TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 39


__ADS_3

KELAS MEMASAK


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


"ADUH", terdengar suara keras Leya saat tanpa sengaja tangan kirinya menyengol wadah biru berisi gandum, wadah itu terjatuh membuat gandum bertebaran. Tidak banyak memang, tetapi cukup membuat Leya kesal. Kesal karena harus menahan malu, sepertinya hanya dia sendiri yang terlihat ceroboh dan tidak becus, sementara peserta lain terlihat tenang dan menghayati setiap tahapan di malam pertama kelas mereka.


 


Malam ini adalah malam pertama kelas masak Leya dilaksanakan. Untuk kali pertama, chef yang menjadi pengajar sengaja memilih malam sebagai waktu memasak dengan alasan untuk menciptakan fill bagi para peserta terhadap dunia memasak. Lokasi masak pun tidak sembarangan, di pilih tempat yang memiliki latar belakang pemandangan lampu warna-warni di negara H, indah, sangat indah. Benar-benar bisa menaikkan semangat bagi orang yang memandangnya.


 


"Nona Leya, perlahan, dengan rasa. Ingat nona yang ingin anda buat ini adalah mahakarya yang bisa membuat perut orang yang ada sayangi bahagia". Asisten Chef mendekat kearah Leya, tidak percaya dengan kecerobohan Leya barusan.


 


"Dari bahan-bahan ini akan tercipta makanan yang bisa membuat penikmatnya bahagia. Tolong nona, pake perasaan!" Sepertinya ketidaksengajaan Leya menjatuhkan gandum tadi membuat si asisten chef memberi penilaian buruk pada Leya.


 

__ADS_1


Semua mata memandang pada Leya, peserta sebanyak lima orang itu melihat dengan berbagai pikiran mereka masing-masing. Ada yang kasihan melihat Leya dimarahi karena kecerobohannya, tetapi ada pula yang merasa Leya memang kurang memiliki naluri kuat untuk mengolah makanan dan parahnya ada juga yang memiliki perasaan kalau Leya hanya akan membuat rutinitas di kelas masak kedepannya tidak akan mulus.


 


"Maaf, saya benar-benar tidak sengaja. Entah kenapa pentry saya penuh sekali, sekali lagi maaf". Leya merasa bersalah setelah membaca tatapan semua mata yang melihat kearahnya.


 


"Tentu saja pentry kamu penuh, kamu sih semua bahan diberantakin, coba deh di tata satu-persatu di atas meja kamu. Pasti nanti jadi lapang dan lebih leluasa". Ujar Natali, teman baru Leya di kelas memasak ini.


 


"Ya, benar yang di sampaikan nona Natali, coba nona Leya anda susun semua bahan dalam wadah dan rapikan di atas meja anda. Ingat nona, masak tidak cuma mengolah bahan menjadi menu enak, tetapi kebersihan tetap harus di jaga. Hegienis dong, jangan sampe anda penyebab sakitnya si penikma sajian anda nanti", ujar chef pengajar sambil menggelengkan kepalanya sebagai wujud tidak percayanya pada Leya.


 


 


Natali tersenyum membalikkan wajahnya pada Leya, "easy Le, ini juga kelas pertamaku. Quiet, we can do it". Natali mencoba menyemangati Leya.


 

__ADS_1


"Hehhhh", Leya mengangguk semangat.


Aku pasti bisaaaa.


 


"Baiklah nona-nona semua, kita ini sedang mengolah bahan-bahan yang telah kalian tata di meja masing-masing menjadi menu istimewa. Masaklah dengan cinta, dirasakan, pake fillnya, jangan asal aduk. Taste utama, Itu jangan sembrono dan tidak kalah penting adalah hegienis. Jangan sampai apa yang ada masak menjadi pengantar malapetaka bagi keluarga anda sendiri!" Kecerobohan Leya tadi membuat chef harus mengulang kembali kata pengantarnya.


 


"Nona-nona semua, appetizer yang akan kita pelajari malam ini adalah ballotines. Tak kenal maka tak sayang, nona-nona mari kita kenali dulu bahan-bahannya semua, ingat baik-baik kenali dengan cermat jangan sampai anda salah". Perintah chef pada semua peserta kelas.


 


Begitulah awal kelas Leya malam ini, Leya bersemangat walaupun terlihat jelas dia sedikit kerepotan. Sepertinya Leya masih harus melakukan penyesuaian, bukan hal gampang bagi wanita yang memang tidak pernah memasak itu, secara tiba-tiba ada di situasi seperti saat ini. Jadi rasanya sangat wajar jika Leya sedikit ceroboh tadi, semua semata-mata karena Leya belum terbiasa.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2