Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
ini lah kami


__ADS_3

"bolehlah, masuk akal perkataan mu insyaallah nanti aku ganti baju nya kalo udah ada" kata nya sambil hendak berlalu meninggalkanku dan Maryam. aku kira dia bakalan marah karena merasa tidak terima ditegur oleh kami ternyata jawaban nya justru buat aku bingung maksudnya apa


"tunggu, maksudnya apa kalo udah ada?" aku sedikit berteriak agar dia berhenti melangkah


"ya kalo udah ada, udah dibeli udah punya gitu maksudnya" dia kembali melanjutkan langkahnya


"tunggu, tunggu. anti gak punya baju gamis atau atasan dan rok?" Maryam sedikit berlari dan berhenti dihadapan nya, aku pun mengikuti langkahnya dari belakang. "kalo gitu yuk ikut ana" Maryam menggandeng tangan perempuan itu dan berbalik arah ke asrama santri putri dan aku hanya mengekor dibelakang nya.


"maksudnya ini apa? minjemin aku baju gitu?" kata perempuan itu saat Maryam memberikan satu setel pakaian lengkap dengan hijab nya

__ADS_1


"bukan jual baju" sahutku asal sambil menyender didinding dan menautkan kedua tanganku didadaku.


"kalo dijual aku terima, tapi kalo dipinjemin aku gak bisa terima karna aku paling anti yang nama nya hutang Budi, ini aku ambil baju nya dan ini untuk bayar baju nya" kulihat dia menyodorkan tiga lembar uang seratus ribuan. tanpa banyak bicara lagi dia langsung berlalu meninggalkan aku dan Maryam


"dasar anak aneh" gerutuku pada Maryam


"anti mau ambil uang nya?"


"bukan ngambil tapi lebih tepat nya nyimpen, ya udah yuk kata nya kita mau nyari makanan dikantin"

__ADS_1


kami pun lanjut kekantin yang tadi sempat tertunda karna bertemu dengan santriwati aneh, yah aku menyebutnya begitu karna perilaku nya memang rada-rada aneh. mungkin cara pandang ku dan Maryam berbeda. aku yang sedikit curigaan dan ceplas ceplos sedang Maryam aku perhatikan dia lebih bisa sedikit bijaksana dari ku.


keesokan hari nya ku lihat sudah banyak santri putra dan putri yang sudah mulai kembali ke pondok ini, mereka sibuk lalu lalang ke kantor pengabsenan dan ada juga yang sibuk mengangkat dan merapikan barang mereka masing-masing.aku dan Maryam sedang duduk didepan teras asrama atau lebih tepatnya halaman kecil berumput dan ada hiasan aneka macam bunga yang tertata rapi dan bersih. dan kami sibuk memperhatikan setiap orang yang datang silih berganti.


"eh kamu ternyata satu kamar dengan syafina?" kata Maryam pada seorang santriwati yang kemaren sempat dia kasih pinjam baju nya. dia hanya menjawab dengan anggukan yang disertai senyuman "waaahhhh, cantik banget anti pake baju kaya gini" lanjut Maryam memuji santriwati tersebut setelah melihat pakaian nya yang lebih baik dari kemarin


"siapa anti? nama ku bukan anti tapi asyila" jawabnya dengan ekspresi yang sedikit bingung, dan aku hanya tertawa mendengar jawabannya.


"oh iya maaf aku salah asyila bukan anti hehe" kata Maryam yang ikut tertawa mendengar jawaban dia yang polos. dari situ lah kami mulai menjadi dekat hingga saat ini. aku dengan sifatku yang sedikit kekanakan, ceplas ceplos, curigaan dan yang baik nya dari sifatku adalah pengertian hee, asyila yang begitu polos namun kadang menyebalkan tapi suka berbagi kepada sesama terutama padaku dan Maryam. dan Maryam yang sangat ramah, bijaksana namun sedikit cengeng alias gampang nangis jika dihadapkan dengan situasi yang menurut nya sulit.tapi dari itu semua kami saling menyayangi, saling berbagi dan saling melindungi hingga kami menjadi sahabat sampai saat ini

__ADS_1


__ADS_2