
Bonus Chapter (2)
Semakin hari hubungan Hadi dan Leya semakin meningkat, dari hubungan kerja antara atasan dan bawahan kemudian berubah menjadi hubungan pertemanan. Hadi selalu memiliki banyak waktu untuk dihabiskan bersama Leya dan begitu sebaliknya, Leya selalu memiliki waktu luang agar bisa bermain bersama Hadi, kemana pun kapan pun baik itu di kantor hingga keluar kantor.
Hadi selalu bisa menjaga Leya, membuat Leya sangat nyaman bersamanya, Hadi selalu tahu bagaimana suasana hati temannya itu. Padahal jangan di tanya berapa kali Leya merajuk untuk hal-hal yang tidak penting atau pun luapan emosi yang tidak stabil di saat PMS dan Hadi selalu sabar, selalu bisa membuat sikap merajuk menjadi ceria kembali.
__ADS_1
Entah sudah berapa lama pertemanan mereka terjalin erat hingga suatu hari, Hadi mendapati Leya tengah duduk berdua bersama Romy. Romy adalah Kepala Divisi Pemasaran di perusahaan yang di pimpin Hadi. Hadi mendapati Leya sangat tidak nyaman saat itu, Leya seakan takut berlama-lama bersama Romy, Leya gusar dan tidak ingin melayani pembicaraan Romy. Tetapi Romy terus saja mengajak Leya berbicara hingga dengan mata kepalanya, Hadi melihat usaha Romy untuk memegang tangan mulus Leya. Hadi marah, sangat marah, rasanya tingkat emosi Hadi apabila di buat level dari satu sampai sepuluh, maka tingkat emosinya saat itu sudah sampai pada level delapan. Mendapati kenyataan tangan Romy sedang berjuang mengapai tangan Leya, Hadi tidak terima. Hadi cemburu, serta-merta detik itu juga, Hadi menjauhkan Leya dari Romy. Jauh sejauh-jauhnya, hingga keesokan paginya tersiar berita kalau Romy dipindahkan ke Divisi lain yang ruangannya berjarak tiga lantai dari Leya.
Hadi tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi padanya saat itu, dia cemburu mendapati ada laki-laki lain yang berusaha menyentuh Leya. Tetapi kenapa? Apa dasarnya bagi seorang Hadi mencemburui Leya. Toh mereka hanya teman saja, bukannya secara realita Hadi bisa santai bukan apabila temannya didekati lelaki lain. Hingga beberapa hari setelah itu Hadi tersadar bahwa selama ini, diam-diam telah tumbuh rasa cinta di hatinya kepada Leya.
Okeh, kita lanjut. Tetapi Papa dan Mamanya tidak pernah mempermasalahkan sesederhana apakah keluarga Leya, yang penting bagi Papa dan Mama Hadi adalah seberapa bisa si wanita tersebut membuat Hadi bahagia di setiap hari-harinya hingga akhir masa. Justru yang ada malah sang Mama mendadak menjadi penasaran, siapakah gerangan wanita yang berhasil menaklukan hati anak sulung mereka. Secara Mama tahu benar seberapa tinggi kriteria wanita yang di damba Hadi.
__ADS_1
Walaupun yang Hadi tahu tentang Leya amat sangat sedikit, tetapi itu tidak menyurutkan niatnya untuk meminta kesedian Leya menjadi kekasihnya. Hadi pun mempersiapkan segala sesuatu untuk menyatakan cintanya pada Leya, makan malam romantis di atas kapal pesiar mewah dengan menu makanan kesukaan Leya. Hingga dessert berupa sepotong chesse cake dengan saos strawbery yang di dalamnya telah di letakkan cincin emas dua puluh empat karat yang berukir inisial Leya. Dessert dihidangkan bersamaan dengan alunan biola yang dimainkan pemusik paruh baya yang telah di sewa Hadi. Hadi memilih lagu Perfect dari Ad Sheeran pengiring proses pernyataan cintanya.
Hadi mempersilahkan Leya menikmati chesse cakenya, di dalam hatinya mulai berdebar-debar. Detak jantungnya menjadi cepat, ritmenya tidak stabil. Ada rasa khawatir dan grogi untuk kejutan berikutnya yang akan dilakukan Hadi. Tetapi Hadi tetap berusaha tenang, sampai sejauh ini Leya tidak menyadari indahnya tatanan bunga mawar putih kesukaannya, lilin wangi dan alunan indah biola adalah rangkaian kejutan yang Hadi siapkan untuk dirinya.
__ADS_1