TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 89


__ADS_3

MINGGU PAGI (2)


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


Flashback....


γ€€


Feya masih menatap orang-orang yang berada di taman depan balkon apartemennya. Mata biru gelapnya masih mengikuti silih berganti kesana kemari. Sarapannya belum di sentuh, hatinya masih malas untuk memulai memakan makanan yang mungkin sudah dingin itu.


γ€€


Handphone Feya berbunyi, nada deringnya terus saja bernyanyi meminta sang punya mengangkatnya. Feya berjalan masuk ke kamar mencari-cari keberadaan handphonenya yang kemudian di temukan berada di ujung meja kecil di sebelah ranjang. Feya menatap layar handphnone, melihat siapa gerangan si penelepon. Dave, nama itu tertulis di layar.


γ€€


"Mau apa lagi ", Feya bertanya pada layar handphonenya. "Apa enggak cukup sepanjang malam hingga dini hari kamu telepon aku. Berhentilah Dave, berhentilah menghubungiku !".


γ€€


Panggilan selesai, layar handphone Feya kembali gelap.


γ€€


Feya mengengam handphonenya, membawa ke balkon dan meletakkan di atas meja dekat nampan berisi sarapan pagi.


γ€€


Handphone berbunyi, panggilan masuk dari nama yang sama seperti tadi. Feya hanya memperhatikan handphonenya tidak ada niat sedikitpun untuk mengangkat, hingga panggilan berakhir kembali.


γ€€


Feya menarik nafas panjang, sesaat dia merasa lega karena Dave memilih berhenti menghubunginya. Tapi sayang, belum lagi kelegaannya bertahan lam untuk kali ketiga, keempat hingga kelima kalinya. Handphonenya masih saja ribut berbunyi dan nama Dave masih terus muncul di layar handphonenya. Kali ini Feya tetap menolak menerima semua panggilan yang silih berganti itu.


γ€€


Susana tenang, akhirnya nada dering berhenti berganti notifikasi pesan. Feya membuka pesan masuknya, sebuah pertanyaan dari Dave tentang keberadaannya muncul. Feya memilih membaca tapi tidak berniat membalasnya.


γ€€


Pesan baru masuk, Feya tetap membaca dan mengabaikan. Berlanjut lagi, lagi dan lagi, sepertinya Dave pantang menyerah. Hingga sebuah pesan baru masuk, Feya terenyuh. Ada kata permohonan maaf di dalam pesan tersebut. Kemudian pesan baru masuk lagi, ada permintaan menjadi teman. Feya tersenyum sendiri, hatinya mulai tersentuh. Hingga pesan berikutnya Feya akhirnya mengalah. Dave bilang dia belum makan, perutnya mulai terasa tidak nyaman.


γ€€


"Dave teman yang menyenangkan, setidaknya dalam permainanku ini, tanpa Dave tahu dia sudah banyak membantunku. Mungkin aku harus mengalah sedikit, Dave janji tidak akan mencampuri urusan pribadi ku agi, hanya teman saja ".


γ€€


Feya luluh, mengiyakan ajakan Dave untuk sarapan bersama. Tetapi dirinya yang akan menyiapkan menu sarapan pagi mereka. Feya dan Dave janjian di apartemen Leya setengah jam lagi, rasanya tidak akan terlambat. Jarak apartemen Feya dan Leya tidaklah jauh, telur orak arik dan baccon daging asap yang di buatnya tadipun banyak. Tinggal di kemas dan di bawa kesana. Akhirnya, Feya sampai di apartemen Leya dan segera menata menu sarapannya bersama Dave lengkap dengan kopi hitam, minuman yang pernah Feya lihat di pilih Dave pada pagi hari dulu waktu Dave menolongnya.


γ€€


***************


γ€€


Dave menekan bel di depan pintu apartemen Leya, sedikit terlambat beberapa menit dari jadwal awal. Di luar dugaan lalu lintas pagi ini sedikit macet. Dengan mengendari mobil sewaan, Dave mampir dulu ke toko bunga, membelikan Feya seikat mawar putih.

__ADS_1


γ€€


Feya membuka pintu, tersenyum manis pada Dave. Betapa senang hati Dave mendapati Feya bersikap ramah padanya. Tanpa di sadari, rasa sakit di bagian dadanya yang sempat membuat Dave bertanya-tanya, sontak hilang seketika saat melihat senyum tulus Feya. Dave senang, hatinya ingin bersorak riang, tapi cepat Dave tahan dia tidak ingin terlihat konyol di depan Feya setelah malam mereka semalam.


γ€€


"Masuk". Feya membuka pintu lebar. "Langsung makan aja yuk, aku udah siapin di meja ".


γ€€


"Sebentar ". Dave masih bertahan di depan pintu. "Ini buat kamu ". Dave menyerahkan buket bunga mawar putih dari balik punggungnya.


γ€€


"Wah, bunga kesukaanku. Makasih ya ". Ucap Feya tulus. "Kok tahu aku suka mawar putih ?" Feya dan Dave sudah berjalan ke meja makan.


γ€€


"Kan kamu yang bilang ". Dave malihat kening Feya agak berkerut.


