Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu

Tangisku Dan Bahagiaku Ada Dalam Rumahmu
Ujian hati


__ADS_3

POV Gus hafidz


menunggu ujian final selama satu Minggu rasa nya seperti setahun, hati semakin gelisah tak menentu semenjak mendengar perkataan nurain waktu itu.


bukan tanpa alasan jika perasaan saya seperti ini, mungkin ini salah satu yang dinamakan ujian perasaan tak kala merasakan cinta pada hamba-Nya.


"Abang, Arif mau ke kampus dulu ya" kata Arif yang sudah mengenakan pakaian rapi hendak pergi ke luar


"naik apa?" tanya saya masih pokus pada layar laptop didepan ku


"taksi kaya nya bang"


"jangan, biar Abang antar aja sekalian Abang juga mau keluar ada urusan"


"oke deh bang, siap"


"tunggu bentar, Abang ganti baju dulu"


~


blue mosque, disini saya sekarang. setelah mengantarkan Arif ke kampus saya langsung pergi ke tempat ini. biasa nya jika tidak ada kegiatan apa-apa saya akan lebih memilih untuk berdiam diapartmen atau memilih pergi ke perpustakaan sekedar mencari buku yang bisa dijadikan referensi untuk bahan belajar saya. tapi hari ini entah kenapa saya ingin ke tempat ini, sebelum ujian selesai dan saya akan kembali ke Indonesia.


blue mosque atau masjid biru adalah salah satu masjid pariwisata yang masih aktif dikunjungi oleh para wisatawan untuk beribadah. masjid megah ini dibangun oleh Sultan Ahmed 1 pada tahun 1609-1616. kenapa disebut blue mosque? itu karena bangunan masjid ini didominasi oleh warna biru jadi para wisatawan menyebut masjid ini dengan sebutan masjid biru.


tidak hanya megah, masjid ini juga dikelilingi oleh taman dan biru nya laut, sehingga menambah keindahan bagi mata yang memandang tak kala mengunjungi masjid ini. tak terkecuali saya, yang saat ini tengah menghirup udara segar dihalaman masjid ini.


saya duduk disalah satu kursi yang tersedia, dengan mengeluarkan pena dan buku, saya mulai fokus melukis setiap pemandangan disekitar masjid ini. namun entah kenapa, rasanya saya ingin menambahkan satu gambar tepat di depan lukisan masjid yang baru selesai saya gambar.

__ADS_1


Nurain,,, yah saya ingin menambahkan lukisan wajahnya disini. memejamkan mata sebentar, membayangkan wajahnya sekilas yang sedang tersenyum manis. tangan ini mulai menggambar setiap garis wajah nya. mata yang sedikit sipit, alis yang tidak terlalu tebal, bulu mata nya yang lentik, kulit nya yang putih bersih, hidung nya yang mancung, ada tahi lalat kecil di pipi nya membuat nya semakin manis ketika tersenyum. subhanallah,,, sungguh indah setiap ciptaan mu ya Rabb.


selesai,,,


gambar nurain dengan hijab biru muda nya yang sedang tersenyum lepas telah selesai saya lukis. saya pandangi sebentar. 'semoga anti bisa memaafkan ana dan tersenyum seperti ini saat bertemu ana nanti' batin saya.


setelah selesai melukis dan melihat nya sebentar, entah kenapa tiba-tiba terpikirkan oleh saya untuk memfoto lukisan itu. belum puas, saya kembali memfotonya tapi kali ini diambil beserta diri saya yang sedang tersenyum sambil memegang lukisan tadi. setelah selesai saya kembali melihat gambar hasil foto itu. 'aneh' kata itu yang menggambarkan saya saat ini. untuk pertama kali nya hal ini saya lakukan, biasanya saya tidak terlalu suka berfoto apalagi Selfi sendiri tapi kali ini justru sebaliknya. ada apa dengan saya? jawabannya saya juga tidak tahu. tapi yang jelas suatu hari nanti lukisan ini akan saya perlihatkan kepada nya.


