TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 47


__ADS_3

KECEMASAN HADI


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


Sudah hampir tiga puluh menit Hadi berada di ruang manajer restoran, Hadi terlihat sangat emosi. Rasa cemas yang telah sampai pada puncak ubun-ubunnya membuat dia mengebrak meja dengan sekuat tenaga.


 


"Baiklah, kalau begitu saya akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Sekarang anda pilih apa?" Tanya Hadi menantang sambil menatap marah pada manajer.


 


"Tuan, tolong bersabar. Kami sedang berusaha, tuan tolong mengerti. Saya mohon". Sang manajer sangat ketakukan, dia sibuk bermohon-mohon sepenuh jiwa pada Hadi.


 


"Sampai kapan? Saya mau tunangan saya kembali, detik ini juga!" Suara mengelegar Hadi memenuhi ruangan.


 


"Tuan, kami sedang mencari. Sabar ya tuan, saya mohon. Sebentar lagi nona Leya pasti ditemukan". Si manajer berusaha menyakinkan Hadi.


 


Hadi panik, rasanya di bisa meluluh lantakkan restoran tersebut dalam sekejab mata, hatinya penuh kekhawatiran. Sudah lebih tiga puluh menit sejak Leya pamit ke toilet tetapi hingga sekarang belum juga kembali. Saat menyadari Feya yang dalam pikiran Hadi adalah Leya tidak juga kembali, Hadi hilir mudik mengeledah semua toilet, namun sayang. Dia tidak menemukan jejak Leya. Jadi wajar saja bukan kalau Hadi sangat murka saat ini?


 

__ADS_1


"Sampai sepuluh menit lagi saya tidak mendapat kabar tentang tunangan saya, kalian siap-siap jadi pengangguran". Ancam Hadi dengan geramnya.


 


"Ayoo, cari. Cari sekali lagi. Kalian harus lebih teliti!" Perintah manajer kepada seluruh staf yang ada di ruangan tersebut.


 


Gawat, kenapa jadi seperti ini. Bagaimana bisa nona itu hilang di sini? Aku harus bagaimana ini? Si manajer benar-benar panik, dia tidak habis pikir. Entah bagaimana caranya Leya bisa hilang, dalam sekejab Leya benar-benar hilang. Aneh sekali rasanya, tetapi kemana Leya sebenarnya.


 


Beb, dimana kamu? Ada apa ini Beb? Beb, kembalilah..jangan buat aku takut. Tuhan, apa yang telah terjadi? Tadi dia sangat pucat. Dan sekarang dia malah menghilang.


 


"Maaf Pak, kami telah mengeledah setiap sudut ruangan. Dari depan sampai kebelakang, dari kiri hingga ke kanan, tetapi nona tersebut tidak kami temukan". Lelah, seluruh staf terlihat lelah saat memberi laporan tentang hasil pencarian mereka.


 


 


"Semua Pak, tanpa terkecuali". Jawab seorang staf mewakili teman-temannya.


 


"Laporan dari parkiran bagaimana?" Si manajer teringat masih belum ada jawaban dari petugas parkir.


 

__ADS_1


"Tidak ada Pak, mobil nona tersebut sudah lama di bawa dan seperti yang di jelaskan tadi. Siapa yang bawa juga tidak jelas, waktu di cek sudah tidak ada". Kembali staf yang mendapat tugas memberi penjelasan.


 


"Benarkan, ada yang tidak beres. Bagaimana mungkin mobil tunangan saya bisa di bawa orang dan pertugas anda tidak tahu. Restoran apa ini, sembarangan sekali cara kerjanya. Dimana penjagaan yang harusnya kalian berikan, haaaaaaa? Dimana?" Teriak Hadi pada manajer.


 


"Tu-tuan, tuan, to-tolong tenang. Jangan emosi, marah tidak akan membuat kita segera menemukan tunangan anda. Tolong tenang, kami sedang berusaha". Dengan terbata-bata, manajer terus mencoba menenangkan Hadi.


 


"Anda bilang gampang, karena yang hilang ini bukan wanita yang anda cintai. Cih, coba kalau anda yang ada di posisi saya". Hadi menatap nanar pada manajer yang sibuk memintanya untuk tenang.


 


Apakah ada yang menculikmu beb? Tapi siapa? Kenapa? Aku harus bagaimana ya, apa aku hubungi Papa dan Mama Leya saja. Ohh, jangan-jangan. Mereka pasti panik, jangan, aku hanya akan membuat mereka susah saja. Tunggu, bagaimana kalau Feya? Iya Feya, mungkin aku hubungi Feya saja. Feya pasti bisa lebih tenang.


 


Cepat Hadi mencari nomor telepon Feya di handphonenya, menekan dan menunggu sampai nomor tersebut tersambung. Beberapa kali di tunggu, tetapi Hadi tidak mendapat jawaban. Panggilan teleponnya di abaikan, Hadi mencoba di kali kedua, dan sampai nada terakhir panggilannya tetap tidak di angkat.


 


Bukan Hadi namanya kalau menyerah hanya dengan dua panggilan yang tidak di respon. Hadi tetap semangat, mengulang panggilan ke tiga. Dan ternyata benar saja, di panggilan ke tiga teleponnya di angkat.


 


Akhirnya Feya..

__ADS_1


 


 


__ADS_2