
SALAH PAHAM
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
γ
Acara rapat sore itu di mulai, Ezza datang ke ruang kerja Dave dan meminta sang tuan untuk mengikutinya, mereka akan pidah ke ruang meeting untuk kegiatan tersebut. Dave berjalan dengan stelah jas hitam mewahnya, wajah tampannya sepertinya belum di cukur, ada beberapa bulu-bulu halus di sekitar dagu dan rahang. Tetapi bagi mata para wanita, tampilan wajah Dave ini bukanlah masalah. Malah memberi efek nilai tambah, membuat Wajah Dave semakin tampan dan mengoda untuk di sentuh setiap inci ketampanannya.
γ
Dave duduk dengan elegan, bersandar pada kursi pemimpin rapat. Tanpa banyak pembukaan, Dave langsung memberi kesempatan pada pihak perusahaan 1 dan 2 untuk memulai presentasi mereka.
γ
"Tuan Dave ", pembicara dari perusahaan 1 memulai presentasinya. "Perusahaan kami terkenal dengan dedikasi dan layanan terpercaya. Kami memiliki kualitas bahan bangunan yang sesuai standar, di tambah lagi jumlah volume ruang kami telah melalui uji hitungan para arsitek hebat, kami tidak pernah sembarangan ".
γ
Pembicara dari perusahaan 1 terlihat menarik nafas sesaat, memberi jedah presentasinya untuk memberikan Dave kesempatan bertanya, tetapi Dave hanya diam saja.
γ
"Pada rancangan kami ", si pembicara pun melanjutkan presentasinya dengan menampilkan slide gambar pada layar infokus. "Tuan akan mendapati desain unik yang kami buat di bagian atap, kami berprinsip. Atap adalah pelindung utama. Pengisi kekosongan hati dari perasaan rindu dan mendamba yang begitu besar. Anda hanya perlu jujur tuan Dave, sebelum anda menyesali semuanya. Jangan terlalu lama tengelam dalam keraguan, sebab saat anda sudah menyesal nanti, semua juga percuma saja !" Spontan tangan Dave mengepal, dia cukup kaget setelah mendengar kalimat terakhir dari si pembicara perusahaan 1.
γ
Apa maksud kata-katanya ? Dia mau presentasi produk perusahaannya atau mau ngajak aku ribut ?
Merindu, mendamba, menyesal ? Kurang ajar nih orang, mau manas-manasin aku ya ?
Upat Dave kesal.
γ
"Maaf tuan Dave, ada yang salah ?" Sepertinya si pembicara ini cukup peka, dia bisa merasakan kalau mendadak suasana hati Dave seperti tidak senang.Β Aku salah ucap di poin mana ya ?Β Raut wajah Dave masih terlihat tidak senang.
γ
"Urusan pribadi saya bukanlah urusan anda !" Suara Dave terdengar cukup marah.
γ
Loh ? Memang aku ngapain coba ?
SiΒ pembicara dari perusahaan 1 menatap Dave dan semua orang di dalam ruang meeting itu secara bergantian. Sepertinya lelaki dengan potongan rambut klimis ini sedikit ketakutan saat ini karena dirinya tidak bisa menemukan letak kesalahaannya hingga dirinya perlu mendapat perlakuan sedemikian dari Dave.
γ
"Maafkan saya tuan, saya benar-benar minta maaf ", hanya itu kata yang dapat di ucapkan oleh lelaki berambut klimis ini untuk mewakilkan kebingungannya pada sikap marah Dave kepadanya.
γ
"Tuan....apa ada yang salah ?" Tanya Ezza setengah berbisik di belakang Dave.
γ
Tenyata Ezza sendiri juga merasa heran dengan sikap sang tuan, Entah apa dasarnya sampai sang tuan perlu marah pada pembicara berambut klimis itu. Padahal sepengetahuan Ezza cara presentasi pihak perusahaan 1 ini cukup bagus, cukup mewakilkan keinginan perusahaan sang tuan.
__ADS_1
γ
"Apa kau tidak mendengar, dia tadi mengejekku ?" Dave memilih berdiri, meninggalkan ruang meeting begitu saja.
γ
"Tuan...saya mohon maafkan saya !" Dengan setengah berteriak, lelaki berambut klimis berusaha menahan Dave. Proyek pembangunan apartemen mewah yang sedang di lelang oleh Dave merupakan kesempatan emas bagi perusahaannya untuk bisa bekerja sama dengan perusahaan Dave. Dan dia benar-benar tidak boleh kehilangan itu.
