
"gak kerasa kita udah mau dua Minggu di sini, dan besok kita akan memulai hidup kita di pondoknya Babah. kamu ikhlas kan nemenin Abang buat melanjutkan syiar dakwah melalui pondok Babah?"
tanya Gus hafidz saat kami asik membereskan barang-barang ke dalam koper. karna besok pagi kami harus sudah berada di bandara.
aku hanya tersenyum dan mengangguk dengan pasti bahwa aku akan selalu mendukung setiap keputusan yang di ambil oleh suami ku selama itu baik dan masih dalam jalur syariah Islam.
"kamu kenapa sih makin hari kaya nya makin cantik aja"
Gus hafidz menghentikan aktivitas nya dan malah mendekati ku dengan jarak yang begitu dekat sekali.
tanpa menunggu aba-aba dari ku, dia langsung mencium bibir ku dengan hangat.
aku hanya diam membiarkan apa yang dilakukan oleh suami ku terhadap ku tanpa balik membalas nya seperti yang amatiran.
karna entah mengapa setiap Gus hafidz menyentuh ku perasaan deg-degan masih selalu menghampiri ku.
sama seperti pertama kami melakukannya di malam pertama.
"Abang kenapa?"
tanya ku saat Gus hafidz menghentikan apa yang dilakukan nya terhadap ku.
"enggak, gak apa-apa. maaf ya Abang terlalu agresif sama kamu. kamu pasti capek, Sekarang mending istirahat aja yah. biar Abang yang beresin semua ini"
ku lihat sebuah senyuman dari bibir nya, namun senyum itu seperti tidak biasanya. agak di paksakan mungkin lebih tepatnya.
tapi kenapa ya? apa Gus hafidz kecewa sama aku? ah,, aku jadi bingung sendiri.
"biar nur bantu yah bang, nur gak capek ko"
"ya udah kalau gitu Abang ke kamar mandi dulu yah"
Gus hafidz melangkah masuk ke dalam sambil mengelus kepala ku. namun aku merasa kurang nyaman karna ada yang beda dari raut wajah nya.
~
sore harinya, aku di apartemen sendirian menunggu Gus hafidz atau mungkin sekarang enak nya manggil suami ku aja ya biar gak kaku hee
masih memikirkan tentang raut wajah dari suami ku yang tiba-tiba seolah bad mood saat mencium ku. apa karna aku tidak menarik? atau mungkin aku yang terlalu kaku?
mau minta pendapat juga minta pendapat sama siapa? masa aku ceritakan tentang rumah tanggaku pada orang luar, kan ini sama aja aku buka aib ku sendiri. bukan solusi yang baik kaya nya.
sambil tiduran di kursi, aku pun iseng-iseng buka google dengan judul 'cara menyenangkan hati suami'. banyak juga yang harus dilakukan, aku jadi bingung sendiri mau lakuin yang mana dulu.
akhirnya ku putuskan untuk menghubungi ateu ku yang selalu jadi tempat curhat ku setelah ibu. usia nya tiga tahun di atas aku, tapi pemikiran cukup dewasa dan bijak saat di mintai pendapat.
dan yang paling penting dia asik kalau di ajak cerita. maka nya aku sangat nyaman kalau sudah bareng ateu ku yang nomor dua.
"assalamualaikum ponakan ateu tersayang"
__ADS_1
suara di sebrang sana menyambut ku dengan riang
"waalaikumsalam ateu sayang"
"gimana-gimana ada berita bahagia apa nih sampe-sampe yang lagi asik honeymoon sempat-sempatnya nelpon ateu?"
"enggak sih, ateu lagi sibuk gak? om Aslan lagi gak ada kan?"
"enggak, ateu lagi gak sibuk. suami ateu juga belum pulang kalau jam segini. kenapa gitu tanya-tanya suami ateu? kangen sama suami ateu?"
kata nya sambil tertawa di sebrang sana
"apaan, haram tahu. ini___nur mau cerita sama mau minta pendapat dari ateu yang pasti nya sudah sangat pengalaman hehe"
"apaan sih? jadi penasaran deh"
aku pun mulai menceritakan kejadian tadi siang, namun tidak terlalu detail hanya garis besarnya saja. karna bagaimana pun aku tidak boleh terlalu terbuka tentang isi rumah tanggaku karna itu adalah hal yang sangat sensitif, dan aku juga harus menjaga Marwah dari suami ku.
setelah selesai mendengarkan ceritaku, ateu memberikan saran dan beberapa nasihat untuk ku agar bisa lebih menyenangkan hati suami.
bahkan dia juga mengatakan bahwa menyenangkan hati suami bukan hanya dengan masakan dan pengertian saja. tapi juga dalam hal yang,,, ah aku jadi malu sendiri mengucapkan nya.
