
satu jam sudah aku melangkahkan kaki sedikit demi sedikit depan kamar inapku diposkestren. lumayan capek juga ternyata. aku pun duduk di kursi depan kamarku untuk melepas rasa lelahku. sepi juga ya kalo hari Minggu karena tidak ada dokter yang jaga kecuali santri putra atau santri putri yang jadwalnya sudah ditentukan masing-masing. itu pun hanya dua sampe tiga orang. diposkestren ku semuanya ada sepuluh kamar. empat kamar untuk santri putri yang sakit, empat kamar lagi untuk santri putra dan dua kamar nya dipakai untuk penyimpanan barang-barang seperti kasur, kursi dan peralatan lainnya yang dibutuhkan disini. sedangkan untuk ruangan dokter dan obat-obatan itu beda lagi. kalo dipikir-pikir sepertinya poskentren dipesantrenku sudah lumayan cukup memadai untuk seukuran dipesantren. yah,, ini semua tak lepas dari dana bantuan yang diberikan oleh keluarga dokter Aisyah. masyaallah benar-benar calon istri idaman banget udah orangnya Sholehah keluarga nya pun dermawan pasti ayah dan ibu pengasuh sangat bangga kalo Gus hafidz bisa bersanding dengan dokter Aisyah. astaghfirullah, aku lupa tadi kan mau liat isi kertas yang dari Gus Lutfi, mending aku baca sekarang aja lah mengpeng belum ada siapa-siapa jadi lebih leluasa bacanya. aku pun masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu nya dari dalam. ku ambil kertas tadi, ku sandarkan punggung ku pada tembok dan ku selonjorkan kakiku diatas tempat tidur agar lebih nyaman ketika hendak membacanya. bismillah mudah-mudahan isi nya gak aneh-aneh. dengan rasa penasaran aku mulai membuka kertas tersebut
Bismillahirrahmanirrahim,
assalamualaikum wr wb
hallo nur,,,
sebenarnya bingung ana mau nulis apa disini, karna terlalu banyak yang ingin ana sampaikan dan ana tanyakan ke anti. tapi sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk ana menyampaikan semuanya.
__ADS_1
nur,,,
sebelumnya ana mau minta maaf atas kejadian waktu itu, ana tidak bermaksud menyakiti anti dengan berbicara ketus dan ana juga tidak bermaksud untuk mengusir anti dari rumah,
semoga anti tidak marah dan membenci ana
nur,,,
Afwan kalo ana kemarin lancang menitipkan sesuatu ke dokter Aisyah
__ADS_1
mungkin anti kurang nyaman atas semua itu tapi jujur ana tidak bisa mencegah diri ana sendiri,
Afwan juga karna ana, banyak pemberitaan dikalangan santri putri tentang nahnu yang membuat anti tidak nyaman,
mudah-mudahan anti mafhum dan mau memaafkan ana
Syafina shidqiya nurain,,
sebenarnya ana ingin mengatakan bahwa ana bermaksud
__ADS_1
'bermaksud apa? ko isi nya hanya sampai itu, mungkin dia belum sempat menyelesaikan tulisannya. terus kenapa pake nulis nurat segala?' aku terus bertanya-tanya pada diriku sendiri karna jujur aku gak nyangka kalo Gus hafidz bakalan nulis ini untukku, tapi sepertinya isi dari surat ini banyak yang janggal alias banyak banget pertanyaan yang timbul dari diriku sendiri. dia bilang tidak bisa mencegah dirinya, mencegah diri dari apa? dan kenapa kalo ana tidak boleh membencinya? terus sebenarnya dia mau ngomong apa sama aku? aaahhh kenapa coba tulisannya gak diberesih dulu sebelum dia pergi jadi aku gak penasaran kaya gini. kalo sekarang aku tanyakan juga gak mungkin toh Gus hafidz udah ada diturki. ya udah lah mungkin memang harus seperti ini, kalo sudah waktu nya ana tahu nanti juga tahu. aku pun kembali melipat kertas itu dan menyimpannya dalam dibawah bantal.