TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 53


__ADS_3

TOLONG BERBALIK


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


Dave menata pancake buatannya di piring saji, dua piring saji. Untuk Feya yang tidak lain sedang berperan sebagai Leya dan untuk dirinya. Madu yang tadi ditemukan oleh Dave dijadikannya sebagai toping sarapan mereka. Perfect. Dave telah memastikan pancake buatannya empuk dengan rasa yang enak. Dave yakin, Feya akan menyukai pancakenya dan tidak akan kesulitan saat menelannya nanti.


 


Piring telah di tata, dua buah gelas dengan satu berisi susu putih hangat buat Feya dan satu lagi berisi kopi hitam panas untuk dirinya juga telah siap di dalam baki. Dave pun berjalan ke atas, kelantai dua, menuju kamar tidur Leya.


 


"Sudah bangun belum ya?" Dave bertanya pada dirinya sendiri.


 


----------


 


Merasa tidak akan sanggup menahan amarahnya, Feya memilih mematikan panggilan yang tadi dilayangkannya pada Leya. Percuma saja rasanya dia membuang energinya pagi ini dengan memarahi kembarannya itu, apa lagi tenaganya baru saja terkumpul. Dia baru saja sehat, perutnya baru saja berdamai dengan dirinya. Belum lagi tengorokkannya, rasanya baru saja enak. Kalau Feya menghabiskan energinya dengan memarahi Leya, nanti malah membuat tengorokkannya menjadi sakit lagi.


 


Sudahlah...lebih baik mandi saja.

__ADS_1


 


Feya berdiri, merapikan ranjang besar Leya dan menuju lemari pakaian Leya. Membuka travel bagnya hendak memilih baju santai untuk dipakainya pagi ini. Feya menutup lemari tersebut dan berjalan ke arah kamar mandi Leya.


 


Baru beberapa langkah berjalan, Feya tiba-tiba mematung. Feya diam seribu bahasa mendapati Dave sudah berada di dalam kamar, baru saja masuk dengan tangan memegang baki.


 


Kok bisa ada Dave di situ ?


 


Dave tertegu, nafasnya cepat, oksigen mendadak menjadi sedikit. Matanya melebar, jantungnya memberontak. Kembali pemandangan indah semalam terpampang jelas didepannya, berdiri dengan sempurna dihadapannya. Lagi, Dave mendapati Feya berdiri cantik, sangat cantik dengan baju tidur tipis super seksi yang dipakainya semalam. Jakunnya bergerak naik turun, matanya fokus memandangi payudara Feya.


 


 


"Maaf". Dave tersadar, mengalihkan pandangannya dari payudara Feya ke wajah Feya.


 


"Ber-berbaliklah, to-tolong berbaliklah". Ucap Feya kemudian dengan terbata-bata.


 

__ADS_1


Dave mengikuti permintaan Feya, membalik badan membelakangi pemandangan indah yang tadi sempat membuat dia kembali gagal menguasai diri. Rasanya Dave sangat ingin mewujudkan semua khayalannya semalam, yang telah susah payah dihenyahkannya. Hampir saja baki ini aku buang dan berlari memelukmu. Bagaimana mungkin kamu sangat cantik?


 


Feya berjalan secepatnya ke kamar mandi, mengunci dari dalam dan menguyur tubuhnya agar tenang. Memalukan sekali, sudah dua kali. Kenapa aku gak mikir kalau dia masih ada di sini. Ya Ampun, bagaimana aku menghadapinya sekarang? Memalukan sekali. Feya sibuk menggelengkan kepalanya sendiri.


 


Mendengar pintu kamar mandi di kunci dari dalam, Dave kembali berbalik mencari sosok Feya. Yakin Feya telah berhasil sampai di kamar mandi, Dave pun memilih menyiapkan isi baki yang dibawanya ke atas meja di depan sofa tempat tidurnya semalam.


 


Beberapa kali Dave menarik nafas panjang, memastikan oksigen sampai keotaknya, mengajak otaknya bekerja dengan baik agar pengendalian dirinya untuk tidak merealisasikan khayalannya terhadap Feya, bisa sejalan dengan hati kecilnya.


 


Lain Dave, lain pula Feya yang masih bertahan di bawah shower. Feya sengaja bertahan di bawah guyuran air dingin untuk menenangkan dirinya, jantungnya sedari tadi tidak menentu karena ulah baju tidur tipis milik Leya.


 


Ya Tuhan, kenapa nasib aku kayak ini banget? Sekarang entah apa isi kepala Dave? Aku harus bersikap gimana nanti saat berhadapan dengan Dave? Aku harus apa yaaaaa?


 


Feya tengelam dalam pikirannya sendiri, berusaha mencari solusi terbaik untuk menata hatinya saat berhadapan dengan Dave nanti.


 

__ADS_1


 


__ADS_2