
POP Gus hafidz
sekitar pukul 08.25 waktu Turki saya baru sampe bandara Istanbul setelah hampir 13 jam berada di pesawat. rasa nya baru kemarin saya terbang dari Turki ke Indonesia, sekarang harus kembali lagi kesini meninggalkan Babah dan umma disana. kalo boleh jujur saya masih ingin kumpul bareng keluarga disana. murojaah kitab dan Al-Qur'an setiap pagi bersama Babah, menikmati sarapan yang dimasak oleh umma, melihat kelucuan Lutfi adikku serta candaan farah yang selalu membuatku tertawa lepas. masyaallah, kesabaran itu memang mahal. sementara saya harus bersabar untuk cita-cita saya, saya harus sabar untuk harapan Babah dan umma dan saya harus sabar untuk tanggungjawab yang akan saya emban dipondok orangtua saya nanti. semoga Allah mudahkan segala sesuatunya amin.
sambil menunggu taksi, saya ambil hp dari tas saya untuk menghidupkannya kembali. karna selama dipesawat saya matikan, stelah beberapa detik hp menyala, pesan WA masuk, ternyata itu dari umma
{assalamualaikum, nak gimana? kamu udah sampai? kalo udah segera kabari umma dan Babah ya biar kita disini gak hawatir}
__ADS_1
{waalaikumsalam wr wb, Alhamdulillah hafidz baru mendarat umma, ini lagi nunggu taksi buat nganter ke apartemen hafidz}
setelah membalas pesan dari umma, saya simpan kembali hp kedalam tas karna sebuah taksi sudah berhenti tepat didepan saya. satu jam jarak yang harus ditempuh dari bandara menuju tempat saya tinggal selama belajar di kota ini.
setelah sampai, saya rebahkan tubuh ini sebentar hanya untuk melepas lelah diperjalanan. kemudian saya mengambil air dan meminumnya sambil berjalan membuka jendela apartemen menuju balkon, 'indah' pemandangan itu yang selalu tersaji didepan mata, kala mata ini menatap lurus memandangi dengan teliti setiap hamparan bumi ciptaan Allah. seandainya saya tidak memiliki tanggung jawab yang besar dipondok, jika suatu hari nanti saya menikah ingin rasanya saya membangun keluarga kecil saya disini di kota ini. 'ah dia. apa kabarnya sekarang? apakah kakinya masih sakit? kira-kira sedang apa ya sekarang?' batinku selalu bertanya tantang dia, dan hanya sosok dia yang hadir kala pikiran ini membayangkan tentang masa depan. 'apakah engkau akan mempersatukan ku denga nya yaa Allah?' batinku kembali berkata. tiba-tiba saya mendengar bel pintu berbunyi, saya intip dari dalam apartemen ternyata itu faqih salah satu temanku disini yang sama-sama berasal dari Indonesia.
"Selamualaikum nasılsın kardeşim(bagaimana kabarmu)?" kata nya sambil memeluk saya saat pintu sudah saya buka
__ADS_1
"Elhamdülillah gördüğünüz gibi" jawab nya kembali
"waaahhh, tau aja ente ane balik hari ini"
"tau lah, masa sobat mau balik kesini gak tau"
"haha bisa aja, mau minum apa?" tanya saya saat dia sudah duduk diatas sofa, kami memang sudah berteman lama hampir tiga tahun. waktu itu saat dibandara dia bertanya tentang jadwal keberangkatan pesawat menuju Istanbul, kata nya hanya untuk memastikan karna dia baru pertama kali pergi ke luar negri sendirian, akhir nya saya arahkan dia dan ternyata dia sama-sama pergi ke Turki untuk belajar, dari situ kedekatan kami dimulai.
__ADS_1
"enggak perlu, ane bisa ambil lah nanti" jawabnya sambil rebahan diatas sofa
"oke lah kalo begitu, kalo lapar atau haus ambil sendiri didapur. ane mau mandi dulu, gerah" saya pun berlalu meninggalkan faqih sendirian