Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Pesan Masuk


__ADS_3

POP Gus Hafidz


hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi hati saya khususnya. karna dari awal saya berangkat hingga kembali lagi ke rumah sungguh hati ini tak henti-hentinya berdebar dengan kencang, dan itu membuatku lelah melebihi lelahnya perjalanan dari Indonesia menuju Turki. mungkin terdengar sedikit lebay, tapi yah begitulah jika seseorang sudah merasakan jatuh cinta segala sesuatu terkadang di luar nalar kita. bukan begitu? hee


tapi saya bahagia dengan perasaan yang kini saya rasakan. karna ini indah jika dibarengi dengan iman dan bukan mengedepankan hawa nafsu, insyaallah.


"fidz,, bukannya tiga hari lagi anta wisuda? ko masih di sini aja bukannya buruan terbang ke Turki"


tanya Alif saat kami sedang makan di salah satu cafe yang ada di Bandung


"belum lif, ana masih menunggu kepastian dulu biar hati ini tenang pas berangkat ke Turki"


jawab saya sambil meminum minuman yang sudah dipesan


"kepastian? maksudnya kepastian dari perempuan yang waktu itu anta kejar pas di dekat gerbang pesantren fidz?"


nada suara Alif yang cukup keras sehingga berhasil membuat beberapa orang melihat ke arah kami


"fidz anta yakin sama pilihan anta?"


Alif kembali bertanya saat saya belum memberikan respon atas pertanyaan nya yang tadi di lontarkan.


"lalu Aisyah gimana fidz?"


"hhmm,,, kalau anta nanya soal itu, ana juga gak tahu harus jawab apa. karna ini (menunjuk ke arah dada) sudah ada yang mengatur, kalaupun saya paksakan untuk bisa bersanding dengan Aisyah justru saya takut kalau dikemudian hari Aisyah akan kecewa. tapi ana yakin semua orang diciptakan berpasang-pasangan termasuk Aisyah. dan ana yakin dia akan mendapatkan yang jauh lebih baik dari pada ana karna dia wanita yang Sholehah, insyaallah"


"iya sih, apa yang barusan anta bilang bener banget. cuma jujur aja, ana menyayangkan jika kalian tidak berjodoh. secara kalian Deket dari waktu kalian masih kecil, udah gitu ayah nya Aisyah seorang pengusaha yang harta nya selalu di sedekahkan untuk kemajuan pondok, bahkan orangtua kalian juga bersahabat sejak dulu sampe sekarang. tapi,,, yah begitulah, ini hanya pandangan manusia yang sangat terbatas. sedangkan keputusan semua nya ada ditangan Allah"


Alif berkata sambil meneguk kopi yang ada dimeja dengan tatapan lurus ke depan. entahlah apa maksudnya bicara seperti itu.


tapi memang benar, aku dan sudah dekat dari dulu kita masih kecil hingga beranjak dewasa. bahkan kalau dilihat dari luar, jika kami berjodoh mungkin akan terlihat serasi dan seperti saling melengkapi.


karna paman Yusuf ayahnya Aisyah adalah seorang pengusaha yang cukup maju yang selalu menyumbangkan harta nya untuk kepentingan agama, sedangkan Babah adalah seorang kiai yang cukup tinggi ilmu agamanya menjadi penyebar Atan yang menyiarkan dakwah nya.


tapi pandangan manusia itu sangat terbatas. yang menurutnya baik belum tentu itu baik dihadapan Allah ataupun sebaliknya. Allahuakbar,,


~


{assalamualaikum hafidz,, katanya anta lagi ada di Indonesia? kenapa gak ada kabar sama sekali?}


satu pesan WA masuk, dan ternyata itu dari Aisyah.


{iya isy, ana lagi ada di Indonesia karna mendadak harus pulang dulu}


balasan pesan untuk Aisyah dari saya

__ADS_1


{oh begitu, kalo boleh ana mau ke rumah anta banyak hal yang mau ana diskusikan itu pun kalau anta lagi gak sibuk}


{boleh}


{baiklah, mungkin besok ana mampir ke rumah setelah dari rumah sakit}


~


keesokan harinya Aisyah datang ke rumah yang langsung di sambut dengan riang oleh Farah adik saya.


mereka memang dekat bahkan seperti adik dan kakak. mungkin karna Farah adalah anak perempuan satu-satunya Abah, sehingga dia tidak memiliki teman berbagi atau teman cerita di kalangan adik dan kakaknya. sehingga dia begitu dekat dengan Aisyah.


