Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
luka yang terpendam


__ADS_3

"asslamulaiakum" aku dan Maryam masuk dan langsung menghampiri asyila yang terbaring lemah.


"waalaikumsalam" jawabnya parau. kami langsung memeluk nya berbarengan, dan dia menangis dengan begitu pilu dalam pelukan kami, 'ah ada apa ini, belum pernah aku melihatnya menangis sampai seperti ini' batinku dan tanpa ku sadari aku pun ikut menangis seolah merasakan apa yang dirasakan asyila. hampir dua puluh menit asyila menangis, setelah mulai tenang Maryam memberikan minum untuknya dan aku duduk disampingnya sambil mengelus punggungnya.


"Syukron Iam" asyila memberikan gelas yang telah dia minum air nya kepada Maryam

__ADS_1


"udah baikan syil?" asyila hanya mengangguk menjawab pertanyaan ku


"maaf, udah buat kalian cemas" asyila menundukkan kepala nya, dan air mata itu kembali terjatuh, "mamah iren masuk rumah sakit" lanjut nya


"kenapa? sejak kapan? ko bisa? mamah iren sakit apa syil? ko anti baru bilang sama kita" aku langsung bertanya banyak pada asyila karna kaget mendengar mamanya masuk RS karna selama libur kami sering kontekan asyila tidak pernah menyinggung kalo mamanya sedang sakit, ku alihkan pandangan pada Maryam, dan dia melihatku dengan tatapan melotot memberiku peringatan untuk sabar dulu mendengarkan cerita asyila hingga selesai. "maaf" kataku pelan

__ADS_1


"apa?" kataku dan Maryam berbarengan, sungguh kami kaget mendengar apa yang diucapkan asyila barusan, karna setahu kami papahnya begitu baik dan ramah


"papah marah sama ana, karna mencoba mencari tau seperti apa wajah mamah Yeni"


"mamah Yeni?" lagi-lagi aku dan Maryam kembali bertanya secara berbarengan

__ADS_1


"sebenar nya mamah iren bukan mamah kandungku, sejak aku berusia tiga tahun papah dan mamah ku berpisah. aku dibawa papah ke Bandung dan mamah membawa kakakku yang laki-laki ke Yogyakarta. aku tidak pernah tahu seperti apa wajah mamah ku karna papa membuang semua setiap foto yang ada mamah nya. aku sering menanyakan mamah pada papahku tapi papah selalu bilang kalo mamah jahat mamah gak pernah sayang sama aku karna telah meninggalkan ku dan papah. saat aku kelas empat SD papah menikah dengan mamah iren, dan mamah iren memperlakukan ku seperti anak nya sendiri, sejak itu aku tak pernah menanyakan lagi tentang mamah kandungku pada papah karna sejak kehadiran mamah iren aku seolah melihat bahwa mamah ku telah kembali. sampai suatu hari aku melihat mamah iren menangis dikamar nya, aku menghampirinya dan kulihat luka lebam didekat bibirnya dia bilang kalo dia terjatuh ditangga, aku pun percaya.tapi itu berulang sampai aku melihat sendiri bagaimana perlakuan papah pada mamah iren. ternyata papah sering memukul dan menyiksa mamah iren saat aku berada disini. sungguh aku tak menyangka bahwa papahku adalah orang yang kasar. sejak saat itu aku kembali mencari tahu siapa mamah kandungku, papah sering marah sejak saat itu. dan dia mulai berani menunjukkan sifat nya yang kasar kepada ku dan mamah iren yang selalu jadi sasarannya karna dianggap tidak becus mengurusku. sampai libur kemarin aku masuk ke kamar papah membuka file-file yang ada dalam laptop papah berharap ada petunjuk tentang mamahku tapi yang ku temukan malah foto papah dengan banyak perempuan yang berbeda-beda huuu...uuuu...uuu" asyila menangis sejadi-jadinya didepan kami dan sungguh ini juga sangat menyakitkan hati ku dan Maryam.


"papah marah saat tahu kalo aku masuk ke kamarnya dan mengobrak Abrik isi kamarnya, dia menampar dan memukul ku berkali-kali terus dia ke dapur mengambil air panas. saat hendak menyiramkan nya padaku mamah iren memelukku dan air itu mengenai punggung mamah iren sampai mamah iren harus dibawa ke RS. semua itu gara-gara ana, ana yang salah, ana penyebabnya. huuuu...uuu..uuuuu" kami langsung memeluknya, berharap dia merasa sedikit nyaman karna ada kami disini. aku dan Maryam yang selalu menyayangi nya dan selalu ada untuk nya.


__ADS_2