Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Kania, aku cemburu


__ADS_3

POV asyila


hari ini sepulang mengaji, nurain dipanggil BI Nani kata nya ibu pengasuh manggil. kenapa ya? kira-kira ibu pengasuh mau ngebahas apa? kenapa cuma nurain? pertanyaan itu terus mengganggu pikiranku sejak tadi sepulang mengaji. padahal sebelum ada gosip tentang dia dan Gus hafidz tak pernah ada pemikiran seperti itu saat nurain dipanggil ibu ke rumah nya. tapi sekarang kenapa semua itu muncul? apa karna aku cemburu liat nurain dekat dengan ibu? ah,,,jangan sampai aku dikalahkan oleh pemikiran yang buruk. lagian kalo pun nurain berjodo dengan Gus hafidz aku harus ikhlas karna yang mengatur jodo itu Allah bukan manusia. aku juga tidak bisa mengatur hati seseorang agar bisa menyukaiku.


"asyila putri ramdani" suara Maryam mengagetkanku sampai aku tersadar dari pikiranku, sejak kapan Maryam ada di sampingku perasaan dari tadi aku gak lihat dia berjalan kesini menghampiriku.


"iya eh-kenap Gus? ada apa?" jawabku kaget. lho ko Gus sih? haduuuhhhh,,,,salah ngomong lagi. mudah-mudahan Maryam gak ngeuh


"masyaallah anti ngelamunin apa sih bestie sampe ana panggil dari tadi gak nyaut-nyaut? pake gas Gus gas Gus segala, ini ana Maryam bukan Gus" kata nya setelah mendengar jawabanku. sepertinya dia gak terlalu ngeuh dengan apa yang aku katakan barusan, syukurlah.

__ADS_1


"ana sama Selly mau ke perpustakaan, anti mau ikut? dari pada bengong disini!" ajaknya padaku


"enggak kaya nya, sok aja anti sama Selly" kata ku menolak dan ku suruh Maryam agar segera menghampiri Selly kembali, biar Selly gak marah karna sudah menunggu lama, dia pun langsung berlari setelah yakin bahwa aku benar-benar tidak akan ikut. untung Maryam gak banyak tanya soal jawaban ku yang ambigu. aku berdiri dari duduk ku menuju kantin, karna memang niat awalku ingin ke kantin membeli cemilan tapi keburu asik duduk sambil memikirkan hal-hal yang belum tentu kepastiannya.


"asyila,,," ku dengar seseorang memanggilku saat aku hendak menaiki anak tangga menuju kantin


"gak apa-apa, mau ke kantin?" tanya nya


"iya" jawabku singkat

__ADS_1


"bareng yah, sekalian kita duduk-duduk disitu yuk" ajak nya sambil menunjuk kursi yang ada dipojok diluar kantin


"boleh ayu" kami pun melanjutkan menaiki anak tangga menuju kantin, setelah sampai aku langsung memesan lumpia basah dan jus jeruk hangat. sedangkan Kania memesan semangkuk baso dan es lemon tea. kami duduk dikursi yang tadi Kania tunjuk sambil menunggu makanan yang dipesan datang


"tumben sendiri? biasa nya kan bareng Maryam atau nurain" tanya nya setelah duduk


"iya, kebetulan Maryam ke perpustakaan bareng Selly terus nurain masih di rumah ibu belum kesini" jawabku apa ada nya


"nurain masih dirumah ibu? waaahhh,,, lama banget ya dari tadi. kira-kira ibu ngomongin apa ya sama nurain sampe lama begitu? aku yakin pasti ibu pengasuh lagi ngomongin hal yang serius soal hubungan Gus hafidz dan nurain. secara bentar lagi kan kita mau lulus pasti ibu tanya-tanya soal nurain mau lanjut dimana atau ibu mau mastiin hubungan Gus hafidz dan nurain mau dibawa kemana. ah,, beruntung banget sih dia" Kania bicara panjang lebar tanpa ada jeda yang membuat telingaku sedikit panas mendengar nya. bukan,,,, bukan panas karna ngomongin nurain. tapi dia kalo udah ngomong emang suka nyerocos tanpa henti sampe dia sendiri yang mau berhenti. yah,, walaupun tak bisa kupungkiri sebenarnya ada sedikit rasa sedih, kesal, cemburu atau apalah itu jika mendengar tentang nurain dan Gus hafidz. baru juga aku ingin membuang pikiran itu kini malah diingatkan kembali oleh Kania.

__ADS_1


__ADS_2