
SALON
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Rencana sarapan pagi bersama selesai. Pilihan menu si kembar pagi hari ini jatuh pada Clam Chowder, yaitu sup krim kental dengan isian berbagai seafood segar. Menu yang paling netral menurut Feya dan Leya. Aman bagi Feya dan cocok bagi Leya. Kali ini, menu sarapan pagi yang berasal dari New England ini, sengaja Feya minta dengan saus merah. Rasanya akan lebih gurih dan lebih menggoda.
Sarapan pagi selesai, salon yang di pesan Leya pun sudah menghubungi untuk memulai layanan mereka.
Leya menggandeng Feya, membawa Feya pada salon kepercayaannya. Memilihkan Feya rangkaian perawatan diri terbaik, yang sejujurnya tidak Feya pahami. Terlalu banyak, terlalu aneh. Tetapi, demi membuat Leya yang bersungguh-sungguh itu senang. Feya pun mengiyakan saja, terima pada semua urutan perawatan yang harus di jalaninya.
Di mulai dari wajah.
Tidak buruk, itu kata hati Feya. Para profesional di bidang wajah memulai kegiatannya di wajah Feya. Senang dan nyaman, Feya di buat mengakui kalau dirinya suka.
Lanjut, sekujur tubuh. Feya masih tenang menerima setiap pijatan yang sukses membuat dirinya nyaman. Feya baru sadar, apa penyebab banya wanita di luaran sana tergila-gila pada aktivitas ke salon. Ternyata, hari ini Feya membuktikan alasan utama di balik semua itu.
Senang, itu kata hati Feya.
Kemudian bagian rambut dan di sertai pijatan di titik-titik saraf kepala Feya. Pikiran Feya seketika plong, otaknya rileks. Feya memuji keahlian si petugas yang melayaninya hari ini.
Rangkaian yang berhubungan dengan pijatan selesai, waktunya berendak dalam air bunga mawar. Feya tersentak, harum aroma mawar membuat dirinya semakin senang saja. Bahkan, tidak hanya itu. Khusus di salon kepercayaan Leya ini, pelanggan akan mendapat ramuan minuman air mawar putih yang konon katanya berkhasiat untuk organ reproduksi wanita.
Jadilah Feya menghabiskan nyaris 1 jam dalam rendaman air bunga mawar, sambil menikmati hangatnya minuman dari ramuan air mawar.
__ADS_1
***************
“Tunggu !” Feya menahan tangan Leya agar berhenti melangkah. Kegiatan memanjakan diri di salon sudah selesai. Sekarang waktunya berbelanja aneka baju. Leya mengandeng tangan Feya, mereka hampir saja memasuki butik langganan Leya.
“Kenapa aku harus punya baju baru Le ?” Feya masih belum menemukan alasan Leya memaksanya membeli baju baru. “Baju aku banyak, buat apa beli lagi ?” Feya nampak sangat enggan.
“Aku tahu baju kamu banyak, tapi...”, pintu butik terbuka. Leya membawa Feya masuk. “Semua kurang cocok bagi seorang nyonya Dave “.
“Dave gak masalah kok “. Suara Feya menyakinkan.
“Iya..calon suamimu itu mana pernah protes apapun yang kamu pakai. Tapi Fe, apa kamu enggak mau tampil elegan untuk membuat suamimu semakin senang ?” Leya melambaikan tangannya pada seorang wanita.
“Nona “, sapa wanita yang usianya sedikit lebih tua dari si kembar, wanita yang tadi mendapat lambaian tangan Leya.
“Ini kembaran saya, Feya “, Leya memperkenalkan Feya pada wanita itu. “Tolong semua koleksi terbaru keluarkan untuk dia “.
“Silahkan nona duduk, koleksi terbaik kami akan kami keluarkan semua “. Tala menunjuk pada sofa empuk di bagian dalam butik.
Suara tepuk tangan Tala membahana, 2 orang gadis pelayan datang mendorong satu gantungan baju panjang. Ada baju santai, baju acara semi formal, gaun pesta, baju kerja, hingga baju tidur super seksi terpajang di sana. Feya menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ini semua terlalu luar biasa.