"ka aisy ko baru maen ke sini lagi. Farah kangen loh sama ka aisy, banyak yang mau diceritakan sama Farah ke ka aisy"


Farah berkata dengan nada manjanya layaknya seorang adik pada kakak nya


"iya Afwan, di rumah sakit lagi sibuk-sibuknya karna banyak pasien yang keluar masuk rumah sakit"


jawab Aisyah dengan lemah lembut


"iya sih pastinya ka, apalagi musim hujan dan panas yang bergantian secara tiba-tiba kaya gini. cuaca jadi susah diprediksi"


saya yang dari duduk tak jauh dari mereka hanya bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan tanpa ikut menanggapinya


"Abang, ka aisy datang nih. bukannya di sambut malah asik sendiri sama buku nya"


"assalamualaikum hafidz"


sapa Aisyah saat sudah berada tepat di depan saya, di seberang meja kursi tepatnya


"waalaikumsalam wr wb"


aku menjawab dengan melihat ke arah Aisyah sebentar kemudian kembali fokus pada buku yang sedang saya pegang


Aisyah langsung duduk tanpa saya persilahkan terlebih dahulu. bukan dia tidak sopan, hanya saja bagi nya rumah ini seperti rumah nya karna di sini lah dulu kami selalu bermain bersama. tapi itu tidak mengurangi sopan santunnya saat berada di rumah apalagi saat ada Babah dan umma.


"umma sama Babah kemana fidz?"


tanya Aisyah dengan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


"lagi pergi ke kondangan temen Babah ka"


Farah yang menjawab


"ka Farah ko lama, Luthfi udah nunggu dari tadi juga. kata nya cuma mau ambil air minum ke dapur"

__ADS_1


tiba-tiba Luthfi datang dengan wajah yang cemberut dan pastinya sangat menggemaskan.


"astaghfirullah kakak lupa de hehe, abis kesenangan pas liat ka Aisyah datang. sini de Salim dulu sama ka Aisyah"


Lutfi pun menurut dan langsung menghampiri Aisyah sambil mengecup tangan Aisyah dengan senyum simpul yang menghilangkan ekspresi cemberut dari wajahnya


setelah bercakap-cakap sebentar Farah dan Luthfi pun kembali ke dalam untuk melanjutkan mengerjakan PR sekolah Lutfi


"fidz, ana mau menanyakan tentang pendapat anta mengenai Bagaimana Islam memandang kesehatan mental seseorang?"


saya melihat ke arah Aisyah dan mengerutkan kening sebagai tanda saya kurang faham mengenai maksud dari pertanyaan nya. karna setahu saya Aisyah adalah seorang dokter umum bukan dokter khusus kejiwaan


"gini lho, lima hari lagi akan ada seminar di Sukabumi dan ana diminta menjadi narasumber nya. sebenarnya ana udah nolak karna ini bukan ruang lingkup ana, tapi teman ana memaksa jadi ana gak bisa nolak"


"oh,, kirain ada salah satu pasien anti yang mengalami gangguan kesehatan mental"


"sebenarnya ada, tapi ini lebuh tepat nya depresi mungkin dan ana sudah mengusulkan untuk dia pergi menemui psikiater tapi orang nya gak mau, kata nya percuma itu tidak akan berhasil. sampai akhirnya kakak nya meminta ana untuk membantu pengobatan adik nya dengan cara yang sesuai dengan ajaran Islam. jujur ana bingung banget harus gimana bantu nya"


"apa Pasien nya seorang muslim?"


tanya saya penasaran


"bukan, dia bukan seorang muslim"


"lalu kenapa kakak nya meminta anti untuk melakukan pengobatan dengan cara aturan Islam?"


"ana juga belum tahu pasti sih. tapi ini hanya perkiraan ana saja. mungkin dia memang tertarik dengan Islam namun dia belum benar-benar mempelajari atau mendalami bagaimana Islam. maka nya dia ingin mengetahui bagai mana fungsi Islam bagi kesehatan. karna kakaknya pernah bilang, dia suka Islam dan dia sering mendengar bahwa dalam Islam segala sesuatu itu sudah terukur sudah ada bahasanya. maka nya dia ingin menerapkan itu sekarang pada adik nya sebelum dia benar-benar pindah keyakinan"


jelas Aisyah panjang lebar.


saya pun kemudian mencoba menjelaskan bagaimana fungsi Islam bagi kesehatan terutama kesehatan mental. yang mana salah satu nya telah di bahas dalam QS Al-Ra'ad ayat 28.


DERRRT DERRRT


tiba-tiba hp saya bergetar pertanda sebuah pesan masuk, maka saya hentikan dulu penjelasan saya kepada Aisyah.


isi pesan 1:


{assalamualaikum wr wb, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim ana syafina shidqya nurain ingin menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Gus hafidz dua hari yang lalu. dan melalu pesan ini dan dengan hati yang insyaallah yakin atas ijin nya maka jawaban ana mengenai hal itu yaitu, bismillah ana menerima pinangan dari Gus hafidz}


isi pesan 2:


{Gus ini dengan nomor kakaknya syafina, hanya ingin menyampaikan apa yang telah menjadi jawaban dari Gus hafidz dan keluarga kemarin. mohon maaf jika jawaban nya hanya bisa dikirim via WA karna nurain sendiri kata nya malu jika harus menyampaikan nya secara langsung via telpon}


saya mendapat dua pesan dari nomor yang sama, yaitu nomor kakaknya nurain.

__ADS_1


dengan gemetar tangan ini memegang benda pipih itu, dan dengan gemetar pula hati ini membaca isi dari pada pesan tersebut. subhanallah walhamdulillah yaa Rabb. kau kabulkan apa yang menjadi doa dalam setiap sujud ku kepadamu.


__ADS_2