TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 120


__ADS_3

ACARA


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


γ€€


"Aku mau ini saja !" Tunjuk Feya pada menu yang dipilihnya kepada si pelayan yang tersenyum ramah sambil mencatat pilihan menunya.


γ€€


"Apa kamu tahu nak, tentang sakitnya Hadi ?" Papa sengaja mengajukan pertanyaan kepada Feya tentang kondisi sakitnya Hadi yang diketahui oleh kedua orang tua si kembar ini sebatas kurang sehat saja, tepat di saat si pelayan pergi meninggalkan meja mereka.


γ€€


Jujur enggak ya ? Astaga Leya, permainan sudah selesai saja aku masih terlibat kebohonganmu. Ahhh, lelah sekali rasanya, terus berkutat dengan hal yang sama.


γ€€


Feya terdiam sesaat, ada keraguan di dalam hatinya. Pilih jujur, ada rasa tidak enak karena Leya sendiri tidak berencana jujur pada kedua orang tua mereka hingga detik ini, itu yang Feya tahu. Tapi memilih kembali berbohong untuk menutupi kesalahan Leya seperti biasanya, juga bukanlah hal yang bagus. Membohongi kedua orang tuanya ? Rasanya sangat keterlaluan, bukan anak baik, bukanlah seorang Feya.


γ€€


"Feyaaaa ". Suara Mama membuat Feya mengangkat wajahnya.


γ€€


"Kenapa nak ? Kok seperti ada yang disembunyikan ?" Mama seakan bisa menebak kegelisahan Feya saat ini.


γ€€


"Oo..enggak apa-apa Ma, aku hanya sedang berpikir tentang Leya ". Jawaban mengantungpun diberikan Feya pada Mama.


γ€€


"Tukan Pa, Feya juga gak tahu tentang Hadi ". Mama memegang tangan Papa sambil berbicara. "Papa dengar sendirikan ? Feya aja malah bengong mikir, mencari tahu ada apa ?" Mama sepertinya menebak jawaban Feya tadi dengan arti kalau dirinya tidak tahu.


γ€€


Sudahlah...


Feya pun memilih diam.


γ€€


***************

__ADS_1


γ€€


Dave duduk di balkon kamarnya, ada ekspresi lega sesaat, hingga kemudian ekspresi mendamba muncul di wajah tampanya. Entah apa yang terjadi pada Dave, mendamba ? Aneh sekali. Padahal hari ini dia sudah di kelilingi oleh begitu banyak wanita cantik yang siap melakukan apa saja agar Dave mau sekedar menyapa mereka.


γ€€


Kecantikan, turur bahasa, hingga gerakan gemulai sengaja mengoda dengan terlatih mereka siapakan untuk memikat Dave. Tetapi Dave hanya diam, acuh dan berlalu. Tidak ada itikad untuk mengubris mereka. Lantas apa yang membuat Dave mendamba ? Atau mungkin lebih tepatnya kepada siapa Dave mendamba ?


γ€€


Untung saja tadi Ezza benar-benar bisa membuat aku lepas dari mereka semua tepat di waktu 30 menit, kalau tidakΒ entah harus berapa lama aku bertahan dengan berpura-pura di dalam sana tadi.


Ya...Tuhan 2 minggu lagi ? Lama sekali itu. Apa yang harus aku kerjakan selama 2 minggu ini agar mereka semua berhenti ?


γ€€


Dave memijat keningnya sendiri sambil bersandar di kursi santai pada balkon kamarnya. Sesaat matanya melihat ke atas, kearah langit hitam yang sedang di penuhi bintang. Penuh kilau kelap kelip yang indah, seakan silih berganti memamerkan warna terang meraka pada penikmat malam.


γ€€


"Cantik ", guman Dave pelan. "Secantik dia ". Dave tersenyum, pikirannya melayang.


γ€€


"Ahhh..sedang apa dia sekarang ?" Tanya Dave pada diri sendiri.


γ€€


γ€€


"Maaf...", ucap Mama sambil tersenyum. "Mama sudah mengetuk pintu sedari tadi, tapi kamu diam saja. Ternyata kamu sedang melamun di sini ". Sekarang Mama sudah berdiri di sambil Dave.


γ€€


"Siapa dia, nak ?" Tanya Mama sambil mengusap-usap rambut Dave dengan penuh kasih. "Kamu merindukan siapa ?" Tanya Mama penuh selidik.


γ€€


"Bukan siapa-siapa Ma ", jawab Dave cepat, dia berbohong.


γ€€


"Jujurlah Dave, kamu jangan bohong !" Suara Mama terdengar lembut. Sungguh hebat wanita paruh baya ini, dia bisa tahu kalau Dave sedang membohonginya.


γ€€


"Kalau sudah ada dia, kenapa kamu tidak membawanya pada Mama. Kamu tahukan nak, apa yang Mama lakukan ini semua demi kamu. Mama pengen lihat kamu bahagia bersama pasanganmu, tapi kalau sudah ada, kenapa kamu tidak cerita ?" Mama masih mengintrogasi Dave.

__ADS_1


γ€€


"Itu semua karena aku masih ragu Ma ". Sekarang Mama meminta Dave mengeser duduknya, Mama pun duduk di sebelah Dave.