“Nona Feya, kalau menilik kepribadian anda. Saya bisa simpulkan anda menyukai tampilan simpel tapi elegan. Karena itu, koleksi baju santai kami, yang terdiri dari dress dan kombinasi celana di bawah lutut dengan baju ini dan ini “, memamerkan beberapa baju kemeja dan kaos. “Akan sangat cocok untuk anda.
“Kemudian, karena anda mungkin akan ada aktivitas yang tidak terlalu formal, tapi mungkin akan anda kerjakan di luar rumah. Maka, kami berani mempersembahkan koleksi kami yang ini “. Menunjukkan contoh barang. “Anda muda dan enerjik, tetapi tertutup dan berpikiran maju. Maka, koleksi kami ini pasti pas mewakili karakter anda “. Iklan Tala terlihat sangat menyakinkan.
__ADS_1
“Untuk baju kerja, karena anda ada di dunia pemerintahan. Tidak boleh kaku dan tidak boleh berlebihan. Maka, izinkan saya memberi anda saran terbaik ! Pilihlah koleksi baju yang ini !” tangan Tala mengarah pada setumpuk baju kerja. Feya sampai sejauh ini hanya diam, dirinya masih terus menyimak penjelasan Tala. Suka, tetapi masih ragu akan membeli yang mana saja.
“Terakhir, untuk menunjang kualitas tidur anda dan tentu pasangan anda tercinta “. Senyum nakal di sudut bibir Tala. “Saya berani memberikan anda koleksi terbaik kami. Sutra halus dengan tampilan seksi dan menggoda. Saya berani jamin, nona Feya akan menjadi wanita tercantik di atas ranjang cinta anda dan suami “. Feya mengangga, penjelasan Tala terlalu vulgar menurut standar telinganya.
“Sudah gila dia berbicara seperti itu padaku ?” bisik kesal pada Leya dengan mata terbuka besar.
“Fe, apa yang di bilang Tala benar. Kamu akan menjadi ratu paling cantik di atas ranjang kalau memaki semua koleksi terbaru baju tidur mereka. Lihat saja !” Suara Leya santai tanpa beban.
“Itu bukan baju tidur “. Feya kesal.
Lagi pula aku punya baju tidur kesayanganku kok. Batin Feya merutuk kesal
“Mana ada baju tidur memamerkan dada dan itu “. Tunjuk Feya pada bagian bawah gaun super tipis itu.
“Ya ampuuuuuun Fe, ya itulah gunanya baju itu. Gunannya, saat kamu pakai. Maka, kamu akan memamerkan keindahan tubuhmu di depan suamimu. Dan satu lagi, jangan coba-coba kamu berpikir untuk memakai baju kaos tuamu itu saat nanti tidur bersama Dave !” Leya menyipitkan matanya, memberi penegasan.
“Kamu ini Le, itu terlalu memalukan “. Feya di buat frustasi tentang masalah baju tidur.
“Feyaaaaaa, kenapa harus malu. Kamu memakai baju itu untuk Dave, di depan Dave, dan Dave suami kamu. Toh baju itu juga sementara saja kamu pakai, nanti juga terakhir-terakhirnya baju itu akan di lempar Dave entah kemana “. Leya tersenyum jahil.
“ Ya Tuhan...entah apa isi kelapamu itu Le. Kau memalukan saja “. Feya menggeleng tidak percaya.
“Feya, percaya padaku. Semua baju itu sangat cocok untukmu ! Dan bagian terbaiknya, baju tidur itu akan membuat Dave tidak akan pernah mau lepas darimu. Percayalah padaku !” Leya memegang tangan Feya.
__ADS_1
“Huh..gaya bicaramu sudah seperti yang ahli di bidang itu saja “. Feya memasang tampang curiga
“Sekarang bukan waktunya membahas aku, sekarang waktunya membahas kamu yang akan segera menikah. Jadi tolong saudaraku, kita kembali ke pokok asal “. Dan Leya pun mulai lelah menghadapi banyak pertanyaan dari Feya.