TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 64


__ADS_3

KUNJUNGAN DI MALAM HARI (3)


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


Kenapa dia di sini? Feya merasa binggung saat mengenali punggung siapa yang tengah berdiri di depan pintu apartemen Leya saat itu.


γ€€


"Kamu?" Terdengar nada suara tidak percaya Feya, saat si pemilik punggung telah membalikkan badan ke arahnya.


γ€€


"Hai beb". Dengan satu tangan di belakang Hadi langsung memeluk Feya.


γ€€


Apaan coba? Udah datang enggak di undang, main peluk-peluk lagi.Β Kesal, Feya berusaha mencari cara melepaskan pelukan Hadi dari tubuhnya.


γ€€


"Sa-sayang..kok bisa ke sini?" Ucap Feya sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Hadi.


γ€€


"I have a good news". Suara girang Hadi sambil melepas pelukanya dari Feya.


γ€€


"Really, what is that?" Terdengar suara Feya yang di buat seantusias mungkin.


γ€€


"Iya beb..iya". Jawab Hadi bersemangat. "Eh, tapi tunggu dulu. Apa-apa ini?" Hadi terlihat memegang lengan baju Feya.


γ€€


"Apa, kenapa?" Feya merasa tidak mengerti.


γ€€


"Ini", tunjuk Hadi pada baju yang melekat di tubuh Feya. "Apa ini?" Hadi merasa heran.


γ€€


Astaga...akukan lagi jadi Leya.


γ€€


"Ini, ini". Feya sedikit binggung mencari alasan.


γ€€


"Iyaaaaa ini". Tunjuk Hadi kesal. "This is not you?" Hadi melotot memandangi baju tua Feya.


γ€€


Tamat sudah...


γ€€


"Sayangggg...ini baju tidur Feya". Feya berniat memulai cerita karangannya.


γ€€


"Terus?" Hadi masih melotot melihat ke arah Feya.


γ€€


"Aku kangen dia, beberapa hari ini dia dinas keluar. Dua minggu lagi baru balik, aku kangen. Jadi aku pake deh bajunya. Lumayan, serasa ada Feya di dekatku. Kangenya bisa kurang loh". Cerita karangan Feya pun selesai.


γ€€


Percaya, percaya, percayaaaaaaa...


γ€€


Hadi mengangguk-angguk paham dan langsung merubah sikap kesalnya menjadi sikap nakal. "Sama aku?"Β  Terdengar suara Hadi berbisik di telinga Feya sambil berusaha menciumi pipi kanan Feya.

__ADS_1


γ€€


Cepat, Feya mengelak.Β Untung cepat, selamattttt.


γ€€


"Sayang, jangan macem-macem. Ingat sama janji kamu". Feya berusaha membuat ulah jahil Hadi berhenti.


γ€€


"Hahahaha". Hadi tertawa senang. "Usaha beb". Jawab Hadi sambil mengedipkan sebelah matanya.


γ€€


"Ooo..iya. Apa berita hebatnya?" Feya berusaha mengalihkan pembicaraan agar Hadi berhenti melakukan hal-hal lebih membuat Feya merasa ngeri.


γ€€


"Hampir lupa". Hadi menepuk pelan jidadnya dan segera mengeluarkan satu buket bunga mawar merah besar untuk Feya dari belakang punggungnya. Ralat untuk Leya sih. Tapiii, ya tahulah ya siapa yang menerima.


γ€€


"Apa ini?" Feya menerima bunga kesukaan kembarannya itu.


γ€€


"Berkat semangat kamu, kenyakinan kamu, doa kamu, beb. Presentasi aku untuk proyek interior kondominium di kawasan Zall Lestari 1 di terimaaaaa". Teriak Hadi penuh kebahagiaan.


γ€€


"Waaaaaw". Feya berusah terdengar sangat-sangat senang. Berusaha menampilkan wajah penuh suka cita.


γ€€


"Iya beb..kamu tau, pengusaha sukses, si raja real estat dari Negara tetangga itu menerima semua konsep aku. Dia bilang aku hebat, ide-ide aku keren. Dan dia langsung setuju". Ucap Hadi sambil memegang wajah Feya agar serius melihat kearah dirinya.


γ€€


"Apa aku bilang sayang. Kamu pasti bisa, aku selalu yakin itu. Selamat ya sayang". Lagi Feya berusaha menipu Hadi dengan sikap antusianya dan suara tulusnya.


γ€€


γ€€


Ehhh, apa-apaan ini. Enggak mauuuu. Jerit Feya di dalam hati.


γ€€


"Sayangggg". Feya berusaha melepaskan kedua tangan Hadi dari pipinya.