γ€€


"Dave.....", Mama membiarkan Dave bersandar di bahunya, sepertinya ada rasa lelah pada diri anak kesayangannya itu. Mama bisa melihat jelas semuanya.


γ€€


"Waktu Papa meninggal dan keluarga kita bangkrut, kamu sudah berusaha keras, sepenuh jiwa menjadi tulang punggung keluarga. Demi Mama dan adikmu, Tiara. Tiap hari kamu banting tulang, berusaha memenuhi kebutuhan hidup kita, bahkan saat Mama sakitpun kamu bekerja dan memasak untuk kami ". Tanpa Mama sadari, ada butir air mata jatuh di sudut pipinya saat mengenang masa pahit dulu. Sang suami, Papanya Dave meninggal dunia. Di luar dugaan Papanya Dave telah menjadi korban penipuan. Harta mereka habis terkuras, tanpa meninggalkan sisa.


γ€€


Keluarga Dave masa itu bukanlah keluarga milyader yang berlimpah harta seperti sekarang, mereka keluarga biasa tapi berkecukupan. Papanya Dave seorang wiraswasta di bidang bangunan dan Mama Dave Ibu rumah tangga biasa. Dave masih memiliki satu adik lagi, Tiara Putri Barata namanya, gadis kecil yang baru mau masuk Taman Kanak-kanak pada saat semua itu terjadi. Sungguh, dulu mereka adalah keluarga bahagia meskipun sederhana.


γ€€


Papa Meninggal, semua harta habis. Keluarga besar Barata bangkrut, Dave yang saat itu baru masuk bangku pertama SMP di Kotanya harus bisa membagi waktu antara sekolah dan mencari nafkah, juga mengurus keluarga, mungkin sesuatu hal yang tidak akan pernah terbayangkan oleh siapapun, bahwa anak kecil seusia Dave bisa menjalankan semuanya sebaik yang dia bisa.


γ€€


Hasilnya, lihatlah sekarang. Dave sukses dengan pendidikannya, sukses dengan karirnya. Siapa yang tidak tahu dengan Dave Indra Barata, lelaki kaya penguasa dunia property. Entah berapa banyak jenis bangunan perumahan, Villa, kondominium, Mall bahkan apartemen berlambangkan ikon perusahaannya. Usaha keras Dave terbayar, kekayaan berlimpah, kekuasaan di tangannya. Sang adikpun, Tiara kina sedang menyelesaikan studi kedokterannya. Keluarga yang sempurna bukan akhir dari semua duka itu ternyata.


γ€€


Tepatnya 2 tahun lalu, seorang wanita cantik berasal dari keluarga terpandang berhasil membuat Dave jatuh cinta. Dave begitu mencintainya, hingga dengan gampangnya memberikan apa saja pada wanita itu, hingga ternyata, tanpa sengaja justru wanita itu memperlihatkan keasliaannya. Wanita itu hanya mencintai nominal yang melekat pada diri Dave, wanita itu terlalu enggan menerima keluarga Dave, menerima seorang Ibu dan adik kecilnya yang jelas-jelas berharga bagi Dave. Dan semenjak itu, Dave memilih berhenti jatuh cinta, di mata Dave wanita hanyalah musuh terselubung yang punya niat tidak baik untuk keluarganya. Wanita hanya jatuh cinta pada hartanya, bukan dirinya apa lagi keluarganya.


γ€€


Bagi sang Mama, melihat kenyataan itu tentu saja dirinya tidak bisa berdiam diri. Mungkin 2 tahun lalu Mama bisa membiarkan saja Dave hidup tanpa berniat mencari pasangan, tetapi untuk saat ini, saat usia Dave sudah memasuki angka 32 tahun. Mama pun memiliki cita-cita melihat Dave hidup bahagia dengan keluarga kecilnya. Mama berharap bisa segera menimang cucu dari Dave, sebelum ajal menjemputnya.


γ€€


Itulah sebabnya, dengan bantuan Tomo, sekretaris Dave, sang Mama mengatur acara seperti pagi tadi. Memperkenalkan Dave pada banyak gadis-gadis cantik, terpelajar dan berasal dari keluarga kaya di Negara mereka, dari berbagai kota. Dave tahu itu, 2 minggu kedepan Dave terpaksa membiarkan sang Mama melakukan semuanya. Meskipun Dave sangat enggan, tetapi dirinya tidak ingin membuat sang Mama bersedih. Jadilah Dave mengalah, membiarkan Mama mengatur segalanya, mengumpulkan gadis-gadis jelita yang bersiap menarik perhatiannya. Sayang, Dave menganggap mereka semua bukan apa-apa.


γ€€


Dan malam ini, saat Mama mendapati Dave tengelam dalam pikirannya sendiri. Tahulah Mama kalau hati Dave telah ada pemiliknya. Andai saja anak lelakinya menceritakan sejak awal, Mama pasti tidak akan memaksa Dave bertemu dengan puluhan gadis-gadis tadi. Mama malah dengan semangat akan segera melamar gadis yang telah mengikat hati anak tampannya itu.


γ€€


Tapi siapa dia ?


Pikir Mama kemudian sambil menyudahi kilas balik kehidupan pahit keluarga mereka.


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2