"gimana kamu paham kan apa yang ateu maksud?"
tanya nya saat aku hanya diam mendengarkan apa yang ateu kata kan pada ku
"apa harus seperti itu teu?"
"ya,, kan nyoba apa salah nya untuk membuat hati suami senang. dapat pahala ini"
"hmmm,,, iya deh insyaallah nur coba apa yang ateu bilang barusan"
"gitu dong, kan buat keharmonisan rumah tangga kamu juga. ini ateu bilang kaya gitu karna ateu sendiri sudah mencoba nya, dan hasil nya insyaallah membuat suami makin sayang sama kita. jadi gak ada tuh kata bad mood kalau lagi sama kita"
kata nya dengan penuh semangat
"iya deh teu insyaallah, kalau gitu nur tutup dulu ya telpon nya bentar lagi mau magrib. nur harus siap-siap buat sholat magrib"
"oke siap, kalau ada apa-apa kamu hubungi ateu aja. ya udah ateu tutup ya, assalamualaikum"
"waalaikumsalam wr wb"
aku pun menutup telpon dan menyimpan benda pipih itu di atas meja di samping ranjang ku.
~
"sayang, pulang nya di undur gak papa?"
kata suami ku saat kami sedang duduk di meja makan menikmati makan malam.
__ADS_1
"kenapa bang? kan kita udah pesan tiket?"
"iya, pekerjaan Abang belum selesai. jadi pulang nya di undur satu hari lagi , Abang harus menemui Miss reyan dulu untuk mengurus kepindahan kerja Abang ke Indonesia. dan tadi kebetulan beliau sedang berada di luar kota, jadi kemungkinan besok baru bisa ditemui"
"iya gak papa bang, nur ikut aja"
"maaf ya, pulang nya harus di tunda dulu"
"gak papa ko, nur ngerti"
"Syukron sayang . sekarang kamu istirahat duluan Abang masih ada yang harus di kerjakan di ruang kerja"
gus hafidz pun masuk ke dalam ruang kerja nya setelah mengecup kening ku seperti biasa nya.
di dalam kamar aku sibuk mondar mandir memikirkan apa yang harus aku lakukan sekarang. dan aku juga harus memulai nya dari mana. mana alat-alat nya juga belum ada.
ku buka lemari memilah milih baju yang bisa saya pakai seperti apa yang di bicarakan oleh ateu ku. tapi tak ada satu pun yang cocok, karna aku memang tidak punya baju selain gamis-gamis ku yang terpajang rapi di lemari ku. dan satu lingerie, itu pun yang diberikan oleh ateu ku.
"sayang, kamu masih belum tidur? ini udah malem loh. terus itu kenapa lemari masih kebuka gitu?"
"eh__enggak bang, tadi abis nyari sesuatu tapi gak penting"
"maksudnya gimana?"
tanya Gus hafidz yang kebingungan mendengar perkataan ku yang ambigu
"Abang udah selesai kerjaan nya? kalau udah kita bobo yuk"
"iya ayo, tapi bentar ya Abang mau bersih-bersih diri dulu"
Gus hafidz pun masuk ke dalam kamar mandi, dan aku menunggunya di atas tempat tidur.
"ya udah sekarang kita bobo yuk"
seperti biasa Gus hafidz selalu selalu memeluk ku saat kami hendak tidur.
"hmm,, abang__besok nur boleh belanja gak?"
tanya ku dengan ragu
"belanja? boleh dong masa enggak. malah Abang seneng banget istri Abang tercinta ini tiba-tiba minta belanja. mau belanja apa? biar Abang temenin, tapi kalau bisa belanja nya setelah Abang pulang dari menemui Miss reyan"
"kaya nya gak perlu deh bang, nur belanja nya sendiri aja, gak jauh ko yang Deket sini-sini aja"
"tapi Abang gak tenang kalau kamu pergi sendirian. atau gini aja, Abang Anter kamu dulu pas pulang nya Abang juga jemput kamu. insyaallah Abang gak lama ko nemuin beliau"
"iya siap sayang"
mungkin besok aku mulai beraksi buat nyenengin hati abang. mudah-mudahan lancar dan gak ada gangguan apa pun. amin
__ADS_1
belum apa-apa udah malu sendiri ngebayangin nya hihi