget kayanya" kata Kania begitu antusias


"apa sih camer-cameran, belum waktu nya" jawab nurain mencoba menyanggah nya


"eh, tapi serius nih ana mau nanya. ibu ngomong apa aja sama anti sampe anti lama banget dirumah ibu" Kania kembali bertanya seolah begitu penasaran, yang sebenarnya aku pun sama penasarannya. tapi kalo aku yang nanya langsung gak enak sama nurain.


"eumm apa yah?? kasih tau gak yah" nurain tidak langsung menjawab nya malah seolah ingin membuat Kania semakin penasaran


"tuh kan dia mah gitu" Kania cemberut mendengar jawaban nurain yang asal-asalan


"haha, marah dia. iya deh iya ini ana jawab. tapi bentar ana mau pesen minuman dulu yah" nurain kemudian berlalu menuju bibi BI Wina penunggu kantin santri putri, tak lama dia pun kembali dengan membawa segelas jus nanas, karna itu adalah buah kesukaannya.

__ADS_1


"gimana-gimana,buruan ceritain kita gak sabar mau tau ibu ngomong apa aja ke anti" tanya Kania kembali


"anti gak pesen makanan nur?" tanya ku, sebelum nurain menjawab pertanyaan Kania. jujur aku penasaran tapi juga takut mendengar cerita nurain tentang obrolan nya dan ibu pengasuh tadi.


__ADS_2