TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 36


__ADS_3

LUPA


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


Feya menarik nafas panjang, ternyata cukup melelahkan baginya berjalan cepat dengan kaki yang memakai heels menuju mobil Leya di area parkir, cukup membuat kakinya kepayahan. Sebenarnya tadi potter parkir sudah menawarkan jasa untuk mengantarkan mobil yang dikendarai Feya kembali padanya, tetapi Feya menolak. Dia tidak ingin ada yang menyadari apa yang akan dilakukannya di dalam mobil.


 


Setelah pantatnya terduduk di dalam mobil, segera Feya membuka tas kecil yang sedari tadi berada di bahunya. Feya mencari sesuatu yang sangat penting dan telah dilupakannya, hampir saja dia melakukan kesalahan fatal karena amnesia dadakan yang sangat konyol ini, yang entah bagaimana bisa terjadi.


 


"Akhirnya", seru Feya sangat senang saat menemukan sesuatu yang terlupakan olehnya. Sebuah benda kecil di dalam kotak kecil yang didalamnya terdapat sepasang lensa kontak. Lensa kotak yang tadi benar-benar terlupakan olehnya, lensa kontak yang bisa membuat permainan peran ini langsung berakhir gagal.


 


Padahal Leya sudah berusaha mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin demi membuat suksesnya permainan peran mereka. Leya menyediakan lensa kontak untuk membuat warna biru gelap mata indah Feya menjadi berwarna biru muda, seperti warna mata Leya.


 


Kemudian, Feya memasang pelan lensa kontak itu di matanya, memperhatikan tampilan matanya melalui kaca spion.

__ADS_1


 


Sepertinya sudah, hufffft..baiklah, sepertinya sudah semua. Sekarang sudah sempurna.


 


Feya pun memperbaiki riasannya sebelum dia kembali masuk ke dalam restoran. Setelah merasa semua sudah seperti seharusnya, tidak ada lagi yang terlupakan, tidak ada lagi yang salah, Feya pun kembali melangkah kedalam restoran. Bersikap biasa saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


 


Delapan kurang sepuluh menit, sukurlah masih ada waktu, semoga aku tidak terlalu terlambat.


 


 


"Ya, tentu. Maaf tadi saya melupakan sesuatu". Ucap Feya jujur.


 


"Sekarang apakah saya sudah bisa mengantarkan nona ke tempat tuan Hadi?" Si wanita resepsionis ingin kepastian dari Feya sebelum dia meninggalkan meja kerjanya.


 

__ADS_1


"Oohh, iya, iya. Tentu saja. Ayo segera antar saya, saya takut dia sudah menunggu saya terlalu lama". Pinta Feya kemudian.


 


Si wanita resepsionis mempersilahkan Feya mengikuti langkahnya, wanita itu membawa Feya melalui beberapa meja menuju ke salah satu ruangan VVIP restoran yang telah di pesan khusus oleh Hadi. Feya tercengang mendapati isi dalam ruangan tersebut, ternyata interiornya tidak kalah megah dengan sisi dalam ruangan utama restoran yang baru di lewatinya tadi.


 


Setelah membukakan pintu VVIP tersebut untuk Feya, sang resepsionis segera memohon diri, meninggalkan Feya yang telah di tunggu oleh Hadi.


 


Gawat..kok mendadak jadi takut ya, ya Tuhan....


 


Aura ketakutan mulai menjalar di aliran darah Feya, kenyataan bahwa sekarang dia sudah berada satu rungan dengan Hadi mulai membuat nyalinya lemah. Mau mundur sudah tidak mungkin, mau maju tetapi takutnya bukan main.


 


Di tengah rasa takutnya, tiba-tiba. "Bebbbbb". Terdengar suara bahagia Hadi mendapati Feya yang dipikirnya adalah Leya, wanita yang sangat di cintainya telah datang. Hadi bergegas berdiri dari tempat duduknya ingin berjalan ke arah Feya.


 

__ADS_1


Yah, yahhh, ngapain coba jalan ke sini. Duduk aja di sana, diam jangan bergerak. ihh, pasti mau nyosor bibir akukan? Aku tau banget. Kalau Leya ketemuan sama Hadi, pasti di awali dengan cium bibir. Enggak, enggak..jangan coba-coba. Ihhhh, gak mauuuu.


__ADS_2