
"can, syila kenapa?" tanyaku pada Kania tanpa memalingkan wajahku dari asyila yang semakin menjauh
"entahlah, perasaan tadi dia biasa-biasa aja ceria" jawab kania
"anti lagi gak ada masalah kan sama dia?" tanya Kania lagi
"enggak ada, ya udah ana mau ngejar asyila dulu ya can" aku pun berdiri dan hendak mengejar langkah asyila, tapi tiba-tiba Kania menarik tangan ku.
"kaya nya jangan dulu, biarin aja dulu mungkin dia butuh waktu sendiri. kalian sahabat kan? pasti kalo dia udah mau cerita, nanti dia cerita sendiri. jadi menurut ana biarin aja dulu" aku pun menuruti apa yang dikatakan Kania, mungkin benar asyila butuh waktu sendiri dulu. tapi kenapa? bukannya sampai tadi dia baik-baik saja.
"udah gak usah hawatir gitu, mending anti lanjutin cerita yang tadi" kata Kania saat melihat ekspresi wajahku yang mungkin terlihat sedang hawatir
"gak ah, lagi gak mood. ana mau ke kamar dulu ya, assalamualaikum" kataku sambil berlalu meninggalkan Kania sendiri atau lebih tepat nya kabur dari pertanyaan yang hanya seputar itu-itu aja.
"laahhh malah pada pergi, waalaikumsalam" kata Kania yang masih terdengar olehku.
sebelum aku berjalan menuju kamarku, aku mampir ke kamar Maryam terlebih dahulu untuk menanyakan tentang asyila, mungkin Maryam tahu asyila kenapa.
"assalamualaikum ukhti, ada Maryam gak ya" tanyaku pada penghuni kamar Maryam
__ADS_1
"waalaikumsalam wr wb, gak ada ka" jawab gina adik kelas ku
"siapa itu?" suara seseorang dari dalam
"ka nurain" jawab gina
"nur,,, kebetulan anti disini, sini-sini masuk, ada yang mau ana tanyain" tiba-tiba Hamidah salah satu teman angkatan ku jurusan IPA menarik tanganku agar masuk ke dalam kamar. 'tumben banget ada apa? aku kan gak terlalu akrab sama dia, kira-kira nih anak mau nanyain apa?' batinku menduga-duga
"sini nur, duduk bareng kita" kata Pani ramah, ternyata bestie HPAI pada kumpul disini. yah,, kami biasa menyebut mereka seperti itu karna dari awal masuk pondok mereka kemana-mana selalu berempat tak terpisahkan, wajar aja sih karna ternyata mereka bareng-bareng dari sejak mereka masuk Tsanawiyah jadi mungkin persahabatan nya sudah sangat dekat.
"wah lengkap ternyata, Hamidah, Pani, Anna, Indri" kataku tersenyum pada mereka
"bisa aja,,,, ngomong-ngomong ada apa sampe narik ana ke sini?" kataku to the point
"enggak,,, kita cuma mau nanya aja sih, soal,,,," kata Hamidah seperti ragu ingin bertanya
"APA?" tanyaku. jangan-jangan mereka mau nanya Gus hafidz lagi, haduuuhhhh,,, apa semua santri putri itu penasaran banget yah sama aku dan dia. sebel aku gara-gara tuh orang hidupku dipondok ini jadi gak tenang padahal bentar lagi mau lulus. astaghfirullah,,,
"itu,,,eummm,,,apa iya Azam sama Maryam?" tanya Hamidah lagi. ohhh,,, jadi Hamidah suka sama azam. ternyata aku salah kirain mau nanyain soal Gus hafidz juga. tapi syukurlah hehe
__ADS_1
"ohh,, kirain mau nanya apaan hehe" jawabku cengengesan
"jawab atuh nur, kasian tuh Hamidah udah harap-harap cemas" kata Pani menyenggol pundakku
"emang nya kenapa? Hamidah suka sama Azam?" aku bertanya untuk meyakinkan dugaanku kalo Hamidah menyukai Azam. sebenarnya aku gak terlalu mau tahu sih, cuma gak apa-apa lah bertanya.
"laaahhh,, pake nanya. udah jawab aja kasian tuh pipi nya merah karna malu" kini ana yang menanggapi
"hehe,,, iya iya, gak ko gak ada apa-apa antara Maryam dan Azam" jawabku apa ada nya, karna memang antara Maryam dan Azam tidak pernah ada apa-apa walaupun mereka sedikit dekat karna memang Maryam suka main ke rumahku kalo lagi libur sekolah dan pesantren. dan Azam adalah sepupuku yang kebetulan rumahnya disebelahku jadi kalo ada temen-temen yang main ke rumah, Azam pasti ada dan lama-lama kenal sama teman-temanku termasuk Maryam, apalagi kita satu pesantren. yah,, walaupun antara santri putra dan putri tidak satu kelas.
"syukurlah,, jadi Hamidah bisa tenang. iya kan?" tanya Anna pada Hamidah, dan Hamidah hanya tersenyum malu sebagai jawabannya.
"sama satu lagi nur, kita mau nanya" kata Indri yang dari tadi hanya diam menyimak
"apa lagi?" kataku malas
"tadi ibu pengasuh ngomong a,,,"
"haduuuhhhh,,, bosen ana dengernya,,,daaahhh yaa ana permisi assalamualaikum" aku langsung kabur sebelum Indri melanjutkan pertanyaannya.
__ADS_1