γ
Dave berlalu begitu saja, meninggalkan semua orang yang melongo tidak percaya. Membuat pembicara dari perusahaan 1 begitu bingung dengan perubahan sikap Dave yang tanpa arah. Bahkan, pembicara dari perusahaan 2 pun tidak kalah herannya saat menyaksikan semua adegan kekesalan Dave, ternyata pihak mereka juga bertanya-tanya. Ada apa dengan Dave sampai perlu bersikap seperti tadi ?
γ
"Habislah aku ", pembicara dari perusahaan 1 hanya bisa terduduk lemas.
γ
"Apa hubungan anda dengan tuan Dav? ?" Tanya perwakilan perusahaan 2.
γ
"Tidak ada, saya bahkan baru kali bertemu tuan Dave ". Ucap lelaki itu jujur.
γ
"Tetapi kenapa tuan Dave marah pada anda ? Dia bilang jangan campuri urusan pribadinya ! Anda ini siapa sebenarnya ?" Perwakilan perusahaan 2 masih saja mendesak.
γ
γ
Sementara itu...
γ
"Kenapa orang semacam itu yang memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahan saya ?" Tanya Dave tidak senang pada Ezza
γ
"Mereka lolos secara administrasi dan hukum lelang tuan ", jawab Ezza jujur.
γ
"Tapi etika mereka kena !" Dave sekarang sudah sampai di ruang kerjanya. Memilih duduk di sofa dobel saat Ezza telah membukakan pintu ruang kerja untuknya.
γ
"Pada bagian mananya tuan, supaya saya bisa mengajukan komplen pada pihak mereka ?" Ezza melihat Dave kesal, tenyata Ezza tidak menyadari sikapa sok tahu orang tadi tentang kehidupan pribadinya.
γ
"Kau ini, menyimak tidak sih apa kata mereka tadi ?" Tanya Dave heran.
γ
"Iya tuan ". Jawab Ezza cepat.
__ADS_1
γ
"Kalau iya seharusnya kau tahu kalau kata-kata mereka menyingung kehidupan saya !" Suara Dave mulai tinggi.
γ
Ezza mengaruk belakang telinganya, padahal tidak gatal sama sekali di bagian itu, tetapi entah kenapa Ezza merasa perlu melakukannya.
γ
"Tuan, sepertinya ada kesalah pahaman di sini ", sekarang mengertilah Ezza kalau sang tuan sedang salah paham saja.
γ
"Apa yang salah ?" Tanya Dave sambil menyenderkan kepalanya di sofa itu.
γ
"Sepertinya tuan melamun tadi, hingga tidak kosentrasi mendengar semua ucapan dari pembicara itu ". Jelas Ezza.
γ
"Saya, melamun ?" Sekarang Dave menatap dalam mata Ezza.
γ
"Bagaimana bisa ?" Tanya Dave tidak percaya.
γ
"Pihak pembicara tadi menjelaskan konsep mereka dengan baik, mulai dari bahan dan para arsitek mereka hingga lisensi dan contoh desain mereka. Mereka sama sekali tidak menyebut apapun di luar konsep pembangunan tuan ". Ezza menjelaskan semua dengan tenang pada Dave.
γ
Ba, bagaimana bisa ?
Setelah mendengar penjelasan dari Ezza barusan, ingatan Dave pun membawanya pada setiap poin yang dipresentasikan oleh perusahaan 1 pada.
γ
Astaga...
Dave mengusapa wajahnya, sepertinya sekarang Dave sudah sadar. Sebenarnya tadi dirinya telah melamun, pikirannya telah terbang, melayang ke sosok wanita bermata biru gelap dar negara tetangga.
γ
Ada apa denganku ini ?Β
Baru kali ini aku bersikap sebodoh ini. Bisa-bisanya aku melamun di saat penting dan menyalahkan orang begitu saja. Sangat bukan aku yang biasanya.
γ
Dave hanya mengeleng sambil menarik nafas panjang, jelas sudah semua kejadian tadi hanyalah salah pahan saja, yang ditimbulkan oleh pikiran Dave yang sedang melamun. Sepertinya kegundahan hati Dave telah mempengaruhi kinerjanya sebagai seorang pimpinan tertinggi perusahaannya itu.
γ
γ
__ADS_1