
PERBEDAAN
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
 
Dave menjadi pendengar yang baik, dia terlihat antusias ingin mengetahui perbedaan Leya dan Feya. Dave butuh banyak informasi untuk memastikan kalau memang Leya dan Feya bukanlah orang yang sama, karena sedari tadi dirinya sibuk bertanya-tanya bagaimana mungkin 2 orang itu terlihat bagai satu orang yang sama.
 
"Itulah Leya dengan segala sikap ambisiunya tapi juga manjanya yang terkadang membuat Feya harus turun tangan menyelesaikan masalah kembarannya itu ". Sudut bibir tuan Maladi tertarik kebelakang.
 
"Feya berbeda, dia sangat lembut. Anaknya tenang dan dewasa, dia juga pintar masak loh Pak Dave, persis Mamanya. Hanya saja Feya bukan tipe orang yang mudah bergaul, meskipun saya yakin dia pasti bisa membaur tapi Feya lebih suka menyendiri. Bisa di bayangkan bukan, Feya tidak memiliki banyak teman, entah itu pria atau wanita. Feya tidak suka gemerlap malam dan glamornya pesta, Feya itu anaknya sederhana dan anggun ". Ada senyum di pancaran wajah tuan Maladi.
 
"Feya pekerja keras, dia punya integritas yang saya akui sangat luar biasa. Meskipun bukan di dunia bisnis seperti harapan saya, tetapi Feya berhasil membuktikan kemapuannya, jelas dia tidak boleh di remehkan. Feya berhasil masuk jajaran orang penting di pemerintahan negara ini. Saya sangat bangga dengannya, ya...walaupun Feya agak tertutup, namun dia sangat cerdas". Dave terlihat mendengarkan dengan seksama.
 
"Hanya saja, Feya tidak pernah setertutup seperti ini apa lagi pada saya. Aneh rasanya, entah apa yang telah mengaggu pikirannya ?" Dave hanya bisa diam. "Sudah 26 tahun umurnya, baru kali ini saya melihat ada sorot kepedihan terpancar dimatanya ". Tuan Maladi memijat kepalanya sendiri.
 
"Maaf Pak, bagaimana dengan keluarga ? Apa mungkin ada masalah di dalam keluarga ?" Tanya Dave penuh kehati-hatian.
 
"Maksud Pak Dave keluarga saya ?" Tuan Maladi menghentikan tangannya memijat kepalannya sendiri.
 
__ADS_1
"Bukan Pak, keluarga Feya maksud saya. Mungkin ada masalah dengan suaminya ?" Dave tertunduk, ada sedikit rasa getir di hatinya mendengar pertanyaannya barusan.
 
"Feya belum menikah Pak Dave, dia tidak punya pacar, apa lagi mau punya suami ". Nafas berat berhembus dari hidung mancung tuan Maladi. "Biasanya lelaki yang mendekati Feya akan mundur di hitungan hari, boro-boro mau jadi suami, proses pendekatan untuk jadi pacar saja tidak pernah selesai. Si lelaki sudah pergi meninggalkannya tanpa mau mengenali siapa Feya sebenarnya. Anda tahu, alasan mereka Feya terlalu membosankan ". Tuan Maladi sengaja memandang ke arah Dave.
 
"Saya sudah mendesaknya agar segera menemukan calon pendamping, saya dan isteri malah berharap kedua anak kembar kami ini bisa bersanding di hari yang sama. Tapi apa mau di kata, menurut Feya belum ada lelaki yang mau menerima dia apa adanya ". Tuan Maladi mengusap wajahnya.
 
"Kalau begitu apa gerangan penyebabnya ya?" Sekarang malah Dave yang merasa bingung sendiri.
 
"Saya benar-benar tidak tahu Pak Dave ". Jawab tuan Maladi penuh sesal.
 
 
***************
 
Leya sedikit ragu mengaduk adonan muffinnya, padahal ide Leya menyusun semua jenis bahan sesuai urutan masak sudah sangat bagus. Terlihat untuk kali ini pola pikir Leya cukup cemerlang, tapi entah kenapa, sedari tadi hatinya sangat tidak tenang, Leya terlalu gelisah untuk sesuatu yang tidak di mengertinya, pikiranya hanya di penuhi wajah Feya, Leya kurang konsentrasi.
 
Proses memasak di mulai, si koki pengajar sudah memberi kesempatan semua peserta untuk memulai mengadoni semua bahan masing-masing. Waktu telah di tentukan, selesai hal tersebut akan langsung masuk tahap pencetakan adonan.
 
__ADS_1
Leya menjatuhkan spatulanya, tidak menimbulkan suara sih karena kebetulan itu hanya spatula kayu. Leya benar-benar tidak sengaja, sepertinya Leya memang tidak bisa konsentrasi saat ini. Tapi dasar nasib sial sedang bersama Leya, spatulanya jatuh tepat di saat si koki pengajar sedang berjalan ke arahnya. Kecerobohan Leya tertangkap basah, dan seperti biasanya Leya akan berakhir dengan omelan kesal dari koki pengajar.
 
"Kamu lagi, setiap hari selalu kamu ". Koki pengajar menunjuk kening Leya kesal. "Kamu bisanya membuat saya kesal saja, tidak becus ".
 
***************
 
Merasa tidak bisa membahas masalah pekerjaan dengan profesional karena suasana hati yang terlalu khawatir memikirkan anak gadisnya, maka tuan Maladi memilih mengatur ulang jadwal baru untuk pertemuannya bersama Dave.
 
Tidak memiliki pilihan lain, Dave pun menyetujui permintaan sang tuan rumah yang mengundangnya tadi.
 
"Apa tidak ada yang bisa saya bantu Pak ?" Tanya Dave sebelum mohon izin untuk permisi.
 
"Terima kasih anak muda, kamu sangat baik. Tapi sepertinya memang tidak ada, Feya biar saya yang urus !" Tuan Maladi tersenyum pada Dave.
 
"Baiklah Pak. Tapi, andai ada yang bisa saya bantu jangan ragu untuk menghubungi saya. Saya akan senang sekali ". Dave berdiri dan menjabat tangan tuan Maladi.
 
"Sekali lagi terima kasih telah menolong Feya dan maaf atas ketidak nyamanan pertemuan kita ini. Saya janji, pertemuan berikutnya saya akan menjamu anda dengan baik ". Tuan Maladi menepuk-nepuk bahu Dave.
__ADS_1