TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 81


__ADS_3

JANJI MALAM MINGGU


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


"Sudah tuan". Tomo memberi laporan pada Dave, setelah dia selesai memesan ulang pesanan untuk Feya.


γ€€


"Hemm", hanya itu jawaban yang di berikan oleh Dave.


γ€€


"Malam nanti acara kalian apa?" Dave mulai berbicara sambil menyuapi risol daging jagung Feya ke dalam mulutnya.


γ€€


"Maaf Dave, kamu salah ambil". Hadi menunjuk cemilan sang tunangan yang tengah di nikmati oleh Dave.


γ€€


"Ini sungguh tidak di sengaja", Dave terlihat menyesal. "Maaf ya Le. Aku benar-benar gak sengaja. Mungkin karena enggak fokus, aku jadi salah ambil". Dave berusaha memperlihatkan wajah yang sangat menyesal.


γ€€


"Oh, gak papah. Udah jangan di pikirkan". Feya tersenyum senang. "Silahkan kamu nikmati, jangan sungkan". Feya malah terlihat bahagia.


γ€€


Ada aja idemu Dave. Makasih ya. Feya .


γ€€


Aku kok ngerasa sengaja ya. Hadi.


γ€€


"Ya udah, sebagai permintaan maaf aku. Kamu ambil deh cakenya aku ini, ya anggap aja kita canghe". Dave terlihat serius ingin meminta maaf.


γ€€


Feya tersenyum menang, hatinya tertawa girang. Sudahlah terbebas dari makanan dan minuman yang tidak dia sukai, dan sekarang dia malah bisa memakan cake yang sedari awal dipandanginya sudah membuat liurnya kemana-kemana.


γ€€


"Teri....", Feya.


γ€€


"Enggak usah Dave. Biar di pesan yang baru aja". Hadi menolak tawaran Dave.

__ADS_1


γ€€


"Sayanggg", Feya mulai memegang tangan Hadi. "Udah, enggak papah. Itu aja". Feya mencegah Hadi memesan lagi.


γ€€


"Beb, aku tau kamu enggak suka itu". Hadi berbisik pelan pada Feya. "Jangan paksa diri kamu". Tolak Hadi.


γ€€


Sebenarnya mereka ini beneran tunangan bukan? Aneh sekali pola hubungan mereka. Jelas-jelas si wanita enggak suka makanan minum pilihan si lelaki. Tetapi si lelaki malah bersikap seakan-akan paling tau apa yang terbaik buat wanitanya. Dave mencuri dengar pembicaraan Hadi dan Feya.Β Kenapa Leya mau bertahan dengan Hadi? Apa yang telah dilakukan Hadi sampai membuat Leya mau berkorban seperti ini?


γ€€


"Sudah sayang. Aku enggak mau buat Dave tersinggung. Nanti kalau di tolak malah buat dia kecil hati. Ingetloh, proyek kamu sama dia tuh belum jalan". Feya pun ikut berbisik saat berbicara dengan Hadi.


γ€€


Ah, kok aneh banget sih sikap Dave ini. Tadi minum Leya, sekarang cemilan Leya. Dave.


γ€€


Hadi memilih menganguk saja, dia pun merasa percuma berdebat dengan Feya. Karena bagaimana pun ada benarnya juga, semua pendapat wanita yang di kira Hadi adalah tunangannya. Walaupun kesal, Hadi mencoba mengalah.


γ€€


Tahu Hadi telah mengalah, Dave pun menyodorkan blueberry cakenya pada Feya, lengkap dengan senyum dan permohonan maaf. "Maaf ya Le, aku benar-benar enggak sengaja".


γ€€


γ€€


Melihat tampilan cake yang sangat mengoda itu, Feya pun bersiap ingin menikmatinya. Tetapi keinginan Feya itu sedikit tertunda, mendadak muncul seorang pelayan wanita yang bermaksud menyajikan minuman yang di pesan Tomo untuk Feya.


γ€€


"Permisi tuan-tuan dan nona, saya mau meletakkan minumannya". Ucap si pelayan membuat semua menatap dirinya.


γ€€


"Silahkan nona", gelas saji berisi teh hijau tepat berada di depan Feya.


γ€€


Apa-apaan ini, sebenarnya apa mau Dave ini? Hadi kesal saat tahu minuman apa yang telah di antarkan pelayan untuk Feya.


γ€€


"Terima kasih". Jawab Feya senang.


γ€€

__ADS_1


Sedang Dave, hanya bersikap santai. Seakan tidak ada yang salah.


γ€€


"Gimana, apa acara kalian malam nanti". Dave kembali mengulangi pertanyaannya tadi. Meski tahu Hadi sedang kesal, tetapi Dave bersikap biasa saja.


γ€€


Sabar Hadi..sabar, demi proyek Zall Lestari 1. "Rencana kami mau dinner sambil sedikit menikmati musik". Hadi mengelus pelan tangan Feya yang terlihat mulai menarik piring saji berisi cake semakin mendekat padanya.


γ€€


"Seru tuh, aku gabung ya. Boleh?" Dave mengajukan permintaan. "Ya, maklumlah. Aku cuma sama Tomo di sini, enggak tau tempat enak buat menghabiskan malam. Apa lagi malam mingguan". Dave terlihat berharap.


γ€€


"Boleh..kenapa tidak. Iyakan beb?" Hadi meminta pendapat Feya. "Rame pasti lebih seru". Ucap Hadi sambil melihat Feya yang tengah mengunyah potongan kecil kuenya.


γ€€


Serius kamu makan itu beb? Ah, begitu besar pengorbanan kamu buat aku, beb.Β Hadi malah melonggo melihat Feya seakan tengah menikmati cake yang diberikan Dave padanya.


γ€€


"Iya enggak papah. Kita malam minggu bareng aja, sesekali sayang". Jawab Feya dengan mulut berisi cake.


γ€€


"Okeh, makasih ya". Dave tersenyum senang.


γ€€


"Nanti kita janjian di Restoran W? Apa kamu tahu itu Dave?" Tanya Hadi kemudian.


γ€€


"Ooo, aku tahu. Aku pernah makan malam di sana. Baiklah aku akan menemui kalian jam delapan". Ucap Dave.


γ€€


Dan akhirnya acara santai mereka berlanjut siang itu, banyak hal yang di bahas oleh Hadi dan Dave, sedang Feya. Dia hanya menimpali sesekali apa yang tengah di bahas dua lelaki tersebut sambil menikmati segelas teh hijau dan sepotong cakenya.


γ€€


Dave mencuri pandang ke arah Feya di sela perbincangannya bersama Hadi. Sesekali Dave terlihat tersenyum saat tahu Feya memikmati sajian di depannya. Lain halnya dengan Hadi, yang berpikir rasa senang Feya hanyalah kepalsuan belaka, untuk membuat Dave senang.


γ€€


Andai saja Hadi tahu yang sebenarnya.


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2