TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 71


__ADS_3

GAMBARAN


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


Dave memperhatikan Feya, dari sudut pandangnya sekarang dia bisa merasakan ada rasa sedih yang sedang disembunyikan wanita cantik disampingnya itu. Kenapa? Apa aku salah bicara? Dave berusaha mencerna perubahan hati Feya.


γ€€


"Kamu bekerja?" Tanya Dave mengalihkan lamunan Feya hingga kembali menatap padanya.


γ€€


"Iya". Jawab Feya singkat.


γ€€


"Dimana?" Tanya Dave masih menatap Feya.


γ€€


"Di...huuuft", di Lembaga Penelitian dan pelestarian Benda Cagar Budaya. Feya terlihat menghembuskan nafas panjang. "Di perusahaan Papaku". Jawab Feya kemudian.


γ€€


"Oya...perusahaan apa itu?" Dave terlihat sedikit penasaran.


γ€€


Aduh..jujur nggak ya...?


γ€€


"Pe-perusahaan kecil". Jawab Feya ragu.


γ€€


"Boleh tau namanya?". Dave masih berusaha mencari jawaban dari Feya.


γ€€


"Malakay". Jawab Feya pelan. Tapi Dave bisa mendengar itu.


γ€€


"Maksud kamu, kamu adalah anak dari pemilik Malakay Company? Anak dari tuan Maladi?" Dave menatapa serius pada Feya.


γ€€


Feya hanya memilih menganggukan kepalanya sebagai wujud jawaban pertanyaan Dave. "Kamu kenal Papa?"


γ€€


"Hey..jangan merendah begitu". Dave terlihat tengah memperbaiki rambut Feya kembali kebelakang telinga gadis cantik itu. Lagi Dave melakukan hal sama yang bisa membuat wajah Feya kembali merona.


γ€€


"Walaupun aku dari Negara tetangga, tentu saja aku tahu Papamu. Pengusaha sukses yang merajai dunia bisnis. Aku tau kehebatan Papamu, Le". Lanjut Dave.


γ€€


"Oooo". Jawab Feya tidak bersemangat mendengar pujian Dave.


γ€€

__ADS_1


"Wawwww". Seru Dave masih tidak percaya. "Mimpi apa aku bisa seberuntung ini?" Dave menepuk tangannya di udara. "Bisa bertemu dan berteman dengan anak pengusaha ternama di Negara ini".


γ€€


Dan kalau aku jujur, kamu langsung berlalu. Tidak akan sudi berteman denganku.


γ€€


"Kamu hebat Le". Puji Dave tulus.


γ€€


Leya memang hebat Dave, berbanding terbalik dengan aku.


γ€€


"Kamu tau, sejujurnya setelah proyek ini selesai, aku berniat mengajukan kerja sama dengan Malakay Company". Dave berbicara serius sekarang. "Dan lihat, batapa Tuhan merestui langkahku. Aku malah sudah bertemu dengan putri cantik pemilik Malakay terlebih dahulu".


γ€€


Dan nanti saat kamu bertemu Leya, jika kamu benar akan bekerja sama dengan perusahaan Papa. Setelah itu, kamu akan melupakan aku, melupakan pertemanan kita, karena kamu lebih memilih berteman dengan Leya.


γ€€


"Apa yang kamu rencanakan?" Feya merasa sangat tidak antusias saat ini.


γ€€


"Sebuah proyek kecil di bidang property". Jawab Dave santai.


γ€€


"Kamu pengusaha property?" Sekarang Feya yang mulai terlihat ingin tahu.


γ€€


γ€€


"Tapi dari informasi yang aku dengar, kamu adalah pengusaha sukses di bidang property di Negaramu. Kamu dewanya bisnis property". Feya sedang berusaha mengingat apa yang diceritakan Hadi padanya semalam, tentang bisnis Dave di Negara asalnya.


γ€€


Raja atau Dewa property ya? Hadi bilang apa sih semalam? Feya tengah berusaha mengingat.


γ€€


"Hahaha". Dave tertawa sambil mengelengkan kepalanya. "Informasi yang kamu dengar tidak akurat". Jawab Dave kemudian.


γ€€


"Ooo". Lagi, Feya hanya mampu memberi ucapan standar pada Dave.


γ€€


"Tapi Villa ini milik kamukan?" Feya meminta kepastian dari Dave.


γ€€


"Yapp". Jawab Dave singkat.


γ€€


"Lantas, apa yang akan kamu buat di lahan kosong itu?" Tanya Feya sambil menunjuk tanah kosong di bagian belakang Villa Dave.


γ€€

__ADS_1


"Emmm", Dave terlihat sedang berpikir, "tidak tau". Jawab Dave sambil mengangkat kedua bahunya. "Ada ide?" Tanya Dave pada Feya?


γ€€


"Serius?" Ada nada antusias di suara Feya.


γ€€


"Iya serius. Bisa kamu gambarkan?" Dave memperhatikan perubahan suasana di wajah Feya. Dari biasa, sekarang menjadi luar biasa.


γ€€


"Ada, ada". Feya menautkan kedua jemarinya di bawah dagunya sambil tersenyum lebar. "Ada". Feya pun terlihat mengerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Seperti boneka mini yang biasa berada di bagian dasbor mobil, yang akan bergoyang ke kanan dan ke kiri saat kepalanya tersentuh tangan.


γ€€


Dave tersenyum melihat ulah Feya itu.Β Kalau seperti ini, kecantikan kamu jadi berlipat ganda.


γ€€


"Jadi". Feya mulai mengambarkan tentang idenya. "Nanti dari pintu belakang ke samping sana". Feya pun sibuk menunjuk ke satu arah. "Di buat susunan jalan setapak berbentuk petak-petak batu terapi gituh, kamu ngerti?" Tanya Feya pada Dave.


γ€€


"Maksud kamu susunan batu untuk relaksasi dan terapi kaki?" Dave malah balik bertanya.


γ€€


"Iya, iya..gituh". Terlihat binar senang di mata Feya.


γ€€


"Ihhhh, itukan sakit". Dave bergidik ngeri membayangkannya.


γ€€


"Hahaha". Feya tertawa geli sambil menghadap kearah Dave. "Kamu yang badannya berisi otot besar kayak gituh, bisa takut sama susunan batu refleksi yang kecil-kecil. Hahaha". Feya masih tertawa geli.


γ€€


"Eh, jangan ngeledekin aku ya". Dave terlihat mencebek.


γ€€


"Habis kamu tuh, wajah boleh tampan. Badan boleh oke, ternyata sama hal kecil aja takut". Dave dapat melihat kalau Feya sangat senang menertawakannya.


γ€€


"Kamu harus sering-sering tertawaloh". Dave menatap lekat mata Feya.


γ€€


"Hah, kenapa?" Feya merasa tidak mengerti maksud Dave.


γ€€


"Karena kecantikan kamu bertambah berkali-kali lipat saat tertawa lepas begitu". Jawab Dave tulus.


γ€€


Degggg, degggg, jantung Feya berdetak tidak menentu. Mendadak ritme jantungnya menjadi cepat.Β Gawat, aku kok jadi berdebar-debar ginih?


γ€€


γ€€

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2