Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Air mata itu pun, keluar


__ADS_3

POP asyila


"enggak syil, ana kenyang tadi abis makan sama ibu pengasuh dibawah"


DEG


jawaban itu membuat hati ini sakit,,,,sakit sekali. apa sudah sebegitu dekatnya nurain denga ibu? tapi selama ini yang aku tahu nurain gak pernah cerita apa-apa soal kedekatannya dengan ibu. atau ibu pengasuh mencoba mendekati nurain karna kedepannya berniat menjadikannya calon menantu. masyaallah,, kenapa hati ini berandai-andai, kenapa hati ini tak bisa biasa saja jika mendengar tentang Gus hafidz dan nurain. aku hanya terdiam tanpa menanggapi jawaban nurain, karna aku sedang berusaha menetralkan hati ku dari prasangka yang ku buat sendiri.

__ADS_1


"subhanallah, berarti ibu udah tau soal hubungan anti dan Gus hafidz?" tanya Kania dengan sedikit berteriak seolah ingin memberitahu kabar ini pada semua yang ada dikantin. dan berhasil. semua mata tertuju pada meja kami. sedangkan nurain langsung menutup mulut Kania dengan tangannya secara spontan.


"anti apaan sih kalo ngomong itu di rem jangan di gas terus" bisik nurain pada Kania, dan aku masih terdiam mematung mencoba mengendalikan hati ini.


"iya, iya maaf deh. abis ana gak nyangka lho anti udah sedekat itu dengan ibu pengasuh" kata Kania saat tangan nurain sudah terlepas dari mulutnya


"i-iya" jawabku terbata

__ADS_1


"terus,,,,terus beliau ngomong apa aja ke anti?" tanya Kania lagi


"enggak ada yang penting-penting banget sih, beliau cuma nanya abis ini mau lanjut kemana, terus katanya lebih baik lanjut disini aja biar beliau bisa mantau ana juga, gak tau maksudnya apa dengan bilang begitu. tapi yang jelas ana bahagia banget bisa diperhatikan sama ibu pengasuh. dan dia juga bilang kalo Gus hafidz,,,,"


aku langsung memotong perkataan nurain sebelum dia melanjutkannya


"ana ke kamar dulu ya, kalian lanjutin ngobrol aja" aku langsung berdiri dan meninggalkan mereka berdua tanpa menunggu jawaban dari kedua nya. entahlah apa yang mereka pikirkan tentang aku, tapi yang jelas aku tidak bisa jika harus mendengar tentang itu dan itu lagi. karna hati ini hanya hati seorang manusia biasa yang dengan mudah bisa kecewa, yang dengan mudah bisa merasa sakit walaupun pemilik nya mencoba kuat. dan aku tidak mau nurain melihat itu. karna dia sahabatku, sahabat dekatku. aku terus berjalan melewati kamar demi kamar, setelah sampai depan kamarku aku tidak langsung masuk. ku alihkan langkahku menuju kamar mandi, aku masuk dan ku kunci dari dalam. ku nyalakan keran agar tidak ada yang mendengar kalo aku didalam sini sedang,,,menangis. ya,,,aku tidak bisa menahan lagi bulir air mata ini untuk tidak keluar dari tempat nya. yaa Allah aku tidak akan bertanya mengapa perasaan ini ada untuk seseorang yang tidak pernah menganggap ku ada dihatinya. aku hanya minta kekuatan pada hati ini, untuk menerima kenyataan kalo ternyata sahabatku sendiri yang dipilih oleh orang yang selama ini aku kagumi, aku sukai. aku ridho dengan semua takdirmu atas hidupku, kemarin hati ku rapuh karna ayahku dan sekarang hati ku rapuh karna perasaanku. sekali lagi aku memohon kekuatan untuk semua ini, untuk semua jalan hidupku yang berada digenggaman mu.

__ADS_1


__ADS_2