~


menjelang sore saya kembali ke apartemen. dijalan saya berhenti sebentar sekedar membeli makanan untuk saya dan Arif nanti.


{assalamualaikum bang, hari ini Arif ijin nginep di kosan temen Arif, firdaus}


tiba-tiba pesan WA masuk, saat saya hendak masuk ke dalam mobil. ternyata itu dari Arif. saya pun segera membalas pesan nya.


{waalaikumsalam boleh, tapi sebelumnya boleh Abang minta no firdaus untuk jaga-jaga kalo hp anta gak bisa dihubungi}


di apartemen saya sendiri duduk di atas meja makan menyantap makanan yang sempat saya beli tadi. dan jatah untuk Arif, terpaksa saya simpan ke dalam kulkas karna terlanjur saya beli tapi ternyata Arif malah menginap ditempat teman nya. 'seandai nya sudah menikah, pasti yang selalu jadi pemandangan saya saat makan adalah senyum nya, wajah nya, dan suara nya. atau mungkin pemandangan saat dia mondar-mandir menyediakan makanan untuk saya disertai dengan celoteh-celoteh nya yang menggemaskan'. ah,,, lagi-lagi saya menghayal tentang nya.


nurain, apakah anti bisa merasakan debaran jantung ini setiap kali mengingat nama mu? apakah anti juga merindukan ana, saat ana begitu merindukan mu? atau justru sebaliknya jangankan rindu, nama ana pun tak pernah ada dalam hati anti?. astaghfirullah,,, lagi-lagi prasangka yang belum tentu kebenarannya itu selalu timbul dalam benak saya.


drrrttt


drrrttt


tiba-tiba ponsel saya bergetar membuyarkan lamunan saya tentang nya. ternyata sebuah panggilan masuk, tanpa menunggu lama saya langsung mengangkat panggilan tersebut.

__ADS_1


"assalamualaikum hafidz" kata seseorang di sebrang sana


"waalaikumsalam wr wb" jawab saya


"kaefa haluk?"


"Alhamdulillah"


"apa, ana ganggu waktu anta?"


"enggak, kenapa sih telpon ana? ada yang penting?" tanya saya pada Aisyah, yang saat ini sedang menjadi lawan bicara saya via telpon.


"enggak, ana hanya ingin tahu kabarmu aja. habis nya ana WA tak pernah ada balasan maka nya ana telpon aja langsung"


"oh,, iya Afwan. akhir-akhir ini ana sibuk untuk persiapan ujian maka nya tidak terlalu pokus pada ponsel ana"


"yah,, ana paham. tapi mungkin setidaknya kalo hanya membalas pesan WA tidak akan butuh waktu lama menurut ana"


"iya sekali lagi Afwan"


"I'ts oke nothing. tapi ngomong-ngomong setelah ujian kata Tante anta akan pulang ke Indonesia dulu, apa iya begitu?"


"insyaallah, mau nya seperti itu"


"kalo boleh ana tahu, setelah S1 selesai apa rencana anta fidz?"


"belum tahu, mungkin melanjutkan pendidikan ana"

__ADS_1


"apa anta tidak ada rencana untuk,,,eummm,,, menikah dulu gitu?" tanya Aisyah tiba-tiba dengan nada yang terdengar sedikit gugup.


"kalo untuk itu saya belum tahu sih" jawab saya disertai tawa kecil untuk mencairkan suasana agar tidak menjadi canggung. karna saya tahu maksud Aisyah menanyakan hal itu. dia ingin tahu bagaimana perasaan saya terhadap nya, bukan saya terlalu percaya diri hanya saja Aisyah beberapa kali menanyakan siapa gadis yang ada dalam hati saya. namun saya belum pernah menjawab nya secara terbuka, karna saya takut jawaban saya akan membuat hati nya terluka, karna ternyata perasaan nya tidak bisa saya balas. mungkin jika waktu nya sudah tepat saya akan mengatakan siapa gadis yang saya suka, dan itu bukan Aisyah. maafkan saya aish, untuk perasaan ini.


__ADS_2