TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 130


__ADS_3

SEBUAH KEPUTUSAN


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


"Tinggalkan saya sendiri, saya mau istirahat ! Kamu juga istirahatlah dan jangan coba-coba melakukan sesuatu yang tidak saya perintahkan ! Jangan berencana melawan saya !" Suara Dave yang sedang berbicara kepada Tomo terdengar sangat penuh dengan nada ancaman.


 


Tomo menangguk paham, hanya mengerakkan kepalanya saja sebagai bentuk jawabam iya pada perintah sang tuan.


 


"Jawab !" Dave mulai terpancing kesal. "Sejak kapan kau menjadi bisu ?"


 


"Baik tuan ". Jawab Tomo pelan. Jelas terlihat Tomo enggan mematuhi perintah sang tuan.


 


"Jangan coba-coba melakukan sesuatu yang bukan berasal dari perintahku !" Sekali lagi Dave memperingatkan Tomo tepat sebelum dirinya membuka pintu kamarnya.


 


Maaf tuan, untuk kali ini saya tidak bisa mematuhi anda. Saya tetap akan mencari tahu apa alasan nona Feya datang kenegara kita ? Dan apa alasan dia menutupi semua ini ? Apa benar dia sengaja membuat keberadaannya di sini tidak bisa di deteksi, tapi kenapa ? Karena tuankah ? Ahh, masa iya karena tuan ? Aneh....


 


Malam semakin larut, Dave mencoba memejamkan mata lelahnya. Sepertinya semenjak dirinya tahu tentang permaian peran Leya dan Feya, Dave tidak pernah menikmati satu hari dengan sempurna. Pikirannya terlalu sering melayang entah kemana. Hatinya terlalu sering membuatnya gelisah, dan matanya terlalu enggan di ajak berdamai dalam tidur. Dave selalu gelisah, dirinya selalu ragu dan semua itu bisa di tebak karena siapa. Sayang, sebuah informasi yang di dapatnya pagi tadi membuat Dave harus menyakini sesuatu hal. Bahwa penyebeb dirinya sangat ragu tentang sosok Feya selama ini adalah karena Feya sendiri tidak memiliki perasaan padanya. Dave menyakini Feya hanya menganggap dirinya sebagai korban permanian peran, tidak ada yang spesial apa lagi cinta di dalam hati Feya untuknya.


 


Keputusanku sudah bulat. Kau tidak pernah mencintaiku Feya, maka aku akan melupakan semua. Semoga kau bahagia.


 


Dave menarik nafas panjang.


 


"Aku akan menuruti keinginan Mama, siapapun dia, siapapun wanita itu. Semua sudah selesai ". Dan kali ini sebuah keputusan telah di tarik oleh Dave tepat sebelum mata lelahnya di pejamkan.


 


***************


 


"Ihhhh, aku kok kesal banget sih sama orang-orang jahat itu ". Feya terlihat membalikkan badannya ke sisi kanan ranjang saat dia berguman geram malam ini.


 


Sepertinya Feya masih saja terus memikirkan tentang tugas besarnya besok, Feya masih saja terbawa suasana, dirinya kesal sangat kesal. Bahkan terkadang kekesalan itu bisa bertambah kadarnya menjadi kemarahan. Bayangan betapa kerasnya usaha Lembaga yang di pimpin oleh dirinya untuk terus berususaha melestarikan benda-benda peninggalan sejarah, apa pun itu wujudnya bisa dengan mudah di anggap sepele oleh pihak lain. Pencurian, perdagangan ilegal untuk benda sejarah yang tiada terkira nilainya itu. Feya tidak habis pikir, bagaimana mungkin ada manusia yang bisa sangat egois ingin memiliki sendiri kekayaan dunia menjadi sebuah pajangan di rumahnya.


 


"Baiklah...besok aku akan berusaha sebaik mungkin. Aku akan membuat semua ini berakhir, mereka semua harus merasakan akibat kejahatan mereka sendiri ". Dan tekad Feya benar-benar telah bulat, demi keberlangsungan sejarah, maka besok Feya akan berusaha melakukan segalanya sebaik mungkin, semaksimal mungkin.