γ€€


"Kok gitu?" Hadi kembali melonggo, heran. "Masa iya enggak ada kissnya? Just one beb". Pinta Hadi pada Feya.


γ€€


"Malu ah". Jawab Feya asal sambil melihat ke arah kanan dan ke arah kiri.


γ€€


"Malu sama siapa, aku ini tunangan kamu beb? Lagi pula just one kiss". Hadi masih bertahan pada keinginannya.


γ€€


Aduhhhh, gimana ini? Feya mulai panik.


γ€€


"Kalau enggak mau, aku tidur bareng kamu aja". Hadi mulai mengancam Feya. Dia merasa sangat kesal mendapati penolakan dari wanita yang dipikirnya adalah tunangannya itu.


γ€€


Aduhhh..kok jadi rumit gini sih? Feya merasa binggung sekarang.Β Di tolak, bakal lebih mengerikan adegan berikutnya. Di iyain, bibirku jadi korbannya. Leyaaa, aku benci kamu..hiksssss.


γ€€


Di satu sisi,


"Kamu tunggu di sini saja, saya cuma sebentar!" Perintah Dave pada Tomo sebelum turun diparkiran apartemen Leya.

__ADS_1


γ€€


Dengan berjalan cepat, Dave segera masuk ke dalam lift dan menekan angka keberadaan apartemen Leya.


γ€€


Pintu lift terbuka, Dave melangkah keluar dan berjalan menyusuri lorong apartemen. Tinggal beberapa meter lagi, sangat dekat. Sehingga saking dekatnya, Dave dapat melihat sosok lelaki yang tengah berusaha mendekatkan bibirnya ke bibir seorang wanita tepat di depan pintu apartemen Leya.


γ€€


Siapa mereka? Dave berhenti, mengamati, berusaha mengenali siapakah sosok sepasang lelaki dan wanita itu.


γ€€


I-itukan Leya. Iyaaaa, Leya. Dave merasa sangat yakin dengan hasil pengamatannya. Ngapain? Sama siapa?


γ€€


Dan Dave berusaha lebih memperhatikan sosok si lelaki, ingin mencari tahu. Karena kebetulan dari poisis dia berdiri sekarang agak sulit mengenali sosok si lelaki hanya dari punggungnya saja.


γ€€


γ€€


**********


γ€€


Sudahlah, hanya untuk kali ini saja. Satu kecupan kecil dan langsung menghindar. Setelah itu usir dia. Dengan penuh keputus asaan, Feya mengambil sebuah keputusan.


γ€€


Pelan, perlahan, dengan penuh keraguan dan air mata yang jatuh di dalam hatinya. Feya mulai mendekatkan bibirnya ke arah bibir Hadi. Terpojok dan tidak tahu solusi terbaik apa agar Hadi segera pergi dari hadapannya, Feya pun pasrah menerima ciuman dibibirnya dari si calon kakak ipar sambil menutup kedua matanya.


γ€€


TAAAAAAANG, bunyi suara keras dan kuat berasal dari ujung lorong apartemen Leya.


γ€€


Feya menghentikan gerakan bibirnya, membuka mata dan menatap heran pada Hadi. Hadi menarik diri, menjauh dari bibir Feya, sibuk melihat ke arah sumber suara.


γ€€


"A-apa itu?" Tanya Feya tidak percaya.


γ€€


"Aku juga tidak tau". Jawab Hadi masih berusaha melihat ke arah sumber suara. "Masuklah beb. Besok aku jemput jam 8. Aku bakal bersamamu seharian". Ucap Hadi sambil mengelus pipi kakan Feya dengan punggung tangannya.


γ€€


"Be-besok?" Feya tergagap tidak percaya.


γ€€


"Besok,Β  sabtu. Sesuai janji aku". Hadi berusaha mengingatkan Feya.


γ€€


Ya Tuhan...sabtu ya?


γ€€


"Ya". Hanya itu jawaban Feya sebelum akhirnya menutup pintu apartemen Leya rapat-rapat.


γ€€


Hadi pun segera berlari ke sumber suara keras tadi. Dia benar-benar penasaran dengan bunyi suara keras yang telah memganggu adegan romantisnya bersama sang kekasih. Sampai di ujung lorong, Hadi hanya menemukan sebuah kotak sampah yang sekarang berada dalam posisi terbalik dengan sampah berserakan di sekitarnya.


γ€€


"Apa maksudnya ini? Ulah siapakah ini?" Hadi bertanya pada dirinya sendiri.


γ€€


Hadi segera melihat ke arah lift, pintu lift tertutup rapat. Tengah terjadi pergerakan di dalamnya menuju ke arah bawah.Β Bastment, pasti pelakunya.


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2