TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 76


__ADS_3

JALAN BARENG


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


TUNGGU......." Suara teriakan Dave membuat Langkah Feya dan Hadi berhenti, bahkan suara Dave pun membuat Tomo juga ikut berhenti.


γ€€


Mau apa dia? Feya langsung merangkul kuat lengan Hadi. Sepertinya dia mulai ketakutan.Β Jangan-jangan dia mau bilang ke Hadi tentang.....


γ€€


"Mau apa dia sayang". Feya berbisik ditelinga Hadi. Dan Hadi hanya membalas dengan menepuk-nepuk pelan punggung tangan Feya yang tengah merangkul tangannya. "Enggak usah di tunggu ya. Kita jalan saja sekarang". Feya sedang membujuk Hadi.


γ€€


"Mungkin ini tentang pekerjaan aku, beb. Bentar ya. Pokoknya hari ini aku sama kamu seharian, akukan sudah janji". Hadi mencoba menenangkan Feya. Dalam pikiran Hadi, Feya hanya takut kalau Hadi akan melupakan janjinya untuk bersama wanita yang dikiranya adalah tunangannya itu seharian ini. Padahal, andai Hadi tahu apa yang sebenarnya Feya pikirkan, bisa kacau semua permainan ini.


γ€€


Aduh..kok tambah dekat sih. Feya melihat Dave telah melewati pintu dan sebentar lagi akan sampai di teras, tempat dia dan Hadi sedang berdiri.


γ€€


"Tunggu". Dave memandang Feya sesaat, kemudian langsung beralih menatap Hadi.


γ€€


"Ada apa Dave?" Dengan tangan masih memegang tangan Feya yang mengandengnya, Hadi bertanya pada Dave.


γ€€


"Ada yang mau aku sampekan" Dave memandang serius pada Hadi.


γ€€


Tuhkan...jangan Dave. Plisss jangan, kamu jangan sampaikan pada Hadi. Plissss. Aku mohon. Feya mulai getar-getir, rasanya dia sangat ingin masuk ke dalam lubang semut saat ini dan mengubur diri di dalamnya.Β Habislah aku, semua berakhir sampai di sini, maafkan aku Le. Ini bukan salah aku, semua terjadi begitu saja. Maaf Le..maaf...


γ€€


"Iya, ada apa?" Hadi kembali bertanya.


γ€€


"Begini Hadi, tapi sebelumnya aku minta maaf dulu ya sama kamu Le". Dave terlihat sangat serius sekarang.


γ€€

__ADS_1


Ya Tuhan, semua sudah selesai. Dave, seumur hidupku, akan akan sangat membenci kamu. Feya mulai gelisah, wajahnya mendadak pias, tengorokannya menjadi kering. Nafasnya mulai tidak stabil, rasanya Feya mengalami serangan panik.


γ€€


Wah, aroma-aromannya bakal terjadi perang dunia nih. Anda benar-benar nekat tuan.Β Tomo hanya bisa mengeleng saat ini. Nona Leya itu milik orang tuan, jangan hancurkan kehidupannya. Tomo merasa tahu apa yang akan disampaikan oleh Dave pada Hadi dan wanita yang dikenalnya sebagai Leya itu. Bagaimana mungkin anda jadi seperti ini, padahal di luaran sana, ands tinggal tunjuk wanita mana pun yang anda mau.Β 


γ€€


"Iya?" Tanya Hadi tidak mengerti.


γ€€


"Jadi, sebenarnya aku. Aku mau minta Leya". Hadi sengaja mengantung kalimatnya.


γ€€


Astaga, Nona Leya sampai ketakutan gituh. Ini si boss kok niat banget menghancurkan masa depan rumah tangga orang?Β Tomo merasa kalau sang tuan agak terobsesi dengan Feya.


γ€€


"Kenapa beb, kok kayak susah nafas gituh? Tangan kamu juga lembab loh?" Hadi memegang dagu Feya. Mengerakkan wajah Feya ke kanan dan kekiri, sedang melakukan pengamatan.


γ€€


Refleks, mendengar apa yang di bicarakan Hadi, Dave langsung menatap Feya.Β Kenapa? Kamu kawatir aku akan bilang ya? Mangkanya kamu jadi panik gituh.


γ€€


γ€€


Bohong. Dave protes dalam hatinya atas kebohongan feya.


γ€€


"Bentar ya". Hadi mencoba membuat Feya tenang.


γ€€


"Giman tadi Dave? Maaf, pembicaraan kita terpotong". Hadi kembali bertanya pada Dave.


γ€€


"Itu, aku mau minta izin sama Leya. Jadi, bentar lagikan jam makan siang, ya kamukan tau Di. Kalau aku tidak punya teman di sini kecuali kamu. Jadi maksudnya boleh enggak kalau aku traktir kalian, kita makan siang bareng". Dave mentap dengan wajah yang di buat sememelas mungkin.


γ€€


"Tapi aku belum lapar sayang, jam makan masih hampir satu jam lagi". Feya masih berusaha menghindar dari Hadi.


γ€€

__ADS_1


"Enggak masalah Le".Β  Dave berusaha tersenyum manis pada Feya. "Kita bisa ngopi dulu atau ya...sekedar santai sebentar di kafe. Kalian pasti punya tempat rekomenditkan?"


γ€€


"Gimana beb?" Hadi kembali mengajukan pertanyaan pada Feya.


γ€€


Jangan nona, bilang jangan. Cari alasan untuk menolak. Anda harus bisa nona. Tomo.


γ€€


Aku kasih alasan apa ya, biar Hadi enggak curiga? Kalau di tolak, Hadi pasti heran. Kalau di terima, apa nanti Dave enggak akan macam-macam, enggak akan membocorkan kejadian tadi? Aduhhhh, aku jadi pusing. Feya.


γ€€


"Aku terserah kamu saja sayang". Jawab Feya dengan sangat manjanya.


γ€€


Lama-lama seperti ini, aku bisa meledak karena menahan amarahku melihat Hadi bisa bebas bersama Leya. Dave.


γ€€


"Ya udah kalau gituh, ayo kita jalan bareng. Aku yakin kamu pasti suka menu makanan di sini Dave. Trus tempat nongkrong di sini juga asik kok. Millenial banget". Hadi terlihat semangat.


γ€€


"Wah..bakal seru nih". Dave pun menatap senang kearah Feya.


γ€€


Sedang Feya, dia sedang berusaha mengacuhkan Dave saat ini.


γ€€


"Oke, kamu naik mobil bareng kami aja gimana". Hadi memberi penawaran.


γ€€


Loh, kok bareng sih. Bawa ajalah mobil kamu sendiri napa? Feya mengerutu kesal.


γ€€


"Boleh, boleh. Tomo biar mengikuti dari belakang". Dave sangat setuju dengan usul Hadi.


γ€€


"Tom, kamu bawa mobil ya, ikuti kami dari belakang!" Perintah Dave pada Tomo. Dan Dave pun mengikuti langkah Hadi dan Feya menuju mobil Hadi yang telah terparkir di halaman.

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2