 

__ADS_1


***************


 


"Saya perlu berbicara denganmu Tom !" Meskipun sedikit di buat terperanjat dengan suara sapaan dari Ibundanya sang tuan. Tetapi Tomo berusaha bersikap tenang. Tidak di sangka ternyata nyonya besarnya sedang menunggu dirinya turun dari lantai rumah mewah yang lebih mirip di katakan istana tersebut.


 


"Maaf nyonya, saya tidak tahu kalau anda sedang menunggu saya. Kalau tidak saya pasti akan cepat-cepat turun ". Jawab Tomo sambil melangkah mendekati keberadaan sang nyonya besar.


 


"Tomo, duduklah !" Sebuah perintah sekaligus gerakan jari telunjuk kanan yang sengaja di arahkan ke sebuah sofa singel tepat di depan posisi duduk dari Ibundanya Dave. Tanpa bersuara, Tomo cukup patuh berjalan ke arah yang di tunjuk.


 


"Sudah malam nyonya. Kenapa nyonya belum tidur ?" Tanya Tomo begitu berhasil sampai di sofanya.


 


"Tomo, kau sangat setia pada Dave. Dimana pun Dave kamu selalu bersamanya, mendampinginya. Jadi bisakah tolong jelaskan pada saya, ada apa dengan anak sulung saya itu !" Bukan menjawab pertanyaan Tomo Ibundanya Dave malah langsung mengajukan pertanyaan pada Tomo.


 


Tomo terlihat diam, sedang berusaha mencerna semuanya. Dirinya sedang mempertimbangkan, antara jujur dan sebuah kebohongan. Seorang Ibu yang mendadak bertanya tentang anak sulungnya kepada Tomo, bisa di artikan kalau si Ibu ini sangat mengkhawatirkan kondisi anaknya. Sepertinya si Ibu telah gagal mencari tahu tentang kebenaran dari perubahan sikap anaknya sendiri.


 


Tetapi, pikir Tomo kemudian. Kalau dirinya jujur menceritakan kondisi sang tuan. Apa nyonya besarnya akan mengerri, secara dia sendiri tahu bagaimana tabiat sang nyonya menyangkut masalah percintaan dalam hidup Dave. Ibu dari tuannya ini sangat semangat mencarikan Dave calon isteri.


 


 


"Tomo, saya Ibunya dan saya sudah berusaha mencari tahu. Tetapi Dave terlalu tertutup ". Ada helaan nafas sesaat. "Kamu tahukan gimana watak Dave ? Dia pasti sengaja menutupi ke gundahan hatinya dari saya, dia tidak mau melihat saya khawatir. Setelah perjuangan kerasnya untuk keluarga ini, Dave selalu saja menutupi perasaannya dari saya ". Dan gelengan kepala menyertai akhir kata-kata sang nyonya.


 


Maafkan saya tuan, saya harua jujur pada nyonya. Mungkin ini kesempatan saya untuk membuat tuan sadar, kalau tuan memang mencintai nona Feya.


 


"Nyonya ". Akhirnya Tomo memulai bersuara.


 


"Sebenarnya saat tuan di negara tetangga, tuan berjumpa dengan seorang gadis ". Tomo melihat ada binar antusia dari sang nyonya saat mendengar sepenggal ucapannya barusan.


 


"Jadi benar dugaanku, anak itu sedang jatuh cinta ". Guman senang Ibundanya Dave pada diri sendiri.


 


"Dia gadis yang baik, dia cantik dan dia sangat lembut. Dia sederhana nona, meskipun di akhir tuan tahu kalau dia adalah anak dari orang paling berkuasa di dunia industri di negara tetangga, tetapi gadis itu benar-benar anggun menjadi dirinya sendiri tanpa membanggakan latar keluarganya ". Tomo terlihat sedikit tersenyum.


