Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Sama-sama belum tahu


__ADS_3

benar saja, pada ahirnya mereka menanyakan hal yang sama. yaitu tentang aku yang dipanggil ibu pengasuh. apa samua santri putri disini pada penasaran gitu?


"nur,,," seseorang memanggil dari belakang saat aku hendak berjalan menuju kamarku. kalian pasti bingung kenapa aku masih belum sampe juga ke kamarku hihi. asal kalian tahu aja ya, untuk sekarang itu aku benar-benar butuh perjuangan agar bisa sampai ke kamarku dengan aman dan selamat. kenapa? karna posisi kamar ku tepat berada di paling ujung. taro lah kamar santri putri itu ada 15 kamar, posisi kamar nya later L. dan kamarku itu tepat no 15, kebayang dong berapa kamar yang harus aku lewati? yups 14 kamar, dan aku Sekarang baru diposisi depan kamar 10 setelah berhasil keluar dari kamar 8, itu adalah kamar Maryam. jadi masih ada 4 kamar yang harus aku lewati dengan aman dan hati-hati. lagi-lagi ini karna Gus hafidz yang membuat aku menjadi tidak aman jika harus berkeliaran diarea asrama santri putri. huuuuhhh AGUS dasar. seperti sekarang, kalian dengar? sudah ada yang manggil nama ku saja, padahal aku baru bebas dari mereka-mereka yang memanggil namaku dan berakhir dengan pertanyaan seputar itu-itu saja. aku hanya membalikkan badan dengan wajah yang malas tanpa kata.


"Iam,,, kirain siapa yang manggil" kata ku saat melihat ternyata Maryam yang manggil, syukurlah. aku pun duduk disalah satu bangku yang memang disetiap kamar disediakan oleh pesantren untuk sekedar mutholaah belajar santri putri. kemudian Maryam juga ikut duduk saat sudah ada didepanku


"ko muka nya di tekuk gitu? harus nya seneng dong abis dipanggil camer" kata nya meledek


"itu dia yang buat ana kesel"

__ADS_1


"hahaha,,, kenapa? abis diintrogasi ya sama temen-temen?"


"itu tau,, ini malah ikut-ikutan lagi" jawabku kesal


"bukan gitu, kan ana hanya bertanya hehe" jawabnya masih dengan cengengesan, aku hanya diam dengan masih menunjukan wajah kesalku.


"iya deh iya Afwan ya,,,udah jangan marah lagi. mending anti cerita ada apa? kayaknya anti kesel bukan cuma karna masalah itu?" yaaahhh,, aku paling tidak bisa berbohong pada Maryam, dia selalu tahu apa yang ku sembunyikan dari nya hanya dengan melihat ekspresi wajahku.


"kenapa asyila?" Maryam langsung memotong perkataanku dengar pertanyaannya

__ADS_1


"sabar dulu atuh neng, kan ini baru mau diceritakan"


"hehe,, iya Afwan lagi deh"


ku ceritakan dari awal saat kami berbincang-bincang di kantin sambil ngopi-ngopi, dan seperti biasa Maryam menyimak setiap ceritaku hingga akhir.


"jadi, kira-kira asyila kenapa ya Iam? dia ada cerita gak ke anti, mungkin soal papahnya lagi atau dia punya masalah lain gitu?" tanyaku pada Maryam


"enggak ada, ana juga bingung sebenarnya sama asyila. tadi aja pas ana mau ke perpustakaan dari kejauhan ana liat dia lagi ngelamun didepan kamar 2. ana sapa tapi dia gak nyaut-nyaut sampe ana pukul pundak nya baru deh dia sadar dari lamunannya. tadi nya sih ana mau nanya langsung tapi karna udah ditunggu Selly gak jadi nanya-nanya nya" jelasnya panjang lebar.

__ADS_1


"jadi jawabannya kita belum tau nih" kataku sambil menempelkan daguku diatas kedua tanganku, persis orang yang sedang kebingungan


"iyups" Maryam pun mengikuti apa yang ku lakukan


__ADS_2