γ€€


"Benarkah ?" Sepertinya Feya tidak ingat.


γ€€


"Iya, waktu di Villa, tentang konsep belakang Villa. Kamu bilang taman mawar putih. Waktu aku tanya kenapa mawar putih ? Kamu bilang karena itu bunga favorit kamu ". Dave tersenyum sebelum duduk di kursi yang disiapkan Feya untuknya.


γ€€


"Hehehehe". Cengir Feya. "Aku lupa ". Feya pun duduk di kursi tepat di depan Dave. "Ayo kita makan, maaf ya menu seadanya, soalnya aku kejar tayang masaknya ".


γ€€


γ€€


"Pelan-pelan, aku masih banyak kok stoknya. Kamu boleh tambaha nanti".


γ€€


Sarapan pagi mereka berjalan lancar, Dave dan Feya sepertinya memang benar-benar telah berdamai. Mereka makan dalam suasana akrab, tanpa menyinggung kejadian semalam atau kejadian di pagi sebelumnya. Mereka hanya bercerita berbagai hal yang membuat mereka tertawa tanpa menyelipkan permusuhan didalammnya.


γ€€


Diam-diam Dave terus memamdangi wajah cantik Feya, perasaannya bergetar. Tapi dia tidak mengerti apa itu. Dirinya hanya tahu, saat bisa melihat Feya tersenyum lebih-lebih tertawa lepas hanya dengar mendengar semua cerita konyolnya, Dave benar-benar senang.


γ€€


***************


γ€€


Acara sarapan pagi telah selesai, sudah lebih 2 jam Feya dan Dave duduk di depan televisi, chanel siaran berita sedari tadi sibuk siaran sendiri, sedang para penontonnya juga sibuk sendiri. Dave dan Feya masih asyik bercerita, terkadang tertawa bersama, terkadang Feya mengerucutkan bibirnya kesal karena Dave mengodanya. Yang jelas mereka tertawa bahagia, tulus tanpa beban satu sam lain.


γ€€


"Apa rencanamu hari ini ?" Tanya Dave setelah Feya terlihat kelelahan tertawa mendengar banyolannya.


γ€€

__ADS_1


"E-ee ". Feya mengelengkan kepalanya. Hanya duduk santai sambil menikmati hari. Bermalas-malasan ".


γ€€


"Hari secerah ini hanya untuk bermalas-malasan ?" Dave menaikan sebelah alisnya. "Ayolah..... enggak banget deh ". Dave mengerakkan tangan kanannya.


γ€€


"Memang kamu punya ide ?"


γ€€


"Ada ". Dave mengedipkan sebelah matanya.


γ€€


"Apa ?" Feya terlihat antusia.


γ€€


"Rahasia ".


γ€€


"Ihhhhh ". Feya memajukan bibirnya membentuk kerucut. "Kok rahasia sih ?"


γ€€


"Hahahaha, jelek banget ". Dave mencuil ujung hidung mancung Feya. "Percaya aja sama aku. Pokoknya seru. Sekarang kamu siapin pakaian ganti ya". Feya terlihat bersiap ingin membuka mulutnya, ingin menyela omongan Dave. Dave segera mencegah Feya.


γ€€


"Siapin 2 baju ganti ya. 1 baju yang bisa di pake buat basah-basaha, pilih baju yang nyaman. Dan satu lagi baju buat kita keluar malam, acara santai bukan formal !"


γ€€


"Memang mau kemana ? Pake baju yang bisa di bawa basah-basahan sama buat santai saat malam ?" Feya masih penasaran.


γ€€


"Ayolaaah, kan rahasia ". Dave menahan tawanya melihat Feya merengut masam. "Sana cepat siapan baju gantinya. Aku tunggu di sini !" Dave memaksa Feya naik kelantai 2.


γ€€


Dengan wajah penuh rasa penasaran, Feya akhirnya mengalah menuruti perintah Dave padanya. Naik ke lantai 2, masuk ke kamar Leya dan mengemasi 2 stel baju ganti. Kemudian Feya sendiri juga menganti bajunya dengan baju santai, kemeja biru yang ukurannya agak longgar, jeans panjang sampai di atas mata kakinya, sepatu santaipun pelengkap kostum pilihannya. Tidak lupa Feya mengoles makeup tipis dan lipstiks pink di wajahnya, terakhir Feya mengepang rambut panjangnya dan meletakkan hasil kepangannya di sisi kanan bahu.


γ€€


Selesai, Feya turun kelantai satu dengan menjinjing sebuah tas kain kecil di tangan kanannya.


γ€€


Dave memperhatikan Feya turun, jakunnya bergerak sibuk menelan sulivannya sendiri.Β Cantik banget.Β Meskipun hanya memakai pakaian santai dan berdandan ala kadar, tapi Feya sukses membuat Dave terpesona. Kembali hati Dave bergetar, rasa yang seperti tadi saat dirinya memandangi Feya tersenyum atau tertawa lepas kembali hadir. Dave masih belum mengerti apa artinya, tapi dirinya menyukai itu.


γ€€


"Ayo, kita berangkat ".Β  Dave mengengam tangan Feya dan menuntun wanita cantik itu berjalan menuju parkiran.


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2