TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 78


__ADS_3

NUC KAFE


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


Dave memandang sekeliling Kafe yang menjadi pilihan Hadi sebagai tempat bersantai bagi mereka. Dari depan terlihat bangunan dua tingkat tersebut tidak terlalu ramai, sepertinya sekarang bukanlah jam ramai orang berkunjung ke Kafe itu. Sekilas, dari luar terlihat tampilan Kafe ini sama seperti Kafe lain pada umumnya, hanya saja ada sentuhan aneka jenis bunga yang akan menyambut pengunjung di depan pintu masuk.


γ€€


Hadi berjalan mengandeng Feya, sikap diri sebagai pemilik seorang Feya sangat diperlihatkannya. Andai saja Hadi tahu bahwa itu wanita cantik yang sedang di gandenganya itu adalah kembaran Leya, entah bagaimana sikap Hadi selanjutnya.


γ€€


Dave memilih menunggu Tomo mendekat padanya, Dave lagi-lagi di buat kesal dengan pemandangan sikap Hadi pada Feya. Dave tidak tahu kenapa, yang jelas melihat Hadi begitu perhatian pada Feya, dia tidak suka. Walaupun otaknya sudah menjelaskan siapa Feya bagi Hadi dan apa arti Feya bagi Dave. Tetapi dia tidak suka, titik.


γ€€


"Mari tuan". Tomo mempersilahkan Dave berjalan dan kemudian membukakan pintu Kafe tersebut agar Dave bisa segera masuk. Sebuah tempat duduk yang nyaman di pilih Hadi pada pojok kanan Kafe. Spot area di situ berlatar bangunan tinggi tiga dimensi sebuah kota yang sangat maju. Bagi pecinta swafoto, tampilan yang menjadi latar mereka duduk saat ini pasti akan segera di abadikan. Tetapi Dave, dia bukanlah pecinta kegiatan seperti itu. Jadi dia lebih memilih mengagumi art dan skill di pelukis saja, atas hasil karya indahnya, bukan mengabadikannya dalam kamera.


γ€€


Tomo duduk pada meja di sebelah kanan sang tuan, hanya berjarak beberapa centi meter saja. Dan dari sudut pandang Tomo saat dia sampai di parkiran Kafe tadi, sepertinya sang tuan tangah menahan kesal. Tomo hanya heran, bagaimana mungkin tuannya bisa bersikap sekonyol itu. Memiliki rasa kesal pada seseorang yang tidak pada tempatnya. Sambil membuka buku berisi jenis-jenis menu di Kafe tersebut, Tomo sibuk mencuri pandang kearah Dave. Memperhatikan Dave yang tengah bertahan dalam kekesalannya.


γ€€


"Selamat siang, mari silahkan di lihat menunya tuan, nona. Apa kira-kira yang akan kami siapakan?" Seorang pelayan wanita datang mendekat ke arah meja yang di duduki Hadi, Feya dan Dave sambil menyerahkan dua buku berisi pilihan menu Kafe mereka.


γ€€

__ADS_1


"Silahkan Dave". Hadi menyerahkan satu buku berisi pilihan menu Kafe pada Dave, sementara dirinya sendiri membaca satu buku lagi yang di bawa oleh si pelayan.


γ€€


Dave mandangi buku tersebut, membaca teliti satu persatu. Dia sedang mencari apa gerangan minuman dan makan kecil pendamping yang di inginkannya. "Kopi hitam tanpa gula dan blueberry cake". Dave telah menemukan pilihannya.


γ€€


Blueberry cake. Feya menelan ludahnya sendiri mendengar Dave memesan cake manis dengan selai blueberry dan sedikit taburan bulat blueberry di atasnya.Β Enaknya.....


γ€€


"Baik tuan". Pelayan langsung mencatat menu pilihan Dave. "Tuan dan nona?" Tanya pelayan pada Hadi dan Feya kemudian.


γ€€


"Greentea latte dan cappucino dingin, terus". Hadi kembali memandang buku menu yang di pegangnya. "Chese cake dan risol daging jagung". Hadi pun telah selesai dengan pilihannya.


γ€€


γ€€


"Nggak pesan". Dave sengaja bertanya pada Feya.


γ€€


"Udah aku pesankan". Jawab Hadi penuh kasih sambil memegang tangan Feya. "Loh, kenapa tanganmu dingin beb?" Hadi langsung menatap serius kearah Feya.


γ€€

__ADS_1


Tentu saja tangannya dingin. Mana sanggup dia memakan olahan daging, eh..jangan-jangan cappucino dingin atau greentee latte juga bukan jenis minuman kesukaannya? Dave pun ikut memandangi Feya.Β Sikap Hadi ini aneh, seakan-akan dia memang tidak tau kalau Leya tidak suka apa yang dipilihkanya untuk Leya. Sikap Leya juga aneh, kalau memang tidak suka, kenapa pura-pura suka? Diam saja menerima apa yang dipilihkan Hadi padanya.


γ€€


"Enggak sayang, mungkin karena pengaruh pendingin ruangannya". Jawab Feya bohong sambil bergelayut manja di lengan Hadi.


γ€€


Masih bertahan boong. Dave tersenyum sinis ke arah Feya.


γ€€


"Aku pikir kenapa beb". Hadi mencium kening Feya.


γ€€


Feya gelagapan, spontan menyudahi adegan manjanya pada Hadi. Jantungnya langsung berdebar keras. Aduh..kenapa gak kasih kode dulu kakak ipar? Langsung main cium kening orang aja. Protes Feya dalam hati.


γ€€


Heyyyy....Kenapa Leya menghindar, bukannya wajar seorang tunangan mencium kening tunangannya. Tapi kenapa Leya terlihat kaget, wajahnya berubah lagi. Seperti tidak suka? Dave memandang heran pada Feya. Dirinya bisa melihat jelas perubahan sikan Feya pada Hadi saat Hadi selesai mencium keningnya.


γ€€


Sebenarnya ada apa dengan Leya? Kenapa sikapnya menjadi kaku pada Hadi. Apa yang dilakukan Hadi suatu hal yang biasa, tetapi raut wajah Feya seakan tidak ikhlas mendapat perlakuan seperti itu. Dave masih melihat Feya yang sekarang telah duduk tenang di kursinya sendiri. Tidak lagi bergelayut manja di legan Hadi.


γ€€


Feya merasa mata Dave sedang menatap lurus padanya, mendadak Feya menjadi takut. Apa Dave melihat perubahan sikapku tadi? Apa dia tau kalau aku menghindar dari Hadi? Gawat, bagaimana kalau iya. Pelan, Feya mengangkat wajahnya, menatap wajah Dave yang ternyata memang tengah memandang dalam padanya. Kok gituh cara lihatnya, matanya buat aku takut. Apa Dave bisa mengetahui kalau aku tidak suka dengan sikap Hadi mencium keningku tadi?

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2