
MEMPELAJARI
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
 
"Silahkan Bu ". Menik bersama seorang petugas resepsionis hotel mewah tempat dirinya akan menginap, sengaja mendampingi Feya menuju kamar hotelnya.
 
Sebuah kamar yang nyaman dan bersih, bukan kamar mewah seperti bayangan semua orang, tetapi Feya cukup suka. Dia merasa sangat nyaman sekali.
 
"Saya tinggal Ibu dulu ya ". Ucap Menik sambil menunduk hormat. "Dan ini adalah bahan-bahan tentang etikan di tempat pelelangan itu Bu". Menik menyerahkan 2 buah map hitam pada Feya.
 
"Okeh..makasih ya Nik. Sekarang kamu bisa istirahat juga. Saya juga mau istirahat sebentar sambil membaca semua ini ". Ucap Feya sambil tersenyum pada Menik.
 
"Permisi Bu ". Menikpun melangkah mengikuti si petugas resepsionis menuju ke kamar tidurnya, sepertinya perjalanan pagi ini telah menguras sedikit tenaga Menik. Jadilah Menik memilih merebahkan diri begitu berjumpa dengan ranjang bersih yang sudah di bayangkan oleh Menik akan terasa menyenangkan.
 
Dan sekarang Feya menyempatkan dirinya untuk sekedar membasuh wajahnya sebelum memulai mempelajari 2 map hitam yang tadi diberikan Menik padanya. Feya harus memahami semua tugasnya ini dengan sebaik mungkin.
 
__ADS_1
Cukup lama mungkin Feya bertahan pada posisi membaca di atas ranjangnya, hingga entah bagaimana dirinya sudah tertidur saja, mungkin Feya memang sangat lelah setelah menempur perjalan yang banyak memakan waktu itu.
 
**********
 
"Bagaimana Tom ?" Ini sudah kali kedua Dave menanyakan pertanyaan yang sama pada Tomo semenjak asisten pribadinya itu kembali dari Negara tetangga tempat kondominiumnya yang di bangun di sana sedang dalam proses tahap penyelesaian akhir.
 
Sesuai perintahnya, maka secepat yang Tomo bisa, dia pun langsung kembali ke sisi sang tuan dan segera menjalankan perintah untuk mencari keberadaan Feya yang kabarnya sekarang ada di negara mereka.
 
"Tuan, semua daftar manifes penumpang sudah saya selidiki. Tetapi keberadaan nona Feya didalam pesawat menuju ke sini memang tidak ada. Saya sudah memeriksan 2 pesawat yang hari ini memiliki rute kenegara kita. Namun, hasilnya nihil ". Jelas Tomo.
 
 
"Mungkin hanya aku di sini yang berharap banyak, sementara itu dia, seakan tidak pernah menganggap aku ada. Aku hanya bagian dari permaian bodoh itu saja ". Tomo hanya diam memandangi sang tuan yang terlihat sangat kecewa. Tomo tidak tahu uraian kata apa yang paling pas di susunnya untuk membuat sang tuan senang. Hanya saja masalah keberadaan Feya di negara sang tuan yang tidak bisa di deteksi, itu memang cukup aneh. Mau apa Feya ke sini ? Itulah pertanyaan yang sangat membuat Tomo penasaran.
 
***************
 
__ADS_1
"Maaf Bu, saya sudah menganggu waktu istirahat Ibu ". Ucap Menik sambil menunduk hormat pada Feya.
 
Beberapa menit yang lalu, Menik sengaja di utus oleh Rojer si Kepala Pihak Keamanan dari negara mereka untuk memanggil sang pimpinannya itu. Mereka akan mengadakan perkenalan dengan Pihak Keamana negara ini yang telah mengatur semua aktivitas untuk besok. Sekaligus ada sedikit pemberitahuan yang perlu Feya ketahui tentang seluk-beluk kegiatan lelang benda cagar budaya ilegal itu.
 
"Sudah, gak masalah kok Menik. Untuk malah kamu datang, kalau enggak saya mungkin masih sibuk molor deh sekarang ". Seulas senyum ikut menyertai ucapan Feya. Feya sengaja menjawab demikian untuk mengurangi efek rasa bersalah Menik.
 
"Ayo sekarang kita ke tempat Pak Rojer dan lainnya !" Ajak Feya sambil menarik tangan Menik agae berjalan beriringan dengan dirinya.
 
"Selamat datang di negara kami Ny. Fiella ". Sapa ramah seorang lelaki yang sepertinya seumur dengan Rojer si Kepala Pihak Keamanan yang tepat berdiri di depan Feya. Tepat di saat Feya sudah masuk ke dalam sebuah ruangan yang tidak terlalu besar. Feya melihat di dalam sudah ada beberapa sosok wajah baru yang sangat asing baginya.
 
"Maaf, mulai sekarang anda harus membiasakan diri dengan identitas tersebut. Sebab semua tanda pengenal anda sudah kami ubah menjadi identitas seorang Ny. Fiella ". Jelas lelaki ini tetap dengan sikap ramahnya.
 
"Terima kasih Pak ". Jawab Feya singkat.
 
"Perkenalkan, saya Danu. Saya adalah Kepala Keamanan di sini. Kali ini saya dan Rojer sudah mengarur semua sebaik mungkin. Anda tinggal menjalankan peran saja, yang lain percayakan pada kami !" Ucap Danu sangat yakin.
__ADS_1