TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 119


__ADS_3

PUTARAN WAKTU


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


γ€€


Pesawat terus melaju, membelah angkasa biru. Membawa Dave pulang dengan sebentuk rasa yang belum bisa di terjemahkan. Mengantarkannya ke Negara asalnya, ke Kota tempat kekayaannya bertumpuk-tumpuk dan berjaya.


γ€€


"Semua sudah siap tuan, saat kita landing apakah tuan mau langsung berangkat atau bagaimana baiknya ?" Tanya seorang lelaki yang di percaya oleh Tomo mendampingi sang tuan saat dirinya tidak bisa menjaga Dave seperti seharusnya.


γ€€


"Berapa lama acaranya ?" Bukan menjawab Dave malah balik bertanya.


γ€€


"Untuk tampilan tuan tidak lama, hanya 30 menit saja. Setelah itu tuan bisa meninggalkan lokasi ". Jelas lelaki yang mendampingi Dave itu.


γ€€


"Sudah dipastikan aku akan bisa keluar 30 menit kemudian ?" Dave meminta kepastian pada lelaki tersebut.


γ€€


"Tuan bisa percaya pada saya ". Jawab si lelaki pendamping Dave dengan tegas.


γ€€


"Baiklah Ezza, karena kamu sudah janjikan demikian maka kita langsung saja ". Dave pun mensetujui rute keberangkatan dirinya yang sudah disiapkan oleh Ezza, lelaki yang saat ini bertugas mendampinginya.


γ€€


γ€€


***************


γ€€


"Apa acara kamu malam ini nak ?" Tanya Papa di ujung telepon pada Feya. Rupanya di saat Feya sudah mempersiapkan diri untuk pulang dari rutinitas pekerjaanya, tepat di saat itulah si Papa menelepon.


γ€€


"Ada pekerjaan yang harus aku bawa pulang ", jawab Feya jujur. "Memang ada apa Pa ?" Tanya Feya kemudian.


γ€€


"Ooo..nggak ada Fe, tadinya Papa dan Mama mau ajak kamu sam Leya dan Hadi buat makan di luar. Kangen kami nak, pengen nikmati suasana di luar bareng kalian ". Jelas Papa.

__ADS_1


γ€€


Loh, memang Hadi sudah baikkan ? Sudah keluar Rumah Sakit ya ?


"Kalau aku okeh aja Pa, lagi pula pekerjaanku gak banyak kok. Bisa di selesaikan setelah acara makan kita, hanya saja Leya dan Hadi gimana Pa ?" Tanya Feya ragu.


γ€€


"Papa belum telepon mereka sih nak, Papa sengaja telepon kamu duluan. Baiklah kalau gituh, nanti Papa chat kepastiannya ya !" Akhirnya Papa mengakhiri teleponnya pada si kembar Feya.


γ€€


Setelah Papa mengakhiri panggilannya pada Feya, Feya pun memilih bergegas pulang, sedikit berjaga kalau memang acara makan malamnya bersama Papa dan Mama jadi dilaksanakan. Feya juga harus mempersiapkan diri dan hatinya saat bertemu kembarannya bersama tunangannya itu. Feya harus berlatih menata hatinya setelah apa yang terjadi terakhir kali antara dirinya dan Hadi di akhir permainan perannya semalam. Semua butuh persiapan, minimal Feya bisa menenangkan hati kecilnya.


γ€€


γ€€


***************


γ€€


Dave segera turun dari mobil yang telah mengantarkan dirinya kelokasi yang di tuju. Mobil mewah miliknya itu sudah standby begitu kaki Dave sampai di Kota asalnya, bahkan para pengawalnya pun sudah bersiaga menunggu kepulangan tuan mereka.


γ€€


Dan sekarang, Ezza bergegas membukakan pintu mobil bagian belakang tempat Dave duduk.


γ€€


γ€€


"Sepertinya mereka semua memang menantikan moment ini taun ". Ezza juga ikut memperhatikan sekitarnya.


γ€€


"Ahh..aku sebenarnya benci sekali dengan semua ini, tapi karena Mama, aku hanya bisa mengalah ". Dave masih memperhatikan sekelilingnya sambil mengeleng.


γ€€


"Sabar tuan, hanya 30 menit. Setelah itu tuan akan segera kami keluarkan ". Janji Ezza.


γ€€


"Aku pegang janjimu Za ". Dave menepuk pelan bahu Ezza beberapa kali.


γ€€


"Mari tuan ", Ezza mempersilahkan sang tuan berjalan duluan, dan Ezza beserta seluruh pengawal Dave berjalan mengiringi di belakangnya. Sungguh penampilan Dave luar biasa, bagai titisan dewa dengan ketampanan dan stail gagahnya, Dave membuat semua mata memandang takjub ke arahnya. Sibuk memasang senyum manis dan sikap sebaik mungkin demi bisa menarik Dave. Mereka sangat berharap Dave bisa melirik mereka sekejap pun tidak masalah, untung-untung bisa membuat Dave jatuh hati pada gadis-gadis cantik yang berdiri di samping mereka.


γ€€

__ADS_1


Mereka sudah seperti melihat daging segar saja saat melihat tuan datang, ihhh...kok aku emosi aja lihat kelakuan mereka. Cih.....Β Ezza terbawa emosi, mengerutung di dalam hatinya.


γ€€


Dan Dave pun masuk semakin dalam ke gedung tempat acara berlangsung, aula besar dengan penataan indah dan mewah, khas tampilan orang kaya, mungkin tepatnya kaya raya.


γ€€


***************


γ€€


"Fe...Leya ternyata nggak bisa, katanya Hadi sedang kurang sehat nak ". Chat Papa masuk di handphone Feya, saat Feya baru saja melangkah keluar ruang kerjanya. Sebuah notifikasi masuk dan Feya segera mencari lokasi dia menyimpan benda kecil yang sibuk berbunyi itu.


γ€€


Feya berhenti sesaat, menyempatkan diri membalas pesan masuk dari Papa. "Kalau Papa, Mama dan aku aja gimana ? Kita bertiga saja Pa ?" Pesan pun di kirim Feya.


γ€€


Sesaat kemudian, "tapi kamu sibuk nak ?" Isi pesan masuk terbaru dari Papa.


γ€€


"Dikit Pa, dan bisa di selesaikan nanti setelah kita makan. Lagi pula aku kalau makan bareng Papa dan Mama pasti banyak, soalnya enak bisa minta suap juga sih...hehehehehe ". Cenggir Feya senang.


γ€€


"Okeh, Papa setuju banget. Nanti kami jemput kamu ya Fe, tunggu aja di rumahmu ya nak !" Pesan baru Papa sedang di baca Feya.


γ€€


"Setujuuu Paaaaaa ". Isi pesan balasan Feya dan acara berbalas pesanmu antara ayah dan anak inipun selesai.


γ€€


***************


γ€€


γ€€


Hai..kaka-kaka readers budiman..


Buat hari ini segini dulu ya kak..selanjutnya di up hari jumat ya kak, hehehe.


γ€€


Jangan lupa authornya di tolong like dan komentnya ya kakaπŸ€—terima kasih kaka.


See you di jumat ya kaka-kaka budiman, sehat selalu dan jangan lupa bahagiaπŸ™

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2