 


"Sayangnya gadis itu membuat ruan ragu, apakah dia juga memiliki perasaan yang sama seperti yang tuan rasakan ?" Tomo melihat ada kerutan penasaran di wajah sang nyonya.


 

__ADS_1


"Awal pertemuan tuan dengan gadis itu tidaklah di sengaja, di sebuah minimarket tepatnya. Kemudian mereka bertemu lagi di sebuah resroran. Dan di sini tuan menolong gadia itu nyonya ". Sang nyonya terlihat mengangguk. Entah apa yang di anggukkan oleh Ibunda tuannya itu. Tomo memilih membiarkan saja dan melanjutkan ceritanya.


 


"Singkat cerita tuan tahu bawah gadis itu telah bertunangan, dan tuan cukup berjiwa besar. Tuan memilih membiarkan perasaannya. Hanya saja, semakin hari tuan melihat kalau antara si gadis dan tunangannya seperti dua sisi berbeda. Tuan merasa kalau gadis itu hanya terpaksa mencintai si tunangan ". Sekarang sang nyonya malah yang heran melihat Tomo sedang mengelengkan kepalanya.


 


"Dave mencoba mengejar cintanya kembali ?" Tanya Ibunda Dave pada Tomo.


 


"Iya nyonya ". Jawab Tomo singkat. "Dan akhirnya kejujuran tuan membuat semua terbuka. Ternyata gadis itu sedang bermain peran nyonya. Dia anak kembar yang sedang bermain pertukaran peran dengam kembarannya, dam sialnya tuan masuk dalam permaian tersebut tanpa di rencanakan ".


 


"Apakah Dave pernah bertanya pada gadis itu tentang perasaan gadis itu padanya. Perasaan pribadinya, sebagai seorang wanita dewasa di luar permainan si gadis yang sudah terungkap ?" Tanya Ibunda Dave antusias.


 


"Tidak nyonya, tuan tidak berkesempatan untuk bertanya. Setelah semua terungkap, gadia itu pergi begitu saja dan tuanpun harus segera kembali ke sini ". Jawab Tomo terlihat menyesal.


 


"Anak bodoh, kenapa dia tidak mau sedikit mengalah. Dia itu laki-laki bukan, kok memble banget sih ? Usaha kek kejar, bukannya diam seperti sekarang ini ". Rutuk kesal sang nyonya.


 


"Masalahnya gadis itu sekarang ada di sini nyonya ".


 


"Benarkah ? Untuk mencari Dave ? Hehmm, ternyata gadis itu lebih pintar dari Dave ya ". Ekspresi senang terlihar jelas si wajah sang nyonya.


 


"Sepertinya bukan nyonya ". Jawab Tomo pelan. "Sepertinya bukan untuk menemui tuan ".


 


"Jangan mengarang cerita kau, Tom !" Ucap kesal sang nyonya.


 


"Karena gadis itu seakan menutupi kedatangannya kenegara kita ini nyonya. Di jelas di sini, tetapi saya tidak berhasil menukan dirinya. Seakan-akan memang ada pihak yang menutupi keberadaannya di sini ".  Tomo terlihat serius.


 


"Aneh ". Sikap heran sang nyonya sangar jelas.


 


"Kamu harus selidiki semua itu Tom ! Kalau benar dia di sini tetapi ada yang menutupi itu, berarti dia sedang dalam masalah. Ini bukan hal sepele, harus di cari tahu secepatnya !" Tiba-tiba Tomo tersadar akan sesuatu.


 


"Gunakan semua koneksi kita, periksa ulang rekaman di bandara. Dan cari tahu daftar visa penumpang yang mendarar di sini semalam. Cepatlah kamu mulai semuanya, jelas ini bukanlah sebuah hal sederhana ". Tomo memgangguk mengerti dengan perintah sang nyonya. Dan cepat Tomo menyegerakan kakinya untuk memulai mengorek informasi lebih tentang maksud dan tujuan kedatangan Feya di negara mereka.


 


 

__ADS_1


__ADS_2